Aksi Jenaka Prabowo di Tuban: Antara ‘Rahasia Negara’, ChatGPT, dan Ambisi Swasembada Energi dari Tongkol Jagung

Budi Santoso | UpdateKilat
17 Mei 2026, 00:55 WIB
Aksi Jenaka Prabowo di Tuban: Antara 'Rahasia Negara', ChatGPT, dan Ambisi Swasembada Energi dari Tongkol Jagung

UpdateKilat — Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebuah momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda Panen Raya Jagung sekaligus peluncuran 166 Satuan Pelayanan Persiapan Pangan (SPPG) Polri. Suasana formal kenegaraan mendadak cair ketika sang Presiden melontarkan kelakar spontan terkait kehadiran warga negara asing (WNA) di lokasi tersebut. Prabowo berseloroh bahwa inovasi-inovasi strategis yang sedang dipamerkan bisa saja menjadi ‘rahasia negara’ yang bocor ke telinga asing melalui bantuan teknologi kecerdasan buatan atau ChatGPT.

Momen Spontan: Ketika ‘Rahasia Negara’ Bertemu ChatGPT

Presiden Prabowo Subianto memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas namun sering kali diselingi dengan humor yang segar. Saat memberikan sambutan pada Sabtu (16/5/2026), mata Prabowo tertuju pada deretan tamu undangan, di mana terdapat beberapa delegasi asing yang turut hadir menyaksikan kemajuan sektor pertanian Indonesia. Ia pun menyadari bahwa materi pidatonya yang membahas inovasi energi terbarukan dan ketahanan pangan sangatlah krusial.

Read Also

Kesaksian Memilukan Heru: 5 Hari di ‘Neraka’ Penjara Israel, Antara Setruman dan Teror Granat

Kesaksian Memilukan Heru: 5 Hari di ‘Neraka’ Penjara Israel, Antara Setruman dan Teror Granat

“Wah, ini banyak ada warga negara asing di sini juga nih. Mereka tahu juga nanti kita punya rahasia-rahasia ini,” ujar Prabowo yang disambut tawa kecil dari para hadirin. Meski awalnya merasa sedikit kecolongan, ia kemudian melanjutkan candaannya dengan nada optimis bahwa kendala bahasa mungkin akan menghambat mereka untuk memahami detail teknis yang dipaparkan.

Namun, Prabowo tidak memungkiri kecanggihan teknologi masa kini. Ia berkelakar bahwa para tamu asing tersebut mungkin akan mencatat kata-kata kunci dan mencari tahu artinya lewat aplikasi pintar. “Jangan diterjemahkan ya. Biar dia meraba-raba saja itu. Nanti dia catat-catat: ‘Briket arang, arang… apa itu arang?’ Nanti dia buka ChatGPT, waduh. Aku keliru juga undang mereka, dia tahu nanti temuan-temuan kita ya,” selorohnya yang memicu gelak tawa lebih keras dari para menteri Kabinet Merah Putih dan petinggi Polri yang hadir.

Read Also

Jakarta Menuju Top 50 Kota Global: Mengupas Kerja Sama Strategis Sister City dengan Jeju Korea Selatan

Jakarta Menuju Top 50 Kota Global: Mengupas Kerja Sama Strategis Sister City dengan Jeju Korea Selatan

Inovasi Briket Tongkol Jagung: Dari Limbah Menjadi Emas Hitam

Di balik candaannya, fokus utama Prabowo Subianto adalah memperkenalkan terobosan dalam pengolahan limbah pertanian. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah transformasi tongkol jagung menjadi briket arang. Selama ini, tongkol jagung sering kali hanya dianggap sebagai limbah tak bernilai yang dibuang atau dibakar begitu saja oleh petani pasca-panen.

Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi ini karena mampu memberikan solusi energi alternatif bagi rumah tangga. Penggunaan briket dari limbah pertanian tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dari setiap jengkal hasil panen jagung. Dengan teknologi ini, petani tidak hanya menjual bulir jagung, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari sisa pemrosesan tanaman mereka.

Read Also

Integritas Tanpa Manipulasi: Kisah Muklisin, Personel PPSU yang Melawan Arus ‘Akal Imitasi’

Integritas Tanpa Manipulasi: Kisah Muklisin, Personel PPSU yang Melawan Arus ‘Akal Imitasi’

“Saya dikasih tahu, ‘Pak, tenang. Kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung’. Waduh, luar biasa ini. Tadinya tongkol itu dibuang ya? Sekarang bisa jadi sumber energi. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian energi dari desa,” tegasnya.

Kemandirian Pupuk: Mengolah Batu Bara Menjadi Kesuburan Tanah

Selain urusan energi, masalah ketahanan pangan nasional tidak lepas dari ketergantungan terhadap pupuk. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyoroti pengembangan pupuk yang memanfaatkan batu bara kalori rendah. Inovasi ini dinilai strategis karena Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat melimpah, terutama jenis kalori rendah yang sering kali kurang laku di pasar ekspor.

Prabowo menekankan bahwa ketergantungan pada pupuk impor adalah salah satu titik lemah dalam kedaulatan pangan kita. Gejolak harga global sering kali membuat petani kesulitan mendapatkan pupuk murah. Dengan mengonversi batu bara menjadi pupuk, Indonesia berpeluang menciptakan rantai pasokan domestik yang stabil dan mandiri.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat secara nasional. Saya minta ini segera diimplementasikan. Konsep temuan ini sangat bagus dan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani di pelosok negeri,” instruksi Presiden kepada jajarannya.

Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih

Agar seluruh inovasi ini tidak hanya berhenti di level laboratorium atau pameran, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur distribusi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Lembaga ini dirancang untuk menjadi jembatan antara temuan teknologi dengan kebutuhan harian masyarakat di akar rumput.

Melalui KDKMP, produk seperti briket tongkol jagung dan pupuk batu bara akan didistribusikan dengan harga yang dikontrol pemerintah. Tujuannya jelas: memastikan ekonomi kerakyatan berjalan dan daya beli masyarakat meningkat. Prabowo meyakini bahwa kunci kesejahteraan adalah menyediakan kebutuhan dasar dengan harga yang semurah-murahnya bagi rakyat.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, dan kualitas hidupnya meningkat secara signifikan,” pungkas Prabowo menutup pidatonya.

Kesimpulan: Sinergi Pangan dan Energi untuk Masa Depan

Kunjungan kerja ke Tuban ini bukan sekadar seremoni panen biasa. Ini adalah penegasan visi besar pemerintah dalam menyatukan sektor pertanian dengan inovasi teknologi. Dengan keterlibatan Polri melalui Satuan Pelayanan Persiapan Pangan, terlihat adanya sinergi lintas institusi untuk menjaga stabilitas nasional dari sisi perut rakyat.

Langkah-langkah strategis seperti pengolahan limbah jagung dan hilirisasi batu bara untuk pertanian menunjukkan bahwa Indonesia mulai berani keluar dari zona nyaman sebagai importir dan beralih menjadi inovator. Meski dibungkus dengan kelakar soal ‘rahasia’ dan ChatGPT, pesan yang disampaikan Presiden sangat serius: Indonesia harus mandiri, berdaulat, dan mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri demi kemakmuran rakyatnya.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *