Aksi Senyap Sang Maestro: Lo Kheng Hong Kembali Borong Saham GJTL dan DILD
UpdateKilat — Sosok investor kawakan yang sering dijuluki sebagai Warren Buffett-nya Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali melakukan manuver strategis di pasar saham tanah air. Kali ini, ia terpantau menambah porsi kepemilikannya di emiten produsen ban terkemuka, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), sebuah langkah yang mempertegas kepercayaan sang investor terhadap kekuatan fundamental perusahaan tersebut.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis dari Bursa Efek Indonesia, Lo Kheng Hong tercatat menambah koleksi sahamnya sebanyak 410 ribu lembar pada GJTL. Dengan aksi beli ini, persentase kepemilikannya merangkak naik secara bertahap dari sebelumnya 6,30% menjadi 6,31%. Secara akumulatif, total saham yang kini berada dalam genggaman sang maestro mencapai angka yang fantastis, yakni 219,88 juta lembar.
Strategi Besar Indointernet (EDGE) Menuju Go Private: Patok Harga Premium Rp 11.500 per Saham
Menilik Nilai Investasi dan Dominasi di GJTL
Meskipun penambahan kali ini terlihat cukup ramping bagi profil investor sekaliber beliau, namun jika ditinjau dari sisi nilai, langkah ini tetap signifikan. Mengacu pada harga pasar emiten ban tersebut yang sempat menyentuh level Rp 1.110 per lembar, diperkirakan transaksi penambahan ini merogoh kocek sekitar Rp 455,10 juta.
Dalam struktur kepemilikan GJTL, posisi Lo Kheng Hong tetap kokoh di urutan ketiga sebagai pemegang saham terbesar. Ia berdiri berdampingan dengan entitas global seperti Denham Pte Ltd yang memegang kendali mayoritas sebesar 49,5%, serta raksasa ban asal Prancis, Compagnie Financiere Michelin, yang menguasai sekitar 10% saham. Konsistensi LKH untuk tetap bertahan dan bahkan menambah porsi sahamnya menunjukkan keyakinan bahwa perusahaan masih memiliki nilai intrinsik yang belum terdiskon sepenuhnya oleh pasar.
Rekor Harga Bijih Plastik Global Mengganas, Saham Sektor Kemasan di BEI Terkoreksi Tajam
Ekspansi Strategis ke Sektor Properti
Tidak hanya terpaku pada sektor manufaktur, gairah investasi sang “Value Investor” ini juga merambah ke sektor properti. Secara hampir bersamaan, Lo Kheng Hong terpantau memperkuat posisinya di PT Intiland Development Tbk (DILD) dengan menyerok tambahan 700 ribu lembar saham.
Langkah berani ini mendongkrak kepemilikannya di DILD hingga menyentuh angka 6,85%, atau setara dengan total 710,05 juta lembar saham. Diversifikasi portofolio yang dilakukan LKH di berbagai sektor industri ini menjadi bukti nyata komitmennya dalam mencari fundamental perusahaan yang solid di tengah fluktuasi pasar yang dinamis.
Aksi beli yang dilakukan Lo Kheng Hong sering kali dipandang sebagai sinyal positif bagi para pelaku pasar lainnya. Gaya investasinya yang sabar dan teliti selalu memberikan perspektif menarik bahwa di tengah hiruk-pikuk bursa, selalu ada peluang emas bagi mereka yang jeli melihat potensi jangka panjang.
Strategi Ekspansi ASLC: Siapkan Dana Rp 20 Miliar untuk Aksi Buyback Saham di Tahun 2026