Mengubah Keringat Menjadi Nilai Ekonomi: Menkum Supratman Andi Agtas Bedah Urgensi Kekayaan Intelektual di Dunia Olahraga

Budi Santoso | UpdateKilat
26 Apr 2026, 10:58 WIB
Mengubah Keringat Menjadi Nilai Ekonomi: Menkum Supratman Andi Agtas Bedah Urgensi Kekayaan Intelektual di Dunia Olahrag

UpdateKilat — Dunia olahraga nasional kini tidak lagi hanya sekadar mengejar torehan medali di atas podium, melainkan telah bertransformasi menjadi poros kekuatan ekonomi baru yang sangat menjanjikan. Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas secara tegas menyuarakan pentingnya kesadaran terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) dalam ekosistem ini. Dalam pandangannya, pendaftaran kekayaan intelektual bagi industri olahraga bukan sekadar tameng perlindungan hukum, melainkan mesin penggerak manfaat ekonomi yang nyata bagi para pelakunya.

Pernyataan tersebut dilontarkan Supratman di tengah kemeriahan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang digelar di Anjungan Sarinah, Jakarta, pada Minggu (26/4). Dalam suasana yang penuh semangat inovasi tersebut, Menkum menekankan bahwa selama ini banyak pihak yang belum menyadari betapa besarnya potensi komersialisasi yang tersembunyi di balik setiap produk dan karya dalam industri olahraga. Dengan mendaftarkan HKI, setiap inovasi yang lahir dari keringat para kreator dan atlet dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Read Also

Strategi Ijo-Abang: Said Abdullah Tegaskan PDI Perjuangan Takkan Pernah Tinggalkan NU

Strategi Ijo-Abang: Said Abdullah Tegaskan PDI Perjuangan Takkan Pernah Tinggalkan NU

Sinergi Proteksi dan Komersialisasi: Visi Baru Industri Olahraga

Menurut pantauan tim di lapangan, Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa paradigma lama yang melihat HKI hanya sebagai urusan administratif harus segera ditinggalkan. “Mulai saat ini, kita menggalakkan mendaftarkan hak kekayaan intelektual karena bukan hanya untuk memberi perlindungan, tetapi yang lebih utama bahwa di balik hak kekayaan intelektual itu ada manfaat ekonominya,” ungkapnya dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa ada nilai komersialisasi tinggi yang perlu dikelola secara kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha.

Langkah ini diambil mengingat transformasi industri olahraga yang berkembang begitu pesat dalam satu dekade terakhir. Olahraga bukan lagi sekadar hobi atau tontonan, melainkan sebuah ekosistem bisnis global yang melibatkan teknologi tinggi, manufaktur, hingga hak siar. Supratman meyakini bahwa perlindungan HKI yang kuat akan menjadi pondasi bagi para pelaku usaha untuk berinovasi tanpa rasa takut akan pembajakan atau klaim pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Read Also

Klarifikasi Tegas Jusuf Kalla: Ceramah di UGM Bukan Penistaan, Tapi Bedah Anatomi Konflik

Klarifikasi Tegas Jusuf Kalla: Ceramah di UGM Bukan Penistaan, Tapi Bedah Anatomi Konflik

Melihat yang Tersembunyi: Paten di Setiap Loncatan dan Lari

Salah satu poin menarik yang disampaikan Menkum adalah mengenai banyaknya elemen kekayaan intelektual yang sering kali luput dari pandangan mata secara visual. Dalam ekosistem olahraga, hampir setiap peralatan yang digunakan merupakan hasil dari inovasi teknologi yang luar biasa. Ia mencontohkan berbagai benda yang ada di sekitar atlet, mulai dari sepatu yang dirancang dengan teknologi aerodinamis, bola dengan bahan khusus, hingga raket padel yang sedang tren belakangan ini.

“Yang sering tidak kita perhatikan, sering tidak terbaca secara visual, adalah banyaknya paten yang berada dalam ekosistem olahraga. Ya, ada sepatu, ada bola, di arena ada sepeda, ada raket, bola padel, raket padel, itu semua karya cipta yang luar biasa,” jelas Supratman. Semua benda tersebut mengandung elemen kekayaan intelektual yang melekat secara intrinsik. Jika inovasi-inovasi ini didaftarkan secara resmi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham, maka pemiliknya berhak mendapatkan royalti atau keuntungan finansial dari setiap penggunaan teknologi atau desain tersebut.

Read Also

Skandal Lagu ‘Erika’ HMT ITB: Jejak Pelecehan di Kampus Ganesha yang Picu Kecaman Publik

Skandal Lagu ‘Erika’ HMT ITB: Jejak Pelecehan di Kampus Ganesha yang Picu Kecaman Publik

Dukungan Lintas Sektor dan Kehadiran Para Ikon Olahraga

Acara yang berlangsung di jantung ibu kota tersebut tidak hanya dihadiri oleh para pejabat pemerintahan, tetapi juga diramaikan oleh sejumlah nama besar yang menjadi representasi keberhasilan olahraga Indonesia. Hadir di lokasi, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro, Dirjen Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar, serta Chief Operating Officer of Vidio Hermawan Sutanto. Kehadiran para atlet papan atas seperti pemain bulu tangkis peraih medali emas olimpiade Apriyani Rahayu dan M. Rian Ardianto, bintang Persija Hanif Sjahbandi, hingga atlet MMA Suwardi, memberikan sinyal kuat bahwa HKI adalah isu yang sangat relevan bagi praktisi lapangan.

Kehadiran para atlet ini mempertegas bahwa merek pribadi (personal branding) seorang atlet juga merupakan bagian dari kekayaan intelektual. Logo, nama, hingga gaya khas seorang atlet dapat diproteksi dan dikomersialkan melalui lisensi merchandise atau bentuk kerja sama lainnya. Inilah yang diharapkan Menkum dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para pahlawan olahraga nasional, di luar bonus kemenangan dan gaji dari klub atau federasi.

Mendorong Inovasi Daerah: Seruan untuk Industri Lokal

Senada dengan Menkum, Sesmenpora Gunawan Suswantoro juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia mengajak seluruh pelaku industri olahraga yang tersebar di berbagai pelosok daerah untuk tidak ragu mendaftarkan produk mereka. Gunawan menekankan bahwa banyak daerah di Indonesia memiliki industri alat olahraga yang sangat potensial namun belum memiliki perlindungan hukum yang kuat.

“Jadi bagi daerah-daerah yang memiliki industri, silakan untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya kepada Kementerian Hukum. Ini penting sekali karena kita harapkan semua produk-produk keolahragaan nasional bisa mendapatkan hak ciptanya,” tegas Gunawan. Dengan adanya sertifikat HKI, produk-produk lokal buatan anak bangsa akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan lebih mudah untuk menembus pasar internasional karena memiliki kredibilitas hukum yang jelas.

Babak Baru Kemenpora: Deputi Pengembangan Industri Olahraga

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ini, Kemenpora saat ini sedang melakukan proses open bidding atau lelang jabatan untuk posisi Deputi Pengembangan Industri Olahraga. Pembentukan deputi baru ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi ekonomi olahraga. Melalui deputi ini, diharapkan akan lahir kebijakan-kebijakan strategis yang mampu memfasilitasi para pengusaha di bidang olahraga agar lebih berdaya saing.

Deputi ini nantinya akan fokus pada pengembangan produk-produk industri olahraga sebagai potensi ekonomi yang menjanjikan, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja yang masif. Transformasi dari sekadar pembinaan prestasi menjadi pengembangan industri diharapkan dapat menciptakan kemandirian finansial bagi dunia olahraga Indonesia. Dengan demikian, olahraga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBN, melainkan mampu menghidupi dirinya sendiri melalui pengelolaan kekayaan intelektual yang profesional.

Harapan Besar untuk Masa Depan Olahraga Indonesia

Menutup pernyataannya, Supratman Andi Agtas berharap agar peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia kali ini menjadi titik balik bagi semua pemangku kepentingan. Tema ‘Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap Berinovasi’ yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk bertindak. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap tetes keringat atlet dan setiap ide brilian inovator olahraga Indonesia mendapatkan penghargaan yang layak, baik secara hukum maupun finansial.

“Kita berharap mudah-mudahan event kali ini akan mendorong di samping prestasi, tapi juga menyangkut soal manfaat ekonominya bisa dirasakan oleh seluruh industri ini,” pungkasnya. Dengan kesadaran HKI yang tinggi, Indonesia berpeluang menjadi pemain utama dalam pasar industri olahraga global, membawa produk-produk karya lokal untuk bersaing sejajar dengan merek-merek ternama dunia di panggung internasional.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *