Izin Dicabut Permanen! B Fashion Hotel dan The Seven Jakarta Barat Terbukti Jadi Sarang Narkoba Lintas Lapas
UpdateKilat — Langkah berani dan tanpa kompromi baru saja diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam upaya membersihkan wajah pariwisata ibu kota dari noda gelap peredaran gelap narkotika. Dua destinasi hiburan malam populer di Jakarta Barat, yakni B Fashion Hotel dan The Seven, secara resmi telah dicabut izin operasionalnya secara permanen. Keputusan drastis ini diambil setelah pihak berwenang menemukan bukti tak terbantahkan bahwa kedua lokasi tersebut telah beralih fungsi menjadi sarang transaksi dan penyalahgunaan barang haram.
Ketegasan ini bukan sekadar gertakan sambal. Penutupan paksa ini merupakan respons langsung terhadap temuan masif dari jajaran Bareskrim Polri yang berhasil membongkar jaringan narkoba sistematis di dalam gedung tersebut. Fenomena ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai bagaimana fasilitas hiburan malam Jakarta seharusnya dikelola dengan standar integritas yang tinggi agar tidak menjadi bumerang bagi ketertiban sosial.
Misi Menuju Bintang: Presiden Prabowo Gandeng Rusia Siapkan Kosmonot Indonesia Pertama
Komitmen Pemprov DKI: Zero Tolerance untuk Narkoba
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa pencabutan izin ini adalah pesan kuat bagi seluruh pelaku industri pariwisata. Menurutnya, menjaga ekosistem pariwisata yang sehat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan keuntungan finansial semata.
“Pencabutan izin operasional ini merupakan bentuk ketegasan dalam menjaga ekosistem pariwisata yang aman, tertib, dan berkualitas. Kami ingin memastikan seluruh usaha pariwisata Jakarta menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegas Andhika pada Jumat, 15 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab mutlak untuk melakukan pengawasan internal agar lingkungan bisnis mereka bersih dari aktivitas melanggar hukum.
Sindikat Ekspor Motor Ilegal Jakarta Selatan Terbongkar: Ribuan Unit Disita, Pelaku Penghadang Ambulans Depok Diciduk
Andhika juga memperingatkan bahwa pihak Disparekraf tidak akan segan-segan melakukan tindakan serupa kepada hotel atau tempat hiburan lain jika terbukti membiarkan atau memfasilitasi peredaran narkoba. Pengawasan di lapangan akan diperketat dengan melibatkan aparat penegak hukum secara lebih intensif melalui skema koordinasi lintas sektoral yang lebih solid.
Kronologi Penggerebekan: Jaringan Lapas di Balik Dinding Hotel
Akar dari pencabutan izin ini bermula dari operasi senyap yang dilakukan oleh Bareskrim Polri pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, polisi menyasar tujuh titik strategis yang diduga kuat menjadi pusat distribusi narkotika jenis baru dan ekstasi. Lokasi-lokasi yang digerebek meliputi room karaoke, showroom ladies, hingga rumah kos yang dihuni oleh para pekerja tempat hiburan tersebut.
Misteri Penyerangan Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan Indikasi Belasan Pelaku, Bukan Cuma Empat
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan: jaringan ini dikendalikan oleh narapidana dari dalam Lapas Cipinang. “Kami mengungkap peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta,” jelas Eko. Keterlibatan oknum internal hotel menjadi kunci bagaimana barang haram tersebut bisa masuk dan dikonsumsi secara bebas oleh para tamu tanpa terdeteksi oleh manajemen puncak.
Keterlibatan jaringan kasus narkoba Jakarta yang terafiliasi dengan narapidana menunjukkan betapa liatnya mata rantai peredaran ini. Hotel yang seharusnya menjadi tempat beristirahat dan bersantai justru bertransformasi menjadi laboratorium distribusi mini bagi kelompok kriminal yang mencari celah di balik gemerlapnya lampu neon Jakarta Barat.
Sosok ‘Mami Dania’ dan Modus Operandi yang Terstruktur
Salah satu tangkapan kunci dalam operasi ini adalah Dania Eka Putri, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mami Dania. Ia diamankan di Room B-15 B Fashion Hotel. Peran Dania bukanlah sembarang karyawan; ia diduga kuat berperan sebagai penghubung atau broker utama antara pengedar di luar hotel dengan para tamu yang membutuhkan suplai narkoba di dalam gedung.
Dari tangan Dania, petugas menyita sejumlah barang bukti yang mencolok, di antaranya lima butir ekstasi dengan warna hijau kombinasi kuning bermotif karakter Marvel. Selain itu, ditemukan pula enam botol cairan vape yang mengandung etomidate—sebuah zat anestesi yang jika disalahgunakan dapat memberikan efek halusinasi dan ketergantungan yang berbahaya.
Penyisiran berlanjut ke Room B-02, di mana polisi mengamankan lima orang pengunjung yang tengah berpesta. Di sana, ditemukan lagi 10 butir ekstasi dengan logo ikonik Superman. Pola penggunaan logo pahlawan super pada pil ekstasi ini disinyalir merupakan trik pemasaran jaringan tersebut untuk menarik minat konsumen dari kalangan muda dan sosialita malam.
Apa Itu Vape Etomidate? Tren Baru yang Mematikan
Munculnya cairan vape mengandung etomidate menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Etomidate sebenarnya adalah obat penenang yang biasa digunakan dalam prosedur medis untuk induksi anestesi umum. Namun, di tangan para sindikat, zat ini dioplos ke dalam cairan rokok elektrik untuk memberikan sensasi ‘fly’ yang instan. Penyalahgunaan zat ini di hotel Jakarta Barat menandakan adanya pergeseran tren konsumsi narkoba yang semakin variatif dan sulit dideteksi secara kasat mata.
Dampak Bagi Karyawan dan Reputasi Industri
Langkah tegas Pemprov DKI Jakarta dengan menutup permanen kedua tempat tersebut tentu membawa dampak domino yang besar. Ratusan karyawan terancam kehilangan pekerjaan, dan reputasi kawasan Jakarta Barat sebagai pusat hiburan malam kembali tercoreng. Namun, Andhika Permata menegaskan bahwa keamanan publik jauh lebih penting daripada kelangsungan bisnis yang kotor.
“Kami ingin industri pariwisata Jakarta tumbuh sehat, tertib, dan memiliki standar yang dapat menjaga kepercayaan publik. Kami tidak ingin wisatawan merasa terancam atau merasa bahwa hotel di Jakarta tidak aman karena adanya aktivitas ilegal seperti ini,” tutur Andhika. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit (wake-up call) bagi para pemilik modal lainnya agar lebih ketat dalam melakukan rekrutmen dan pengawasan terhadap staf mereka.
Pihak kepolisian pun memastikan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti pada penangkapan belasan orang ini saja. Penelusuran aliran dana dan keterlibatan oknum lain di dalam Lapas Cipinang terus dilakukan untuk memutus total urat nadi peredaran narkoba di wilayah Jakarta.
Langkah Antisipasi ke Depan
Sebagai langkah preventif, Disparekraf akan segera merilis pedoman baru terkait pengawasan internal bagi pengelola akomodasi dan hiburan. Pedoman ini akan mencakup kewajiban melakukan tes urin secara berkala bagi karyawan di posisi rawan, serta pemasangan sistem keamanan yang terintegrasi langsung dengan pemantauan pihak kepolisian.
Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan polisi Jakarta melalui kanal-kanal pengaduan yang telah disediakan. Transparansi dan partisipasi publik dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga agar Jakarta tetap menjadi kota yang dinamis namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku.
Dengan ditutupnya B Fashion Hotel dan The Seven, babak baru dalam pembersihan sarang narkoba di Jakarta telah dimulai. Pemerintah telah menunjukkan taringnya, kini giliran pelaku usaha untuk membuktikan komitmen mereka dalam menjalankan bisnis yang bersih dan bermartabat demi masa depan pariwisata Indonesia yang lebih cerah.