Wajah Baru Jakarta: CFD Perdana Rasuna Said Membludak, Simbol Transformasi Menuju Kota Global yang Bersih

Budi Santoso | UpdateKilat
10 Mei 2026, 10:55 WIB
Wajah Baru Jakarta: CFD Perdana Rasuna Said Membludak, Simbol Transformasi Menuju Kota Global yang Bersih

UpdateKilat — Gebrakan baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata ruang publik kini menyentuh koridor bisnis paling prestisius di Jakarta Selatan. Pada Minggu pagi, 10 Mei 2026, suasana Jalan HR Rasuna Said bertransformasi total dari sekadar pusat perkantoran yang sibuk menjadi panggung interaksi sosial yang penuh warna. Hari ini menandai tonggak sejarah baru dengan pelaksanaan perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang akrab disebut sebagai Car Free Day (CFD) di kawasan Kuningan tersebut.

Sejak pukul 06.00 WIB, antusiasme warga sudah terlihat meluap. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Jakarta memadati aspal hitam yang biasanya didominasi oleh deru mesin kendaraan bermotor. Kehadiran CFD di lokasi ini seolah menjadi oase baru bagi warga yang merindukan ruang terbuka luas dengan latar belakang arsitektur pencakar langit yang megah dan lintasan LRT Jakarta yang futuristik di atasnya.

Read Also

Aksi Jenaka Prabowo di Tuban: Antara ‘Rahasia Negara’, ChatGPT, dan Ambisi Swasembada Energi dari Tongkol Jagung

Aksi Jenaka Prabowo di Tuban: Antara ‘Rahasia Negara’, ChatGPT, dan Ambisi Swasembada Energi dari Tongkol Jagung

Lautan Manusia di Koridor Kuningan

Pemandangan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said pagi itu sungguh kontras dengan hari kerja. Tidak ada kemacetan, tidak ada klakson yang memekakkan telinga. Sebagai gantinya, warga tumpah ruah dengan berbagai aktivitas. Sebagian besar tampak mengenakan pakaian olahraga pagi yang modis, melakukan lari maraton pendek, hingga sekadar berjalan santai menikmati udara pagi yang relatif lebih segar dari biasanya.

Kelompok pesepeda juga tampak mendominasi jalur kanan, sementara di sisi lain, keluarga muda dengan stroller anak terlihat santai menikmati kebebasan ruang tanpa rasa khawatir akan lalu lintas kendaraan. Titik keramaian paling menonjol terpusat di depan kawasan Plaza Festival. Di sana, sebuah panggung besar didirikan untuk memandu senam massal, di mana dentuman musik enerjik memicu semangat warga untuk menggerakkan tubuh bersama-sama di bawah hangatnya mentari pagi.

Read Also

Skandal Grup Chat FH UI: Ketika Calon Penegak Hukum Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Skandal Grup Chat FH UI: Ketika Calon Penegak Hukum Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Sentuhan Budaya dan Kuliner Betawi

Namun, CFD Rasuna Said bukan sekadar tentang keringat dan kebugaran. UpdateKilat memantau adanya sentuhan budaya yang kental dalam perhelatan perdana ini. Kehadiran sepasang Ondel-ondel yang menari di tengah kerumunan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak mengantre dengan sabar hanya untuk mengabadikan momen melalui foto bersama ikon budaya Betawi tersebut.

Tak jauh dari pusat keramaian, aroma menggoda tercium dari deretan pedagang kaki lima yang tertata rapi. Para pelaku UMKM ini menjajakan berbagai kuliner khas Jakarta. Mulai dari kerak telor yang legendaris, bir pletok yang menyegarkan, hingga makanan kekinian lainnya. Hal ini membuktikan bahwa program CFD mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tengah kawasan elite.

Read Also

Babak Baru Korupsi Bea Cukai: KPK Sita Sejumlah Aset Elektronik Milik Bos PT Sinkos

Babak Baru Korupsi Bea Cukai: KPK Sita Sejumlah Aset Elektronik Milik Bos PT Sinkos

Soni (24), seorang pemuda asal Manggarai, mengaku tidak ingin melewatkan momentum bersejarah ini. “Saya tahu informasi ini dari media sosial dan pemberitaan beberapa hari lalu. Karena penasaran, saya sengaja bangun lebih pagi dan langsung meluncur ke sini. Rasanya beda banget, biasanya lewat sini cuma lihat gedung-gedung tertutup dari dalam angkutan, sekarang bisa jalan kaki di tengah jalannya sambil jajan,” ungkapnya dengan raut wajah puas kepada tim UpdateKilat.

Visi Ikon Baru Menuju Kota Global

Kehadiran CFD di Jalan HR Rasuna Said bukanlah sebuah kebetulan. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir langsung di lokasi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mempercantik wajah ibu kota. Menurutnya, Rasuna Said memiliki potensi besar untuk menjadi ikon baru Jakarta yang mencerminkan karakter kota global.

“Kenapa kami memilih Jalan Rasuna Said? Kami ingin menunjukkan kepada publik, baik domestik maupun internasional, bahwa Jakarta terus berbenah. Kita ingin menciptakan ikon-ikon baru yang menunjukkan bahwa kota ini humanis dan ramah lingkungan. Jalan ini adalah etalase kemajuan kita,” ujar Pramono di sela-sela kegiatannya menyapa warga.

Pramono menambahkan bahwa pemilihan lokasi ini juga bertujuan untuk mendistribusikan konsentrasi massa yang biasanya menumpuk di kawasan Sudirman-Thamrin. Dengan adanya alternatif di Kuningan, diharapkan warga memiliki lebih banyak pilihan ruang terbuka untuk beraktivitas di akhir pekan.

Gerakan Pilah Sampah: Langkah Konkret untuk Lingkungan

Hal yang paling membedakan CFD Rasuna Said dengan lokasi lainnya adalah penekanan kuat pada isu lingkungan hidup. Bersamaan dengan peluncuran HBKB ini, Pemprov DKI Jakarta juga mencanangkan Gerakan Pilah Sampah secara serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Di sepanjang jalur CFD, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup bersiaga dengan kantong-kantong sampah yang sudah dikategorikan berdasarkan jenisnya. Menariknya, warga yang secara sadar membawa sampah anorganik dari rumah atau yang mereka temukan di lokasi, diberikan apresiasi berupa suvenir menarik. Edukasi langsung ini tampak efektif, terlihat dari banyaknya warga yang mulai memilah sampah plastik dan botol minum mereka sebelum dibuang.

“Kita tidak ingin kegiatan ini hanya menyisakan tumpukan sampah di siang hari. Gerakan pilah sampah ini adalah instruksi langsung yang dijalankan secara masif. Jakarta sebagai kota global berbudaya harus dimulai dari disiplin menjaga kebersihan,” tegas Pramono. Beliau menginginkan gerakan ini menjadi budaya baru yang melekat pada setiap warga Jakarta.

Menyambut Ulang Tahun Jakarta ke-499

Penyelenggaraan CFD perdana di Kuningan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan menuju hari jadi Jakarta yang ke-499. Menjelang usia setengah milenium, Jakarta ditantang untuk terus bertransformasi pasca tidak lagi menyandang status ibu kota negara. Fokus pembangunan kini diarahkan pada kenyamanan warga dan keberlanjutan lingkungan.

Masyarakat berharap agar pelaksanaan CFD di Rasuna Said ini dapat terus berlanjut secara konsisten setiap minggunya. Fasilitas pendukung seperti toilet umum, posko kesehatan, dan pengaturan akses bagi transportasi umum yang tetap melintas terbatas harus terus dievaluasi agar kenyamanan tetap terjaga.

Dengan antusiasme yang begitu besar pada hari pertama, CFD Jalan HR Rasuna Said telah membuktikan dirinya sebagai pusat gravitasi baru bagi warga Jakarta. Ini bukan hanya tentang penutupan jalan bagi mobil dan motor, melainkan tentang pembukaan ruang bagi interaksi manusia, pelestarian budaya, dan komitmen bersama menjaga bumi demi masa depan Jakarta yang lebih maju dan layak huni bagi semua kalangan.

Kegiatan ini pun ditutup pada pukul 11.00 WIB, di mana petugas kebersihan dengan sigap memastikan seluruh koridor kembali bersih sebelum lalu lintas kendaraan dibuka kembali. Sebuah awal yang manis bagi wajah baru Jakarta di tahun 2026.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *