Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh: Jejak Jakarta di Transformasi Arab Saudi

Budi Santoso | UpdateKilat
17 Mei 2026, 22:55 WIB
Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh: Jejak Jakarta di Transformasi Arab Saudi

UpdateKilat — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menorehkan jejak signifikan di panggung internasional. Kali ini, sosok yang dikenal dengan berbagai terobosan urban di ibu kota Indonesia tersebut dipercaya mengemban amanah sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (Royal Commission for Riyadh City atau RCRC) di Arab Saudi. Penunjukan ini bukan sekadar seremoni diplomasi, melainkan pengakuan nyata atas keberhasilan transformasi kota yang pernah dipimpinnya.

Kabar membanggakan ini terungkap saat Anies menghadiri gelaran prestisius Riyadh Competitiveness Forum (RCF) yang berlangsung pada medio Mei 2026. Dalam forum tersebut, Anies duduk bersama para pakar global dan pembuat kebijakan dari berbagai belahan dunia untuk merancang masa depan ibu kota Arab Saudi tersebut. Keterlibatan Anies di jajaran penasihat strategis ini memberikan dimensi baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya di bidang pengembangan infrastruktur dan tata kota modern.

Read Also

Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di FHUI, Universitas Indonesia Kedepankan Perlindungan Korban

Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di FHUI, Universitas Indonesia Kedepankan Perlindungan Korban

Misi Strategis di Balik Riyadh Competitiveness Forum

Melalui keterbukaan informasi di kanal media sosial resminya, Anies Baswedan membagikan momen-momen krusial selama tiga hari intensif di Riyadh. Forum ini bukan sekadar ajang diskusi biasa, melainkan platform strategis yang mempertemukan dewan penasihat internasional dengan jajaran pemerintah Kota Riyadh dan otoritas tertinggi Kerajaan Arab Saudi. Fokus utamanya adalah merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan daya saing Riyadh di kancah global.

Sebagai anggota dewan penasihat yang telah bergabung sejak setahun lalu, Anies membawa perspektif segar mengenai bagaimana sebuah kota yang padat dan kompleks dapat bertransformasi secara organik. Kehadirannya di RCF didampingi oleh tim ahli dari Karsa Citylab, sebuah entitas yang fokus pada riset dan solusi perkotaan. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan model pembangunan yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan ramah bagi penghuninya.

Read Also

Jejak Senyap Ki Bedil: Sang Maestro Senjata Api Ilegal yang Bersembunyi di Balik Bayang-Bayang Cipacing

Jejak Senyap Ki Bedil: Sang Maestro Senjata Api Ilegal yang Bersembunyi di Balik Bayang-Bayang Cipacing

Jakarta Sebagai Referensi Global: Keberhasilan Transportasi Terintegrasi

Salah satu poin paling menarik dalam agenda forum tersebut adalah ketertarikan mendalam pemerintah Arab Saudi terhadap pengalaman Jakarta. Selama ini, Jakarta sering kali dipandang sebelah mata dalam hal kemacetan. Namun, di bawah kepemimpinan Anies sebelumnya, lompatan besar dalam transportasi publik terintegrasi melalui sistem JakLingko, MRT, dan LRT telah mencuri perhatian dunia.

Anies mengungkapkan bahwa para pemangku kepentingan di Riyadh sangat antusias mempelajari bagaimana Jakarta mampu mensinergikan berbagai moda transportasi dalam waktu yang relatif singkat. Transformasi ini dianggap sebagai tolok ukur atau benchmark bagi Riyadh yang saat ini sedang gencar membangun infrastruktur transportasi massal sebagai bagian dari visi besar mereka. Jakarta kini bukan lagi sekadar kota yang belajar dari dunia, melainkan menjadi kota yang memberikan pelajaran berharga bagi peradaban global.

Read Also

Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pramono Anung Siapkan Strategi Jitu Dorong Warga Jakarta Gunakan Transportasi Umum

Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pramono Anung Siapkan Strategi Jitu Dorong Warga Jakarta Gunakan Transportasi Umum

“Sangat membanggakan melihat Riyadh begitu bersemangat belajar dari kota-kota dunia, di mana Jakarta dipandang sebagai salah satu referensi sukses dalam melakukan transformasi transportasi publik yang terintegrasi,” ungkap Anies dengan nada optimis. Hal ini membuktikan bahwa inovasi lokal yang dikerjakan dengan serius dapat memiliki resonansi hingga ke level internasional.

Membangun Kota yang Manusiawi dan Kompetitif

Diskusi di dalam Riyadh Competitiveness Forum tidak hanya berhenti pada urusan beton dan aspal. Anies menekankan pentingnya membangun kota yang memiliki jiwa. Konsep livable city atau kota layak huni menjadi pilar utama dalam gagasan yang ia tawarkan. Sebuah kota yang kompetitif di era modern adalah kota yang mampu memberikan kenyamanan bagi warganya, memiliki ruang terbuka hijau yang cukup, serta menjamin aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Arab Saudi, melalui program Vision 2030, memang tengah berupaya keras melakukan diversifikasi ekonomi dan modernisasi sosial. Riyadh diproyeksikan menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi kota terbesar di dunia. Untuk mencapai ambisi tersebut, masukan dari tokoh seperti Anies yang memiliki pengalaman langsung mengelola megapolitan dengan dinamika sosial yang tinggi menjadi sangat krusial. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial menjadi kunci yang terus digali dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Visi Masa Depan: Mendorong Kota-Kota di Indonesia Naik Kelas

Kehadiran Anies di panggung dunia ini membawa pesan kuat bagi pembangunan dalam negeri. Ia berharap pencapaian Jakarta yang kini diakui secara internasional dapat memicu semangat bagi kota-kota lain di Indonesia untuk terus berbenah. Menjadikan sebuah kota sebagai kota global bukan berarti menghilangkan jati diri lokal, melainkan meningkatkan standar layanan dan kualitas hidup setara dengan kota-kota maju lainnya.

Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi visi pengembangan kota ke depan menurut Anies Baswedan:

  • Integrasi Multimoda: Memastikan seluruh transportasi umum saling terhubung untuk memudahkan mobilitas warga tanpa hambatan.
  • Keberlanjutan Lingkungan: Menerapkan kebijakan ramah lingkungan dan ruang publik yang inklusif untuk menurunkan emisi karbon.
  • Digitalisasi Pelayanan: Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi birokrasi dan layanan publik di tingkat perkotaan.
  • Daya Saing Global: Menciptakan iklim investasi yang sehat namun tetap berpihak pada kesejahteraan penghuni asli kota.

“Kita harus dorong bersama agar semakin banyak kota di Indonesia yang naik kelas. Menjadi kota yang ramah, nyaman bagi penghuni, dan memikat bagi pengunjung. Inilah esensi dari semangat kota global yang harus kita bawa,” tambah Anies. Ia menegaskan bahwa posisi Jakarta saat ini harus menjadi katalisator bagi transformasi urban di seluruh nusantara.

Diplomasi Urban: Wajah Baru Pengaruh Indonesia

Keterlibatan tokoh Indonesia dalam dewan penasihat kerajaan di Timur Tengah menandai babak baru dalam diplomasi non-formal. Ini bukan lagi soal hubungan antar-pemerintah semata, tetapi diplomasi berbasis keahlian dan rekam jejak. Keberhasilan Anies Baswedan dalam memposisikan diri sebagai konsultan strategis internasional menunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing di level tertinggi pengambilan kebijakan global.

Dengan bergabungnya Anies dalam Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, diharapkan terjalin pertukaran ilmu yang lebih intensif antara Indonesia dan Arab Saudi. Pengalaman teknis dari Riyadh dalam mengelola dana investasi besar dan visi jangka panjang mereka juga bisa menjadi inspirasi bagi perencanaan pembangunan kota-kota baru di Indonesia, termasuk dalam konteks keberlanjutan ekonomi pasca-pandemi.

Kesimpulan: Menjadi Tamu Memesona di Panggung Dunia

Menutup pernyataannya, Anies Baswedan menegaskan bahwa peran yang ia ambil saat ini adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk membawa nama Indonesia ke kancah yang lebih luas. Ia ingin membuktikan bahwa Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam tren global, melainkan pemain aktif yang gagasan-gagasannya didengarkan dan diterapkan.

“Inilah wujud nyata Jakarta sebagai kota global. Kita tidak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik di negeri sendiri, tetapi juga ingin menjadi tamu yang memesona dan memberi dampak di panggung dunia,” tutupnya. Langkah Anies di Riyadh ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pemimpin daerah lainnya untuk terus berinovasi, sehingga kelak, standar kemajuan sebuah kota di dunia akan sering merujuk pada apa yang telah dicapai di tanah air.

Setiap langkah pembangunan di Riyadh kini akan memiliki sedikit ‘sidik jari’ dari pengalaman Jakarta, sebuah kolaborasi lintas batas yang diharapkan mampu melahirkan solusi perkotaan yang lebih baik bagi masa depan umat manusia.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *