Temuan Mengejutkan di Depok: Ribuan Hewan Kurban Dinyatakan Tidak Layak, DKP3 Ambil Tindakan Tegas

Budi Santoso | UpdateKilat
29 Mei 2026, 02:54 WIB
Temuan Mengejutkan di Depok: Ribuan Hewan Kurban Dinyatakan Tidak Layak, DKP3 Ambil Tindakan Tegas

UpdateKilat — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim, kesiapan hewan kurban menjadi prioritas utama guna menjamin aspek kesehatan dan kesesuaian syariat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan tersebut, sebuah fakta mengejutkan muncul dari hasil inspeksi lapangan di Kota Depok. Ribuan hewan yang dijajakan di berbagai lapak ditemukan tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk dijadikan kurban tahun ini.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok bergerak cepat melakukan penyisiran intensif ke ratusan titik penjualan. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan bagi konsumen agar mendapatkan hewan yang benar-benar berkualitas, sehat, dan memenuhi rukun ibadah. Hasilnya, ditemukan sebanyak 1.454 ekor hewan kurban yang terpaksa diberi label “tidak layak” oleh petugas karena berbagai faktor medis maupun administratif.

Read Also

OTT KPK di Tulungagung: Bupati Dikabarkan Terjaring dalam Operasi Senyap Komisi Antirasuah

OTT KPK di Tulungagung: Bupati Dikabarkan Terjaring dalam Operasi Senyap Komisi Antirasuah

Pengawasan Ketat di Balik Gemuruh Persiapan Idul Adha

Laporan terbaru yang dihimpun oleh tim redaksi menunjukkan bahwa intensitas pemeriksaan hewan kurban tahun ini meningkat signifikan. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok, Harry Adam Fauzi, mengungkapkan bahwa personil kesehatan hewan dikerahkan secara masif untuk memastikan setiap hewan kurban yang beredar di wilayahnya telah melalui proses kurasi yang ketat. Pemeriksaan dilakukan secara acak namun menyeluruh, menyasar lapap-lapak pedagang yang menjamur di pinggir jalan hingga sentra peternakan besar.

Hingga Kamis (28/5/2026), tercatat sebanyak 428 lapak telah disambangi oleh petugas. Dari ratusan titik tersebut, total populasi hewan yang diperiksa mencapai angka yang fantastis, yakni 33.847 ekor. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme warga Depok dan para pedagang dalam menyambut Idul Adha, namun sekaligus menjadi tantangan besar bagi otoritas terkait dalam menjaga standar kualitas pangan asal hewan.

Read Also

Tragedi Berdarah di Tapos: Ibu dan Anak di Depok Jadi Korban Perampokan Sadis, Pelaku Gunakan Samurai

Tragedi Berdarah di Tapos: Ibu dan Anak di Depok Jadi Korban Perampokan Sadis, Pelaku Gunakan Samurai

Bedah Data: Mengapa 1.454 Hewan Dinyatakan Tidak Layak?

Berdasarkan rincian teknis yang dipaparkan oleh Adam, populasi hewan yang diperiksa mencakup berbagai jenis ternak, mulai dari 12.910 ekor sapi, 15.108 ekor kambing, 5.823 ekor domba, hingga enam ekor kerbau yang tergolong langka di perkotaan. Kabar baiknya, mayoritas hewan yakni sebanyak 32.393 ekor dinyatakan dalam kondisi prima dan layak untuk dikonsumsi maupun dijadikan kurban.

Namun, sorotan tajam tertuju pada 1.454 ekor yang dinyatakan gagal memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 646 ekor hewan dinyatakan tidak layak karena alasan fisik yang mendasar: belum cukup umur (musinnah), mengalami cacat permanen, atau memiliki kondisi tubuh yang terlalu kurus. Dalam konteks ibadah kurban, kriteria umur dan kesempurnaan fisik merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar, sehingga hewan-hewan ini otomatis didiskualifikasi dari daftar kurban layak.

Read Also

Insiden Jakarta Blackout: Drama Evakuasi 10 Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus

Insiden Jakarta Blackout: Drama Evakuasi 10 Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus

Mengidentifikasi Penyakit yang Mengintai Hewan Kurban

Selain faktor usia dan fisik, aspek kesehatan medis menjadi perhatian utama DKP3. Sebanyak 808 ekor hewan lainnya ditemukan mengidap berbagai gejala penyakit yang mengkhawatirkan. Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat memilih hewan di lapak-lapak terbuka.

  • Gangguan Mata: Banyak ditemukan ternak yang mengalami iritasi hebat hingga infeksi pada bagian mata yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kebutaan.
  • Penyakit Kulit: Indikasi adanya luka, koreng, atau jamur pada kulit yang bisa menurunkan kualitas daging dan estetika hewan.
  • Masalah Pernapasan: Beberapa hewan menunjukkan gejala batuk atau sesak napas, yang sering kali dipicu oleh polusi udara di pinggir jalan atau kelelahan saat mobilisasi dari luar daerah.
  • Gangguan Pencernaan: Ditemukan indikasi diare atau kembung yang sangat berisiko bagi kesehatan metabolisme hewan menjelang hari penyembelihan.

Adam menegaskan bahwa keberadaan penyakit-penyakit ini menjadi penghalang utama bagi seekor hewan untuk dikurbankan. “Kesehatan hewan adalah jaminan kualitas daging yang akan dibagikan kepada masyarakat luas. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun,” tegasnya saat memberikan keterangan pers.

Strategi Isolasi: Memastikan Hanya yang Terbaik Sampai ke Tangan Warga

Menanggapi temuan tersebut, DKP3 Kota Depok tidak tinggal diam. Langkah penanganan medis langsung dilakukan di lokasi temuan. Hewan-hewan yang terindikasi sakit segera dipisahkan dari kelompok hewan yang sehat untuk mencegah penularan yang lebih luas. Proses isolasi ini menjadi kunci agar wabah penyakit ternak tidak meluas di tengah kepadatan lapak.

“Kami telah menginstruksikan para pedagang untuk menempatkan hewan bergejala di kandang isolasi. Tim medis kami juga memberikan pengobatan sesuai prosedur, baik berupa pemberian vitamin, antibiotik, maupun perawatan luka luar,” tambah Adam. Melalui intervensi ini, diharapkan hewan yang sakit ringan dapat segera pulih, meskipun tetap harus melalui evaluasi ulang sebelum dinyatakan layak jual kembali di Kota Depok.

Sebaran Lokasi Pemeriksaan di 11 Kecamatan

Komitmen DKP3 dalam menjaga keamanan pangan terlihat dari meratanya sebaran pemeriksaan di seluruh penjuru kota. Tidak ada satu pun kecamatan di Depok yang luput dari pantauan. Berikut adalah peta sebaran pemeriksaan yang telah dilakukan:

  1. Bojongsari: 41 titik pemeriksaan
  2. Beji: 20 titik pemeriksaan
  3. Cimanggis: 55 titik pemeriksaan
  4. Cilodong: 42 titik pemeriksaan
  5. Cipayung: 19 titik pemeriksaan
  6. Pancoran Mas: 45 titik pemeriksaan
  7. Sawangan: 60 titik pemeriksaan
  8. Sukmajaya: 44 titik pemeriksaan
  9. Tapos: 49 titik pemeriksaan
  10. Cinere: 23 titik pemeriksaan
  11. Limo: 30 titik pemeriksaan

Kecamatan Sawangan dan Cimanggis menjadi wilayah dengan jumlah titik pemeriksaan terbanyak, mengingat kedua kawasan ini sering menjadi pusat distribusi hewan ternak yang datang dari luar wilayah Jawa Barat.

Edukasi bagi Warga: Cara Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat

Melihat tingginya angka temuan hewan tidak layak, masyarakat dihimbau untuk lebih proaktif dan cerdas dalam bertransaksi. Membeli hewan kurban bukan sekadar soal harga yang murah, melainkan soal keabsahan ibadah. Beberapa tips yang bisa diterapkan oleh calon pekurban antara lain adalah mengecek kelengkapan gigi hewan untuk memastikan usia (sudah ganti gigi depan atau kupak), memastikan mata hewan jernih dan tidak merah, serta memperhatikan keaktifan hewan tersebut.

Selain itu, pastikan hewan memiliki nafsu makan yang baik dan berdiri dengan tegap tanpa ada tanda-tanda kepincangan. Keberadaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari instansi terkait juga menjadi dokumen penting yang patut ditanyakan kepada pedagang sebagai bukti bahwa hewan tersebut telah lolos verifikasi dari DKP3 Depok.

Pemeriksaan maraton ini dipastikan akan terus berlanjut hingga hari-hari tasyrik berakhir. “Kami akan tetap bersiaga dan melakukan pengecekan secara berkala hingga Jumat, 29 Mei. Tujuannya hanya satu, memberikan rasa aman bagi masyarakat Depok dalam menjalankan ibadah kurban mereka tahun ini,” pungkas Adam dengan penuh keyakinan.

Dengan pengawasan yang tanpa kompromi ini, warga diharapkan tidak perlu merasa was-was. Koordinasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam merayakan Idul Adha yang bersih, sehat, dan penuh berkah.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *