Mengenang Ryamizard Ryacudu: Sosok di Balik Lahirnya KRI Bima Suci dan Dedikasi Tanpa Batas untuk Matra Laut

Budi Santoso | UpdateKilat
31 Mei 2026, 20:55 WIB
Mengenang Ryamizard Ryacudu: Sosok di Balik Lahirnya KRI Bima Suci dan Dedikasi Tanpa Batas untuk Matra Laut

UpdateKilat — Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu, telah berpulang ke hadapan Sang Khalik. Kepergian sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2014-2019 ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar TNI Angkatan Darat tempat ia berasal, tetapi juga bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Laut. Salah satu testimoni paling menyentuh datang dari Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi, yang mengenang almarhum bukan sekadar sebagai atasan, melainkan sebagai mentor dan pendukung utama modernisasi armada laut Indonesia.

Saksi Bisu Modernisasi: Dari KRI Dewaruci Menuju KRI Bima Suci

Di balik ketegasan khas prajurit infanteri, Ryamizard Ryacudu memiliki visi yang sangat tajam mengenai pentingnya kekuatan maritim. Laksamana (Purn) Ade Supandi menceritakan sebuah fragmen sejarah yang mungkin belum banyak diketahui publik, yakni peran krusial Ryamizard dalam proses pengadaan KRI Bima Suci. Kapal layar latih legendaris ini merupakan penerus dari sang legenda samudera, KRI Dewaruci, yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Read Also

Misteri Keracunan MBG di Jaktim: Dinkes DKI Soroti Jeda Waktu Distribusi Spageti yang Terlalu Lama

Misteri Keracunan MBG di Jaktim: Dinkes DKI Soroti Jeda Waktu Distribusi Spageti yang Terlalu Lama

Ade Supandi mengenang bagaimana koordinasi intensif dilakukan saat Ryamizard menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Menurutnya, tanpa dukungan penuh dari sang menteri, transisi dari Dewaruci ke Bima Suci mungkin tidak akan berjalan sehalus itu. “Bagi saya sendiri, ini sangat berkesan. Salah satu hal yang akan selalu saya ingat adalah waktu itu saya merencanakan dengan beliau untuk penggantian KRI Dewaruci,” ungkap Ade dengan nada penuh haru saat melayat ke rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor.

Proses panjang tersebut melibatkan perjalanan teknis yang rumit, mulai dari perencanaan matang di meja birokrasi hingga momen simbolis steel cutting atau pemotongan baja pertama di galangan kapal Freire, Spanyol. Ryamizard, menurut Ade, selalu memberikan dukungan luar biasa, memantau setiap progres mulai dari peluncuran hingga tahap commissioning atau peresmian kapal masuk ke jajaran armada TNI AL.

Read Also

Gerak Cepat TNI AD: Tuntaskan 300 Jembatan Gantung dan Renovasi Sekolah dalam Waktu Singkat

Gerak Cepat TNI AD: Tuntaskan 300 Jembatan Gantung dan Renovasi Sekolah dalam Waktu Singkat

Pentingnya Kapal Latih bagi Kaderisasi Perwira Matra Laut

Bagi seorang perwira laut, kapal latih bukan sekadar kendaraan di atas air. Kapal tersebut adalah laboratorium mental dan fisik tempat karakter calon pemimpin TNI AL ditempa. Ade Supandi menekankan bahwa Ryamizard sangat memahami filosofi ini. Meskipun almarhum merupakan perwira tinggi Angkatan Darat, pemahamannya terhadap kebutuhan matra lain sangatlah komprehensif.

“Bagaimanapun juga, keberadaan kapal latih bagi Angkatan Laut merupakan dasar pembinaan skill dan keterampilan para perwira matra laut. Hal itu sangat didukung oleh beliau semasa menjabat sebagai Menteri Pertahanan,” tambah Ade. Dukungan Ryamizard terhadap pengadaan kapal layar tipe Barque ini membuktikan bahwa ia memandang pertahanan negara sebagai satu kesatuan yang tidak terkotak-kotak oleh ego sektoral matra.

Read Also

“Curhat” Saleh Daulay di Ruang Sidang: Antara Protokoler, Etika Sapaan, dan Strategi Besar Pariwisata Indonesia

“Curhat” Saleh Daulay di Ruang Sidang: Antara Protokoler, Etika Sapaan, dan Strategi Besar Pariwisata Indonesia

KRI Bima Suci kini berdiri tegak sebagai simbol diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional, meneruskan tradisi Arung Samudera yang sebelumnya dijalankan oleh KRI Dewaruci. Keberhasilan ini, menurut Ade, adalah salah satu warisan nyata dari tangan dingin seorang Ryamizard Ryacudu.

Jejak Karier Sang Prajurit Sejati: Dari Kostrad hingga Medan Tempur

Nama Ryamizard Ryacudu identik dengan profesionalisme militer yang kaku namun berwibawa. Sebelum dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengisi kursi Menteri Pertahanan, ia telah mengukir prestasi gemilang di lingkungan internal TNI. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Panglima Komandan Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), sebuah posisi prestisius yang menunjukkan kapasitas kepemimpinannya di unit elit.

Tak berhenti di situ, kariernya memuncak saat ia dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Selama masa baktinya, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada kesejahteraan prajurit dan kedaulatan wilayah NKRI. Filosofi “Old Soldier Never Die” yang sering dikutip oleh rekan-rekannya, termasuk Prabowo Subianto, seakan menjadi cerminan bahwa meski telah pensiun dari dinas aktif, jiwa pengabdian Ryamizard tidak pernah padam hingga napas terakhirnya.

Ia wafat pada usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah berjuang melawan kondisi kesehatannya. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam dunia pertahanan Indonesia. Sosok yang dikenal blak-blakan dan tegas ini selalu mengedepankan kepentingan nasional di atas segalanya, menjadikannya figur yang disegani kawan maupun lawan politik.

Penghormatan Terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum sejak kabar duka tersiar pada Minggu pagi. Para pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, kolega militer, hingga masyarakat umum, tampak memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Ade Supandi, mewakili rekan sejawat, menyampaikan doa terbaik agar almarhum mendapatkan tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya mendoakan beliau lapang alam kuburnya, diampuni segala dosanya, dan tentu saja menjadi ahli surga,” ucap Ade menutup kenangannya. Kepergian Ryamizard menjadi pengingat bagi generasi penerus TNI bahwa dedikasi terhadap bangsa harus melampaui kepentingan pribadi atau golongan.

Sesuai dengan protokol kenegaraan, almarhum Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu dijadwalkan akan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Lokasi ini menjadi tempat peristirahat terakhir yang layak bagi seorang patriot yang telah menghibahkan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan tanah air. Selamat jalan Sang Jenderal, jasa-jasamu akan terus berlayar bersama KRI Bima Suci membelah samudera dunia.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *