Amalan Doa dan Dzikir 10 Muharram: Menjemput Keberkahan di Hari Asyura Menurut Ulama

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
19 Jun 2026, 14:57 WIB
Amalan Doa dan Dzikir 10 Muharram: Menjemput Keberkahan di Hari Asyura Menurut Ulama

UpdateKilat — Memasuki koridor bulan Muharram, umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali bersiap menyambut salah satu momentum paling sakral dalam kalender Hijriah. Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, bukan sekadar pergantian angka di kalender. Ia adalah ruang refleksi, titik balik spiritual, dan gerbang permohonan yang diyakini sangat mustajab bagi siapa saja yang mengetuknya dengan ketulusan doa. Tak heran jika pertanyaan mengenai amalan apa saja yang harus dibaca pada hari tersebut selalu menjadi topik hangat di kalangan kaum muslimin yang rindu akan ampunan Tuhan.

Secara historis dan teologis, Hari Asyura memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, seorang ulama besar yang karyanya menjadi rujukan lintas generasi, menjelaskan dalam kitab Latha’if al-Ma’arif bahwa Asyura adalah hari di mana sejarah besar para nabi terukir. Di hari inilah Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Firaun, dan di hari ini pula pengampunan besar diberikan kepada para nabi terdahulu atas segala kekhilafan mereka. Dengan latar belakang sejarah yang begitu dahsyat, memperbanyak istighfar dan dzikir menjadi sebuah keniscayaan bagi kita yang mengharap keberkahan serupa di era modern ini.

Read Also

Menyingkap Rahasia Ilahi: Panduan Lengkap Dzikir Sirrul Asror untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Menyingkap Rahasia Ilahi: Panduan Lengkap Dzikir Sirrul Asror untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Menyelami Kedalaman Spiritual Melalui Doa Asyura

Bagi Anda yang mencari panduan spiritual, tim UpdateKilat telah merangkum berbagai sumber otoritatif, mulai dari Ebook Bimbingan Islam hingga kitab-kitab klasik para ulama, untuk menyajikan rangkaian doa dan dzikir yang bisa Anda amalkan pada 10 Muharram nanti. Berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Doa Pamungkas dari Kitab Kanzun Najah wa Surur

Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh para ulama adalah doa yang termaktub dalam kitab Kanzun Najah wa Surur karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus. Doa ini mengandung pengakuan akan keagungan Allah yang memenuhi timbangan amal (Mizan) dan mencapai puncak ilmu.

Bacaan Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Bacaan Latin:
Bismillahirrahmanirrahīm. Washallallāh ala sayyidinā Muhammadin wa ‘ala ālihi wa shahbihi wa sallam. Subhānallahi milal mīzāni wa munthal ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal arsy, lā maljaa wa lā manja minallāhi illā ilaihi, subhānallāhi adadas syafi wal watri wa adada kalimātillāhit tāmmāti kullihā, nasalukas salāmata kullihā birahmatika yā arhamar rāhimīn, wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhil aliyyil adzīm. Wa huwa hasbunā wa ni’mal wakīl, ni’ma al-mawlā wa ni’ma an-nashīr. Wa shallallāh alā nabiyyinā khairi khalqihi sayyidinā muhammadin wa ‘ala ālihi wa shahbihi wa sallam.

Read Also

Menakar Kadar Iman Lewat Pagar: Urgensi Etika Bertetangga dalam Refleksi Spiritual Modern

Menakar Kadar Iman Lewat Pagar: Urgensi Etika Bertetangga dalam Refleksi Spiritual Modern

Doa ini merupakan permohonan keselamatan yang menyeluruh. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, kita memohon agar diberikan perlindungan yang seberat Arsy-Nya. Mengamalkan doa Asyura ini dipercaya dapat memberikan ketenangan batin dalam menghadapi dinamika kehidupan setahun ke depan.

2. Vibrasi Dzikir Empat Kalimat Thayyibah

Dzikir adalah cara tercepat untuk menyelaraskan frekuensi hati dengan kehendak Sang Pencipta. Pada 10 Muharram, umat Islam diajak untuk melantunkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir dengan redaksi yang lebih dalam, mencakup pujian setinggi ‘Arsy.

  • Tasbih (Subhanallah): Mensucikan Allah sepenuh timbangan amal dan puncak ilmu.
  • Tahmid (Alhamdulillah): Mensyukuri segala nikmat yang tak terhitung jumlahnya, yang beratnya sebanding dengan singgasana Tuhan.
  • Tahlil (La ilaha illallah): Memurnikan tauhid dan mengakui bahwa tidak ada pelindung sejati selain Dia.
  • Takbir (Allahu Akbar): Mengagungkan kebesaran Allah di atas segala persoalan duniawi yang kita hadapi.

Pengulangan kalimat-kalimat ini bukan sekadar lisan yang bergerak, melainkan sebuah mediasi spiritual untuk menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan kemahakuasaan-Nya. Anda dapat membaca rangkaian dzikir ini di sela-sela waktu puasa sunnah Anda untuk menambah pahala.

Read Also

Doa Akhir Tahun Baru Islam: Menjemput Ampunan dan Perlindungan Spiritual di Penghujung Hijriah

Doa Akhir Tahun Baru Islam: Menjemput Ampunan dan Perlindungan Spiritual di Penghujung Hijriah

3. Kekuatan Tawakal: Hasbunallah wa Ni’mal Wakil

Jika Anda mencari dzikir yang ringkas namun memiliki efek dahsyat, maka kalimat “Hasbunallah wa ni’mal wakīl, ni’mal maulā wa ni’man nashīr” adalah jawabannya. Kalimat ini adalah proklamasi ketergantungan total seorang hamba kepada Tuhannya.

Para ulama sangat menganjurkan agar dzikir ini dibaca sebanyak 70 kali pada hari Asyura. Mengapa 70 kali? Dalam tradisi literasi Islam, angka ini sering melambangkan kesungguhan dan pengulangan yang membawa keberkahan. Dengan membaca ini, kita menyerahkan seluruh urusan, kekhawatiran, dan rencana masa depan kita ke dalam tangan sebaik-baiknya Pelindung dan Penolong.

Memohon Perlindungan dari Fitnah Zaman

Selain dzikir pujian, 10 Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon benteng pertahanan dari keburukan yang mungkin terjadi di tahun baru Hijriah. Salah satu doa yang relevan adalah memohon Ishmah atau perlindungan dari godaan setan yang terkutuk.

Doa Perlindungan Tahun Baru:
“Allahumma innaka Qadimun, wa hadzal āmu jadidun qad aqbal…” Doa ini menjadi pengingat bahwa saat tahun berganti, tantangan spiritual pun meningkat. Kita memohon agar waktu kita tidak habis untuk kesia-siaan (fawataha) atau kesibukan duniawi yang menjauhkan diri dari Tuhan.

Narasi Para Nabi dalam Doa Sapu Jagat Asyura

Puncak dari permohonan di hari istimewa ini seringkali ditutup dengan apa yang disebut sebagai “Doa Sapu Jagat Asyura”. Uniknya, doa ini merangkum rentetan mukjizat yang dialami para nabi tepat pada tanggal 10 Muharram. Di dalamnya, kita memanggil Allah dengan asma-Nya sebagai:

  • Penyelamat Nabi Yunus dari perut ikan.
  • Penyatu keluarga Nabi Ya’qub yang terpisah lama.
  • Pengampun dosa Nabi Dawud.
  • Penyembuh penyakit Nabi Ayyub yang bertahun-tahun.
  • Pendengar doa Nabi Musa dan Harun di hadapan laut merah.

Dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa ini, kita seolah mengetuk pintu rahmat Allah dengan “referensi” keberhasilan para kekasih-Nya di masa lalu. Logikanya sederhana: jika Allah mampu menyelamatkan Nabi Yunus dari kegelapan samudera, tentu Allah juga mampu mengeluarkan kita dari kegelapan masalah hidup kita saat ini.

Tips Memaksimalkan Ibadah di Hari Asyura

Untuk mendapatkan hasil maksimal, UpdateKilat menyarankan agar Anda mengatur jadwal ibadah dengan rapi. Selain membaca dzikir 10 Muharram, sangat disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  1. Puasa Asyura: Ibadah utama yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
  2. Bersedekah: Terutama kepada anak yatim dan keluarga, karena melapangkan nafkah di hari Asyura dipercaya akan melapangkan rezeki sepanjang tahun.
  3. Menjaga Lisan: Karena ini adalah bulan haram (suci), hindarilah perdebatan dan kemaksiatan sekecil apa pun.

Sebagai penutup, marilah kita jadikan momentum 10 Muharram ini sebagai ajang untuk memperbaharui kontrak spiritual kita dengan Allah SWT. Melalui deretan doa dan dzikir di atas, kita berharap agar sisa tahun ini dilewati dengan penuh cahaya, perlindungan, dan keberkahan yang melimpah. Selamat beribadah, semoga segala munajat kita di hari yang agung ini diijabah oleh-Nya.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *