Prabowo Subianto Guncang Gorontalo: Puncak PENAS XVII Jadi Momentum Emas Kedaulatan Pangan Nasional

Budi Santoso | UpdateKilat
24 Jun 2026, 10:55 WIB
Prabowo Subianto Guncang Gorontalo: Puncak PENAS XVII Jadi Momentum Emas Kedaulatan Pangan Nasional

UpdateKilat — Di tengah terik matahari yang menyelimuti Bumi Serambi Madinah, suasana di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, mendadak berubah menjadi riuh rendah dengan sorak-sorai ribuan pasang mata. Rabu, 24 Juni 2026, menjadi saksi bisu kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII. Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol kuat komitmen pemerintah dalam memperkokoh pilar kedaulatan pangan di tanah air.

Riuh Rendah Sambutan di Sport Center Limboto

Laporan langsung tim lapangan kami mencatat bahwa suasana di lokasi acara sudah mulai memanas sejak pagi hari. Puluhan ribu peserta yang merupakan representasi dari petani dan nelayan dari seluruh pelosok Nusantara berkumpul dengan satu semangat yang sama. Sekitar pukul 11.20 WITA, helikopter yang membawa rombongan kepresidenan mendarat, menandai dimulainya babak baru dalam gelaran akbar ini.

Read Also

Drama Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kuasa Hukum Tegaskan Aset Sony Sonjaya Belum Disentuh Kejagung

Drama Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kuasa Hukum Tegaskan Aset Sony Sonjaya Belum Disentuh Kejagung

Presiden Prabowo Subianto tampil dengan gaya khasnya yang ikonik; mengenakan baju safari berwarna cokelat yang melambangkan kedekatan dengan rakyat, lengkap dengan topi biru yang melindunginya dari sengatan matahari Gorontalo. Langkah kakinya yang mantap saat memasuki area Sport Center disambut oleh gelombang tepuk tangan dan teriakan nama “Prabowo” yang menggema di seluruh sudut stadion. Ini bukan sekadar sambutan protokol, melainkan ekspresi harapan dari para pahlawan pangan nasional.

Tanpa sekat, Prabowo terlihat menyempatkan diri untuk menyapa dan menyalami sejumlah peserta yang berada di barisan terdepan. Gestur sederhana seperti lambaian tangan dari atas panggung utama seolah menjadi penyemangat bagi para petani dan nelayan yang telah menempuh perjalanan jauh demi menghadiri forum strategis ini.

Read Also

Aksi Nyata Menjaga Pesisir: PLN EPI Tanam 1.680 Mangrove di Pantai Tanjung Pakis Demi Keadilan Iklim

Aksi Nyata Menjaga Pesisir: PLN EPI Tanam 1.680 Mangrove di Pantai Tanjung Pakis Demi Keadilan Iklim

Kabinet Merah Putih Turun Gunung: Sinyal Serius Pemerintah

Kehadiran Presiden Prabowo di Gorontalo tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran elit Kabinet Merah Putih yang mengindikasikan bahwa isu pangan adalah prioritas lintas sektoral. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang kini memegang kendali atas orkestrasi kebijakan pangan nasional. Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga terlihat mendampingi, memberikan sinyal bahwa modernisasi pertanian akan terus digenjot habis-habisan.

Tak ketinggalan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut hadir dalam rombongan. Keamanan acara pun terjaga ketat namun tetap humanis di bawah pengawasan langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan bahwa agenda PENAS bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan rapat akbar penentuan nasib pangan bangsa.

Read Also

Misteri Tragedi Tabrakan KRL di Bekasi Timur: Berkas Perkara Siap Disidangkan, Siapa Tersangka Sebenarnya?

Misteri Tragedi Tabrakan KRL di Bekasi Timur: Berkas Perkara Siap Disidangkan, Siapa Tersangka Sebenarnya?

Partisipasi daerah pun terlihat sangat kuat dengan hadirnya Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama dalam mensukseskan program kemandirian pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

PENAS XVII: Laboratorium Inovasi dan Jejaring Bisnis

Kegiatan PENAS Petani dan Nelayan XVII tahun ini dirancang dengan sangat komprehensif. Bukan hanya berisi pidato dan seremonial, acara ini menghadirkan berbagai agenda strategis yang menyentuh akar rumput. Salah satu fokus utamanya adalah pertukaran inovasi dan teknologi pertanian. Di berbagai stan yang tersedia, terlihat bagaimana teknologi digital mulai merambah dunia agrikultur, mulai dari penggunaan drone untuk pemupukan hingga sistem irigasi pintar berbasis IoT.

Selain teknologi, penguatan jejaring kemitraan usaha menjadi poin penting. Dalam dialog bersama para pemangku kebijakan, para petani dan nelayan didorong untuk tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemain dalam rantai pasok global. Peningkatan produktivitas tidak akan berarti tanpa adanya akses pasar yang adil dan berkelanjutan bagi para produsen di tingkat lokal.

Masyarakat yang hadir juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim. Mengingat potensi pertanian Gorontalo yang sangat besar, terutama pada komoditas jagung dan kelapa, forum ini menjadi ajang edukasi bagi petani setempat untuk mulai menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan namun tetap menguntungkan secara ekonomi.

Menoleh ke Belakang: Pembukaan oleh Wapres Gibran

Sebelum puncak acara yang dihadiri oleh Presiden Prabowo hari ini, rangkaian PENAS XVII sebenarnya telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka perhelatan ini pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo.

Dalam pidato pembukaannya, Wapres Gibran menekankan bahwa kemandirian pangan adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu—mulai dari konflik geopolitik hingga krisis iklim—Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan perut rakyatnya. Gibran menyatakan bahwa program ketahanan pangan adalah warisan dan masa depan yang harus dijaga bersama oleh generasi muda dan senior di sektor agraris.

Kombinasi kehadiran Wapres di awal dan Presiden di puncak acara menunjukkan betapa seriusnya pemerintah memandang peran strategis Gorontalo sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Koordinasi yang apik antara kedua pemimpin ini memberikan rasa optimisme baru bagi para pelaku usaha di sektor primer.

Harapan Besar dari Bumi Gorontalo

Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah setempat. Sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa. Namun, di luar keuntungan ekonomi sesaat, masyarakat Gorontalo berharap bahwa kehadiran Presiden Prabowo dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian di wilayah mereka.

Provinsi Gorontalo, yang baru-baru ini juga dihebohkan dengan temuan cadangan emas di Kolokoa, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan kekayaan alam yang melimpah. Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan sempat menyinggung bahwa kekayaan alam ini harus dikelola secara bijak untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.

Seiring dengan berakhirnya puncak acara PENAS XVII, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Bagaimana mengimplementasikan hasil dialog dan teknologi yang dipamerkan ke dalam kehidupan sehari-hari petani di desa-desa terpencil adalah pekerjaan rumah yang besar. Namun, dengan semangat yang terpancar dari wajah Presiden Prabowo dan antusiasme puluhan ribu peserta, cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia rasanya bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.

Kesuksesan PENAS XVII di Gorontalo ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain untuk terus berinovasi. Karena pada akhirnya, kedaulatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh apa yang tersaji di atas piring rakyatnya setiap hari. Gorontalo telah memberikan teladan, dan kini saatnya seluruh Indonesia bergerak searah menuju masa depan pangan yang gemilang.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *