Strategi Iding Pardi Perkuat Kredibilitas Pasar Modal: Fokus Tata Kelola Menuju Kursi Nomor Satu BEI

Kevin Wijaya | UpdateKilat
20 Mei 2026, 14:57 WIB
Strategi Iding Pardi Perkuat Kredibilitas Pasar Modal: Fokus Tata Kelola Menuju Kursi Nomor Satu BEI

UpdateKilat — Di tengah hiruk-pikuk pergerakan indeks yang fluktuatif dan bayang-bayang sentimen global yang tak menentu, sebuah optimisme menyembul dari koridor Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sosok Iding Pardi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), muncul dengan keyakinan penuh untuk membawa angin segar bagi masa depan pasar modal tanah air. Dalam langkah besarnya mencalonkan diri sebagai Direktur Utama BEI periode 2026-2029, Iding membawa narasi kuat yang bertumpu pada satu pilar utama: penguatan tata kelola atau governance.

Visi ini bukan sekadar jargon tanpa makna. Bagi Iding, integritas pasar adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saat ditemui di tengah kesibukannya di kawasan SCBD, Jakarta, ia menegaskan bahwa fondasi yang kokoh adalah prasyarat mutlak agar pasar modal Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas. Optimisme yang ia usung lahir dari pemahaman mendalam mengenai struktur pasar dan kebutuhan mendesak akan transparansi yang lebih mumpuni demi menarik minat investasi saham yang lebih luas.

Read Also

Aksi Borong Saham BSDE oleh Paraga Arta Mida: Sinyal Kuat Optimisme Raksasa Properti di Tahun 2026

Aksi Borong Saham BSDE oleh Paraga Arta Mida: Sinyal Kuat Optimisme Raksasa Properti di Tahun 2026

Optimisme di Tengah Gejolak Pasar Global

Dinamika pasar modal memang tak pernah lepas dari tekanan. Mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral global hingga ketegangan geopolitik yang kerap memicu volatilitas tinggi. Namun, bagi Iding Pardi, sentimen negatif tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kemajuan industri bursa domestik. Ia percaya bahwa sistem yang kredibel akan menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

“Iya, harus optimis,” ungkap Iding dengan nada tenang namun penuh keyakinan. Kalimat singkat ini mencerminkan mentalitas seorang pemimpin yang siap menakhodai institusi sebesar Bursa Efek Indonesia di masa depan. Ia menilai bahwa naik-turunnya pasar adalah fenomena yang dipengaruhi oleh banyak variabel makro, tetapi kualitas institusi pengelola pasar adalah variabel yang sepenuhnya bisa dikendalikan dan diperbaiki secara internal.

Read Also

Wall Street Cetak Sejarah Baru: Saham Apple Pimpin Reli di Tengah Fluktuasi Pasar Global

Wall Street Cetak Sejarah Baru: Saham Apple Pimpin Reli di Tengah Fluktuasi Pasar Global

Fokus pada governance yang ia tawarkan mencakup spektrum yang luas, mulai dari sisi regulator, penyelenggara bursa, hingga para emiten dan anggota bursa itu sendiri. Menurut Iding, pasar yang sehat hanya bisa tercipta jika seluruh ekosistem memiliki komitmen yang sama terhadap keterbukaan informasi dan kepatuhan pada regulasi yang berlaku.

Tata Kelola: Fondasi Menuju Pasar Modal yang Prudent

Mengapa tata kelola menjadi begitu krusial di mata Iding Pardi? Jawabannya terletak pada kepercayaan investor. Dalam dunia keuangan, kepercayaan adalah komoditas yang paling berharga. Tanpa tata kelola yang baik, investor—terutama investor asing dan ritel—akan ragu untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang.

Iding merincikan bahwa penguatan tata kelola ini harus diimplementasikan secara menyeluruh. “Kita ingin memperkuat governance. Governance dari bursa tentunya, governance dari market, karena itu menjadi fondasi utama dari pasar kita untuk bertumbuh lebih sehat lagi,” jelasnya. Ia menekankan bahwa misi utama bursa adalah menciptakan pasar yang wajar, teratur, aman, dan efisien. Targetnya jelas: menjadikan BEI sebagai destinasi investasi yang paling terpercaya di kawasan regional.

Read Also

Ketegangan AS-Iran Mereda, Bursa Saham Asia Pasifik Meledak Usai Trump Tangguhkan Serangan

Ketegangan AS-Iran Mereda, Bursa Saham Asia Pasifik Meledak Usai Trump Tangguhkan Serangan

Melalui pendekatan yang lebih prudent atau hati-hati dalam pengelolaan bursa, Iding berharap dapat meminimalisir praktik-praktik yang merugikan integritas pasar. Dengan demikian, pertumbuhan kapitalisasi pasar yang sering kita banggakan akan sejalan dengan meningkatnya kualitas perlindungan bagi para pemodal.

Sistem Paket dan Kekuatan Tim yang Solid

Perjalanan Iding Pardi menuju kursi kepemimpinan BEI dilakukan melalui mekanisme sistem paket, sebuah aturan unik dalam pemilihan direksi bursa di mana setiap calon harus mengajukan satu tim lengkap. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan sinergi dan kekompakan antardirektur dalam menjalankan kebijakan bursa di masa mendatang. Iding telah mengonfirmasi bahwa tim yang ia pimpin terdiri dari para profesional lintas sektor yang memiliki rekam jejak mumpuni di pasar modal.

Berikut adalah susunan paket calon direksi BEI yang akan mendampingi Iding Pardi dalam kontestasi ini:

  • Calon Direktur Utama: Iding Pardi (Saat ini menjabat Dirut KPEI)
  • Calon Direktur: Zaki Mubarak (Direktur PT Elit Sukses Sekuritas)
  • Calon Direktur: Yulianto Aji Sadono (Kadiv Pengawasan Transaksi BEI)
  • Calon Direktur: Umi Kulsum (Direktur KPEI)
  • Calon Direktur: Ahmad Subagja (Mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas)
  • Calon Direktur: Yohannes Liauw (Direktur Pefindo Biro Kredit)
  • Calon Direktur: Andre Tjahjamuljo (Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia)

Kombinasi nama-nama di atas menunjukkan adanya upaya untuk menyatukan berbagai perspektif, mulai dari sisi pengawasan transaksi, operasional kliring, hingga pengalaman di perusahaan efek global. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleksitas pasar modal yang semakin berkembang pesat, termasuk dalam menghadapi tren digitalisasi dan instrumen keuangan baru.

Pengalaman Back Office: Senjata Rahasia Iding Pardi

Salah satu poin menarik dari pencalonan Iding Pardi adalah latar belakangnya yang kuat di sektor back office dan manajemen risiko. Sebagai nakhoda di KPEI, ia terbiasa menangani aspek-aspek krusial yang seringkali tidak terlihat di permukaan, namun menjadi jantung dari setiap transaksi saham. Ia menilai pengalaman ini sangat relevan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan struktural di BEI saat ini.

“Pengalaman saya bekerja di back office sangat relevan dengan permasalahan utama di bursa efek saat ini,” tutur Iding. Pernyataan ini merujuk pada pentingnya penyelesaian transaksi yang aman dan manajemen risiko yang ketat. Di bawah kepemimpinannya nanti, ia ingin memastikan bahwa setiap detik transaksi yang terjadi di lantai bursa didukung oleh infrastruktur yang tangguh dan tata kelola yang tanpa celah.

Langkah Iding mencalonkan diri juga didasari oleh keinginan untuk berkontribusi lebih besar bagi kemajuan ekonomi nasional. Baginya, pasar modal yang kuat adalah cerminan dari ekonomi negara yang sehat. Dengan pengalaman panjangnya, ia merasa terpanggil untuk membawa BEI ke level yang lebih tinggi, setara dengan bursa-bursa ternama di dunia dalam hal tata kelola perusahaan.

Menanti Hasil RUPSLB Juni 2026

Proses seleksi direksi BEI kini tengah memasuki fase krusial. Iding Pardi mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melengkapi berbagai dokumen persyaratan untuk diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah melalui proses fit and proper test dari regulator, penentuan akhir akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

Antusiasme pasar terhadap kepemimpinan baru ini cukup tinggi, mengingat tantangan pasar modal Indonesia ke depan akan semakin besar. Selain penguatan tata kelola, publik juga menantikan bagaimana kepemimpinan baru nantinya akan merespons tren keberlanjutan (ESG) dan pengembangan pasar modal syariah yang saat ini tengah naik daun. Kapitalisasi saham syariah yang terus tumbuh menjadi peluang besar yang harus dikelola dengan manajemen bursa yang visioner.

Dengan fokus pada transparansi, keadilan, dan efisiensi, Iding Pardi dan timnya kini bersiap untuk meyakinkan para pemegang saham bursa. Akankah visi tata kelola yang ia usung menjadi kunci kemenangan dalam RUPSLB nanti? Satu yang pasti, pasar modal Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berani bermimpi besar, tetapi juga mampu membangun fondasi yang kokoh demi masa depan yang berkelanjutan.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *