Insiden Jakarta Blackout: Drama Evakuasi 10 Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus
UpdateKilat — Sebuah insiden mendebarkan mewarnai pemadaman listrik massal yang melanda Jakarta pada Kamis (9/4/2026) malam. Sebanyak sepuluh orang dilaporkan terjebak di dalam lift Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan, setelah pasokan daya tiba-tiba terhenti total. Peristiwa yang sempat memicu kepanikan ini menjadi sorotan luas setelah sejumlah rekaman amatir beredar di jagat maya.
Situasi mencekam tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @ijoeel, yang berada di lokasi saat gangguan listrik terjadi. Menurut kesaksiannya, kondisi di sekitar kawasan Lebak Bulus mendadak gelap gulita, bertepatan dengan berhentinya operasional fasilitas stasiun secara mendadak. “Kebetulan saya sedang di daerah Lebak Bulus untuk lanjut naik MRT. Kaget sekali melihat listrik padam, dan ternyata benar, ada warga yang terjepit di dalam lift,” ungkapnya dalam narasi yang diunggahnya.
Akselerasi Pemulihan Infrastruktur Sumatera: Strategi Satgas PRR Bangun Konektivitas Tangguh Pascabencana
Gerak Cepat Petugas Gabungan di Lapangan
Meski suasana di lokasi sempat diwarnai ketegangan, proses evakuasi dilaporkan berlangsung sangat taktis dan profesional. Pihak manajemen MRT Jakarta segera melakukan koordinasi kilat dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan serta tim medis dari PK3D Dinas Kesehatan DKI Jakarta guna memastikan keselamatan para korban.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan sedikitnya tujuh personel dibantu Satgas Pejaten Timur untuk menangani keadaan darurat tersebut. “Total ada sepuluh orang yang terjebak di dalam satu lift. Kami mengerahkan unit truk penyelamat untuk mempermudah akses pertolongan. Alhamdulillah, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa cedera berarti,” jelas Asril saat dikonfirmasi.
Tragedi Flyover Green Lake Tangerang: Kehilangan Kendali, Seorang Pelajar Tewas Terhempas
Dampak Blackout Terhadap Fasilitas Publik
Terhentinya aliran listrik ini ternyata merupakan bagian dari pemadaman massal yang berdampak pada sejumlah wilayah strategis di ibu kota. PLN UID Jakarta Raya mencatat adanya gangguan sistem pada beberapa Gardu Induk (GI) yang menyuplai kelistrikan Jakarta. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyebutkan bahwa tim teknis di lapangan terus berupaya melakukan pemulihan daya secara bertahap, dengan fokus utama pada fasilitas layanan publik.
Di sisi lain, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengakui adanya degradasi layanan fasilitas akibat insiden mati lampu ini. Beberapa sarana penunjang seperti eskalator, elevator, hingga sistem penerangan di stasiun terdampak sempat lumpuh total. Namun, Rendy menegaskan bahwa aspek utama transportasi tetap terkendali.
Tangis dan Amarah Ibu Korban Air Keras Johar Baru: Mengapa Pelaku Bisa Melenggang Bebas?
“Kami memastikan bahwa gangguan kelistrikan ini tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan kereta. Fokus utama kami adalah mitigasi keselamatan penumpang dan memastikan seluruh fasilitas pendukung kembali beroperasi normal secepat mungkin,” pungkas Rendy. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Stasiun MRT Lebak Bulus dilaporkan telah berangsur pulih, meski PLN masih melakukan penormalan di wilayah lain seperti Angke dan sekitarnya.