Menjelang 10 Muharram 2026: Panduan Jadwal Puasa Asyura, Amalan Terbaik, dan Keutamaan Berbagi di Bulan Suci

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
18 Jun 2026, 14:56 WIB
Menjelang 10 Muharram 2026: Panduan Jadwal Puasa Asyura, Amalan Terbaik, dan Keutamaan Berbagi di Bulan Suci

UpdateKilat — Memasuki lembaran baru dalam kalender Hijriah 1448, gema spiritualitas mulai terasa merasuk ke sanubari umat Islam di seluruh penjuru dunia. Salah satu momentum yang paling dinanti dengan penuh harap dan kekhusyukan adalah tibanya tanggal 10 Muharram, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Asyura. Hari ini bukan sekadar pergantian tanggal biasa, melainkan sebuah palung sejarah yang menyimpan sejuta makna, berkah, dan ampunan dari Sang Khalik.

Pertanyaan mengenai kapan tepatnya 10 Muharram 2026 jatuh mulai menyeruak di kalangan masyarakat. Hal ini tentu sangat beralasan, mengingat penetapan awal bulan dalam kalender Islam seringkali memiliki dinamika tersendiri antara metode perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan langsung (rukyat). Memahami jadwal ini menjadi krusial agar persiapan spiritual, mulai dari niat hingga kesiapan fisik untuk menjalankan ibadah puasa sunnah, dapat dioptimalkan dengan sempurna.

Read Also

Kapan Hari Terakhir Syawal 2026? Simak Jadwal Lengkap dan Persiapan Menuju Dzulqa’dah

Kapan Hari Terakhir Syawal 2026? Simak Jadwal Lengkap dan Persiapan Menuju Dzulqa’dah

Menelusuri Jejak Sejarah dan Makna Spiritual Hari Asyura

Asyura secara bahasa berakar dari kata ‘Asyarah’ yang berarti sepuluh. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan narasi kemenangan kebenaran atas kezaliman. Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat menekankan bahwa puasa di hari ke-10 bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling masyhur menyebutkan bahwa puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang telah lalu.

Secara historis, hari ini juga menandai peristiwa besar ketika Nabi Musa AS dan kaumnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun di Laut Merah. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa AS berpuasa, yang kemudian diteruskan dan disempurnakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW bagi umatnya. Inilah mengapa momen ini menjadi sangat sakral sebagai simbol pembebasan dan harapan baru.

Read Also

Solusi Praktis Jemaah Haji 2026: Cara Mudah Kirim Oleh-oleh dari Tanah Suci Tanpa Beban Koper

Solusi Praktis Jemaah Haji 2026: Cara Mudah Kirim Oleh-oleh dari Tanah Suci Tanpa Beban Koper

Dinamika Penetapan 10 Muharram 2026 di Indonesia

Di Indonesia, terdapat dua rujukan utama yang biasanya diikuti oleh masyarakat dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni versi Pemerintah yang selaras dengan Muhammadiyah, serta versi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Untuk tahun 2026 atau 1448 Hijriah, terdapat potensi perbedaan jadwal yang perlu disikapi dengan bijak.

1. Jadwal Berdasarkan Ketetapan Pemerintah dan Muhammadiyah

Pemerintah Indonesia melalui kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) serta PP Muhammadiyah dengan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), memprediksi bahwa 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Berdasarkan rujukan ini, maka rangkaian jadwal puasa Asyura adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tasu’a (9 Muharram): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026

2. Jadwal Berdasarkan Lembaga Falakiyah PBNU

Di sisi lain, Lembaga Falakiyah PBNU yang mengandalkan metode rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit secara langsung) kemungkinan besar akan menggenapkan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari (istikmal) jika hilal tidak terlihat pada hari ke-29. Berdasarkan perhitungan awal, PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Hal ini membuat jadwal ibadah bergeser satu hari:

Read Also

Doa dan Tata Cara Sembelih Hewan Kurban: Ikhtiar Menjadikan Amal Terbaik di Hari Akhir

Doa dan Tata Cara Sembelih Hewan Kurban: Ikhtiar Menjadikan Amal Terbaik di Hari Akhir
  • Puasa Tasu’a (9 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram): Jumat, 26 Juni 2026
  • Puasa 11 Muharram: Sabtu, 27 Juni 2026

Adanya perbedaan ini sebaiknya dipandang sebagai kekayaan ijtihad dalam Islam. Sikap tasamuh atau toleransi sangat dikedepankan, karena keduanya memiliki landasan dalil yang kuat. Umat Islam dapat mengikuti keyakinan atau otoritas yang biasa mereka jadikan rujukan.

Strategi ‘Ihtiyat’: Mengambil Jalan Tengah untuk Kesempurnaan Pahala

Menghadapi perbedaan jadwal tersebut, para ulama menyarankan sebuah metode yang disebut ‘Ihtiyat’ atau kehati-hatian. Caranya adalah dengan melaksanakan puasa secara maraton pada tanggal 24, 25, dan 26 Juni 2026. Dengan berpuasa selama tiga hari berturut-turut tersebut, seorang Muslim dipastikan akan meraih keutamaan hari Asyura yang sebenarnya, tanpa terhalang oleh perbedaan metode penetapan tanggal.

Selain itu, berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a) dan ke-11 sangat dianjurkan untuk membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi (mukhalafah). Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa seandainya beliau masih hidup di tahun berikutnya, beliau akan berpuasa pada hari kesembilan untuk menyempurnakan ibadah di hari kesepuluh.

Rangkaian Amalan Utama di Hari Asyura yang Sayang untuk Dilewatkan

Momen 10 Muharram bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Terdapat berbagai amalan sosial dan spiritual yang dapat melipatgandakan pahala di bulan suci ini. Berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan:

1. Meluaskan Belanja untuk Keluarga (At-Tausi’ah)

Salah satu amalan yang unik di hari Asyura adalah memberikan nafkah yang lebih lapang bagi istri dan anak-anak. Menyenangkan hati keluarga dengan hidangan yang lebih istimewa atau memenuhi kebutuhan mereka secara lebih dermawan di hari ini diyakini oleh para ulama salaf akan membawa keberkahan rezeki sepanjang tahun ke depan. Ini adalah momen yang tepat untuk mempererat ikatan batin di dalam rumah tangga.

2. Menyantuni Anak Yatim dengan Kasih Sayang

Menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram sudah menjadi tradisi turun-temurun di Nusantara, bahkan sering disebut sebagai ‘Lebaran Anak Yatim’. Memberikan bantuan finansial, pendidikan, atau sekadar mengusap kepala mereka dengan penuh kasih sayang adalah wujud nyata dari kepedulian sosial yang diajarkan Islam. Santunan anak yatim di hari ini memiliki nilai pahala yang sangat besar.

3. Memperbanyak Sedekah dan Silaturahmi

Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk membersihkan harta melalui sedekah. Membantu fakir miskin serta mengunjungi sanak saudara untuk menyambung tali silaturahmi akan membuka pintu-pintu rahmat Allah SWT. Mengunjungi ulama atau tokoh masyarakat untuk meminta doa juga sangat dianjurkan guna mempertebal keimanan.

4. Dzikir, Istighfar, dan Membaca Al-Qur’an

Meningkatkan intensitas ibadah lisan dengan membaca istighfar dan dzikir khusus Asyura dapat menjadi sarana pembersihan jiwa. Membaca Al-Qur’an dengan merenungi maknanya akan membantu kita memahami hakikat perjuangan para Nabi yang mendapatkan mukjizat di tanggal ini.

Kesimpulan: Memanen Berkah di Bulan Mulia

Muharram 2026 adalah momentum emas bagi kita untuk memulai tahun dengan semangat transformasi diri. Perbedaan tanggal tidak boleh menjadi sekat pemisah, melainkan pengingat akan luasnya rahmat Allah SWT. Dengan menjalankan amalan 10 Muharram dengan tulus, kita berharap mendapatkan ampunan atas masa lalu dan kelapangan rezeki untuk masa depan.

Mari persiapkan diri kita, baik secara fisik maupun spiritual, untuk menyambut Hari Asyura 1448 H. Semoga setiap tetes keringat saat berpuasa dan setiap rupiah yang disedekahkan menjadi saksi keimanan kita di hadapan Allah SWT kelak. Selamat memasuki tahun baru Islam, semoga kedamaian dan keberkahan selalu menyertai langkah kita semua.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *