Gibran Rakabuming Raka Kawal Program Strategis Prabowo di Jombang: Sinergi Pemerintah dan Pesantren Menuju Swasembada Pangan

Budi Santoso | UpdateKilat
10 Mei 2026, 20:55 WIB
Gibran Rakabuming Raka Kawal Program Strategis Prabowo di Jombang: Sinergi Pemerintah dan Pesantren Menuju Swasembada Pa

UpdateKilat — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan roda pemerintahan berjalan selaras hingga ke akar rumput. Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Gibran secara khusus menyambangi Bumi Jombang untuk menghadiri agenda spiritual sekaligus koordinasi strategis. Kehadiran sang Wakil Presiden di tengah para kiai dan santri ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah langkah nyata untuk mengawal janji-janji politik Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Safari Pembangunan di Jantung Jawa Timur

Langkah kaki Gibran Rakabuming Raka di tanah Jawa Timur terasa kian mantap. Setelah sebelumnya melakukan peninjauan di wilayah Pacitan dan Trenggalek, putra sulung Presiden ke-7 RI ini melanjutkan safarinya menuju Kabupaten Jombang. Agenda utama kali ini adalah menghadiri pengajian umum dalam rangka Haul ke-55 K.H. Abd. Wahab Chasbullah yang digelar di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, pada Minggu (10/5).

Read Also

Wamendagri Bima Arya Dorong WFH ASN Jadi Revolusi Budaya Kerja dan Solusi Efisiensi Energi

Wamendagri Bima Arya Dorong WFH ASN Jadi Revolusi Budaya Kerja dan Solusi Efisiensi Energi

Di hadapan ribuan jamaah dan tokoh masyarakat, Gibran menegaskan bahwa kunjungannya ke daerah-daerah bukan hanya sekadar kunjungan kerja formal. Ia membawa misi besar untuk memastikan bahwa setiap butir program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tidak berhenti di meja birokrasi, melainkan mendarat dengan tepat di tangan rakyat. Didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Gibran mencoba menyelami dinamika lapangan guna mengidentifikasi hambatan yang mungkin muncul dalam implementasi kebijakan pusat di tingkat daerah.

Amanat Khusus untuk Para Kiai dan Stakeholder Daerah

Salah satu momen krusial dalam sambutan Gibran adalah ketika ia secara eksplisit menitipkan pengawalan program-program unggulan kepada para pemangku kepentingan di daerah. Gibran menyadari bahwa pemerintah pusat tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan institusi keagamaan seperti pondok pesantren untuk mewujudkan tatanan sosial yang lebih baik.

Read Also

OTT KPK di Tulungagung: Bupati Dikabarkan Terjaring dalam Operasi Senyap Komisi Antirasuah

OTT KPK di Tulungagung: Bupati Dikabarkan Terjaring dalam Operasi Senyap Komisi Antirasuah

“Saya menitipkan pesan khusus kepada Bapak Kiai, Bapak Kapolri, Ibu Gubernur, serta seluruh jajaran Forkopimda yang hadir untuk senantiasa mengawal program-program prioritas Bapak Presiden,” ujar Gibran dengan nada penuh penekanan. Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan program pemerintah kini bersifat kolaboratif dan lintas sektoral.

Beberapa program yang menjadi sorotan utama dalam amanat tersebut antara lain:

  • Makan Bergizi Gratis (MBG): Inisiatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui asupan nutrisi yang terjamin bagi anak-anak sekolah.
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG): Upaya preventif pemerintah dalam menjaga kebugaran masyarakat secara massal dan berkelanjutan.
  • Koperasi Desa Merah Putih: Sebuah langkah revitalisasi ekonomi kerakyatan berbasis desa untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
  • Kampung Nelayan Merah Putih: Transformasi kawasan pesisir guna meningkatkan kesejahteraan para pahlawan protein bangsa.

Pesantren Bahrul Ulum: Inkubator Pemimpin dan Inovasi

Gibran tidak hanya bicara soal birokrasi, ia juga memberikan apresiasi setinggi langit terhadap peran strategis pondok pesantren. Menurutnya, pesantren adalah aset terbesar yang dimiliki Indonesia, terutama dalam kapasitasnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dalam pandangan Gibran, merupakan contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan agama mampu mencetak tokoh-tokoh hebat yang mewarnai sejarah bangsa.

Read Also

Dendam dan Dalih Menjaga Marwah: Mengurai Fakta Persidangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Andrie Yunus

Dendam dan Dalih Menjaga Marwah: Mengurai Fakta Persidangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Andrie Yunus

Dalam catatan sejarahnya, Bahrul Ulum telah melahirkan nama-nama besar seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, hingga mantan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Kehadiran tokoh-tokoh ini membuktikan bahwa kurikulum pesantren mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religiusitas yang fundamental.

Gibran secara khusus memuji keberanian Bahrul Ulum dalam mengembangkan sayap pendidikan tinggi. Di bawah naungan pesantren ini, berdiri berbagai program studi yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini, mulai dari teknologi informasi, ekonomi, hingga pendidikan. Inovasi pendidikan inilah yang dianggap Gibran sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan di masa depan.

Sinergi Pendidikan dan Swasembada Pangan

Ada satu hal menarik yang mencuri perhatian Wakil Presiden dalam kunjungannya di Tambakberas, yakni keberadaan jurusan pertanian di lingkungan kampus binaan pesantren tersebut. Bagi Gibran, hal ini adalah sebuah kebetulan yang sangat menguntungkan sekaligus strategis. Mengapa demikian? Karena salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo adalah mencapai swasembada pangan yang berdaulat.

“Karena di sini ada jurusan pertanian, ini sangat sejalan dengan visi Bapak Presiden. Kita butuh tenaga-tenaga ahli dari kalangan santri yang tidak hanya paham kitab kuning, tetapi juga paham bagaimana mengelola lahan dan teknologi pertanian modern,” ungkapnya. Gibran melihat potensi besar di mana santri bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan di pedesaan.

Dengan integrasi antara ilmu agama dan ilmu terapan, diharapkan lulusan pesantren mampu menjawab tantangan krisis pangan global. Pemerintah pun berkomitmen untuk memberikan ruang bagi para akademisi dari lingkungan pesantren untuk berkontribusi dalam riset dan pengembangan sektor agrikultur nasional.

Menjaga Momentum Pembangunan di Jawa Timur

Jawa Timur, sebagai salah satu lumbung pangan dan basis santri terbesar di Indonesia, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi dalam skema pembangunan nasional. Gibran memahami betul bahwa jika program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis sukses dijalankan di Jawa Timur, maka separuh keberhasilan nasional sudah berada di tangan.

Melalui pengawalan ketat dan koordinasi yang intensif, Gibran berharap Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam hal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Doa dan dukungan dari para ulama diharapkan menjadi energi tambahan bagi pemerintah untuk tetap konsisten berada di jalur keberpihakan kepada rakyat kecil.

Kunjungan ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang kental, menunjukkan bahwa antara umara (pemerintah) dan ulama (pemimpin agama) terdapat ikatan batin yang kuat demi kemajuan bangsa. Gibran Rakabuming Raka telah menegaskan posisinya: ia adalah pengawal setia visi besar Indonesia Maju, yang siap turun ke bawah demi memastikan setiap rupiah anggaran negara berubah menjadi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *