Drama Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kuasa Hukum Tegaskan Aset Sony Sonjaya Belum Disentuh Kejagung

Budi Santoso | UpdateKilat
09 Jun 2026, 04:55 WIB
Drama Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kuasa Hukum Tegaskan Aset Sony Sonjaya Belum Disentuh Kejagung

UpdateKilat — Pusaran kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kini memasuki babak baru yang penuh dengan perdebatan hukum. Di tengah gencarnya penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), publik dikejutkan dengan kabar mengenai status kekayaan para tersangka. Namun, pihak kuasa hukum salah satu tersangka utama, Sony Sonjaya, memberikan klarifikasi tegas guna meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Krisna Murti, pengacara yang mendampingi mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun aset milik kliennya yang disita oleh pihak penyidik. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas desas-desus mengenai pelacakan aset (asset tracing) yang masif dilakukan oleh korps adhyaksa terhadap para pejabat yang terseret dalam kasus korupsi tata kelola program MBG tahun anggaran 2025-2026.

Read Also

Misi Kemanusiaan di Bumi Seribu Pulau: Menembus Samudra Demi Secercah Kebahagiaan Kurban di Pelosok Maluku

Misi Kemanusiaan di Bumi Seribu Pulau: Menembus Samudra Demi Secercah Kebahagiaan Kurban di Pelosok Maluku

Klarifikasi Pihak Kuasa Hukum di Gedung Bundar

Ditemui di area Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Krisna Murti tampak tenang saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menekankan bahwa kabar mengenai penyitaan harta benda Sony Sonjaya adalah tidak benar. Menurutnya, proses hukum memang tengah berjalan, namun langkah penyitaan belum menyentuh ranah privat kliennya tersebut.

“Sama sekali tidak, ya kan sama sekali tidak ada aset yang disita,” ujar Krisna dengan nada meyakinkan pada Senin (8/6). Ia menegaskan bahwa Sony Sonjaya bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan, namun ia meminta agar publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama menyangkut penyitaan aset yang bersifat sensitif.

Read Also

Menjaga Marwah Netralitas: DPR Usulkan Larangan Anggota Polri Terlibat Ormas dalam RUU Terbaru

Menjaga Marwah Netralitas: DPR Usulkan Larangan Anggota Polri Terlibat Ormas dalam RUU Terbaru

Kabar mengenai kondisi finansial Sony Sonjaya memang menjadi sorotan, mengingat posisinya yang strategis di Badan Gizi Nasional. Sebagai lembaga yang baru dibentuk untuk mengawal program strategis nasional, dugaan adanya kebocoran anggaran tentu menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk lembaga pengawas keuangan negara.

Polemik Bisnis ‘Dapur’ Keluarga

Selain soal aset, Krisna Murti juga menyinggung isu yang cukup hangat diperbincangkan, yakni keterlibatan keluarga Sony Sonjaya dalam operasional program Makan Bergizi Gratis. Beredar kabar bahwa anak atau anggota keluarga dari purnawirawan Polri tersebut turut mengelola unit dapur yang menjadi penyedia makanan dalam program tersebut. Menanggapi hal ini, Krisna tidak menampik namun justru memberikan pembelaan yang cukup menohok.

Read Also

Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pramono Anung Siapkan Strategi Jitu Dorong Warga Jakarta Gunakan Transportasi Umum

Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pramono Anung Siapkan Strategi Jitu Dorong Warga Jakarta Gunakan Transportasi Umum

“Kalau pun misalkan ada berkembang di luar dikatakan bahwa klien kami, anaknya atau keluarganya memiliki dapur, masalahnya di mana?” tegas Krisna. Ia berpendapat bahwa keterlibatan pihak swasta, termasuk keluarga pejabat, dalam program pemerintah bukanlah sebuah pelanggaran selama mengikuti prosedur yang berlaku. Ia bahkan mengutip pernyataan presiden yang menyebutkan bahwa siapa pun boleh berpartisipasi memiliki dapur untuk menyukseskan Makan Bergizi Gratis.

Menurut Krisna, yang terpenting adalah apakah dapur tersebut memenuhi standar kualitas dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ia menjamin bahwa unit dapur yang dikelola keluarga kliennya telah mengikuti seluruh petunjuk teknis (juknis) yang ada tanpa ada manipulasi spesifikasi. “Juknisnya begini, speknya begini, semua diikuti. Tidak ada masalah di situ,” tambahnya lagi.

Status Rekening dan Transparansi Keuangan

Kendati membantah adanya penyitaan aset fisik, Krisna Murti mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai status rekening bank milik Sony Sonjaya. Dalam kasus korupsi skala besar, biasanya penyidik melakukan langkah preventif berupa pemblokiran rekening untuk mencegah perpindahan dana yang diduga berasal dari tindak pidana.

“Saya belum monitor terkait hal tersebut. Itu perlu saya tanyakan dengan penyidik nantinya, apakah sudah ada pemblokiran atau belum,” jelasnya singkat. Ketidakpastian mengenai status rekening ini menyisakan tanda tanya besar, mengingat biasanya pemblokiran rekening adalah langkah pertama yang diambil Kejagung sebelum melakukan penyitaan aset yang lebih besar seperti tanah atau kendaraan.

Penyelidikan kasus ini sendiri bermula dari adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran yang nilainya sangat fantastis. Program MBG yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia justru ternoda oleh praktik lancung oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dalam internal Badan Gizi Nasional.

Latar Belakang Penahanan Tiga Petinggi BGN

Sebagai informasi tambahan yang dirangkum oleh tim UpdateKilat, Sony Sonjaya bukanlah satu-satunya nama besar yang terjerat. Sebelumnya, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan tiga tersangka utama yang semuanya merupakan petinggi di BGN. Mereka adalah Dadan Hindayana yang menjabat sebagai mantan Kepala BGN, serta dua mantan wakilnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya sendiri.

Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochammad Jeffry, dalam konferensi pers sebelumnya menyatakan bahwa penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup. Ketiganya diduga melakukan penyimpangan yang merugikan keuangan negara dalam kurun waktu pelaksanaan program tahun 2025 hingga 2026.

“Ketiganya terkait dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG,” ungkap Jeffry. Penahanan ini menjadi bukti keseriusan Kejaksaan Agung dalam mengawal program-program strategis agar tidak menjadi ajang korupsi bagi para pemangku kebijakan.

Dampak Terhadap Kepercayaan Publik

Skandal yang menimpa BGN ini tentu menjadi pukulan telak bagi kredibilitas lembaga tersebut. Sejak awal, program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk menyasar jutaan anak sekolah di seluruh pelosok negeri demi mengatasi masalah stunting dan gizi buruk. Namun, dengan munculnya kasus korupsi ini, muncul kekhawatiran bahwa kualitas makanan yang sampai ke tangan anak-anak akan jauh dari standar yang dijanjikan akibat anggarannya yang disunat.

Masyarakat kini menantikan transparansi penuh dari Kejagung untuk membongkar tuntas siapa saja yang menikmati aliran dana haram tersebut. Apakah ada keterlibatan pihak lain yang lebih luas, ataukah ini murni permainan di level pimpinan BGN saja? Pencarian fakta terus berlanjut di bawah sorotan tajam publik yang menginginkan keadilan.

Sony Sonjaya sendiri dikabarkan siap untuk bersikap terbuka dan mengungkap nama-nama lain jika diperlukan untuk membersihkan namanya. Melalui kuasa hukumnya, ia mengklaim mengantongi informasi krusial terkait praktik jual beli surat perintah pengadaan barang/jasa (SPPG) yang disinyalir menjadi pintu masuk terjadinya praktik korupsi di dalam tubuh badan tersebut.

Kesimpulan dan Harapan

Perjalanan kasus ini masih sangat panjang. Dengan bantahan dari pihak Sony Sonjaya mengenai penyitaan aset, bola panas kini kembali ke tangan penyidik Kejagung untuk membuktikan temuan mereka. Apakah penyidik akan segera melakukan tindakan paksa terhadap harta benda para tersangka, ataukah pembelaan Krisna Murti akan terbukti di pengadilan kelak?

Satu hal yang pasti, program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan dengan pengawasan yang jauh lebih ketat. Jangan sampai niat mulia untuk menyehatkan bangsa justru dikotori oleh tangan-tangan rakus yang memanfaatkan celah birokrasi demi keuntungan pribadi. UpdateKilat akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas demi memberikan informasi yang akurat bagi pembaca setia.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *