Aksi Amankan Cuan: Mengapa Lo Kheng Hong Melepas Jutaan Saham SIMP Saat IHSG Berguncang?

Kevin Wijaya | UpdateKilat
26 Apr 2026, 15:00 WIB
Aksi Amankan Cuan: Mengapa Lo Kheng Hong Melepas Jutaan Saham SIMP Saat IHSG Berguncang?

UpdateKilat — Dunia investasi pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan langkah strategis dari sosok yang sering dijuluki sebagai ‘Warren Buffett Indonesia’, Lo Kheng Hong. Dalam sebuah pergerakan yang dinilai sangat taktis, investor kawakan tersebut terpantau melakukan aksi jual atau divestasi sebagian kepemilikan sahamnya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan hebat, memberikan sinyal kuat bagi para pengikut strategi value investing di tanah air.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, Lo Kheng Hong resmi melepas sebagian porsi kepemilikannya pada pertengahan April 2026. Keputusan ini bukanlah tanpa alasan yang matang. Pria yang dikenal dengan kesabarannya memegang saham dalam jangka panjang ini memilih untuk merealisasikan keuntungan (profit taking) setelah mencatatkan pertumbuhan nilai investasi yang cukup signifikan pada emiten perkebunan sawit milik grup Salim tersebut.

Read Also

Analisis Pergerakan Saham BBCA: Di Balik Koreksi Tajam dan Strategi Dividen Spektakuler Tahun 2026

Analisis Pergerakan Saham BBCA: Di Balik Koreksi Tajam dan Strategi Dividen Spektakuler Tahun 2026

Rincian Transaksi Strategis Sang Investor Kawakan

Langkah divestasi ini dilakukan oleh Lo Kheng Hong dalam dua tahap transaksi yang dilakukan pada hari yang sama, yakni 14 April 2026. Pada transaksi pertama, ia melepas sebanyak 1.377.000 lembar saham dengan harga pelaksanaan di level Rp 925 per saham. Tidak berhenti di situ, ia kembali mengeksekusi penjualan kedua sebanyak 6.812.000 lembar saham dengan harga sedikit lebih rendah, yakni Rp 920 per saham.

Jika dikalkulasikan secara total, pria yang akrab disapa Pak Lo ini telah melepas sekitar 8.189.500 lembar saham SIMP. Dari langkah strategis ini, ia berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 7,54 miliar. Penjualan ini menarik perhatian banyak pelaku pasar yang sering menggunakan pergerakan portofolio Lo Kheng Hong sebagai kompas dalam mengambil keputusan investasi saham mereka.

Read Also

Transformasi Bank BJB: Susi Pudjiastuti Resmi Nakhodai Dewan Komisaris, Siap Bawa Angin Segar di Industri Perbankan

Transformasi Bank BJB: Susi Pudjiastuti Resmi Nakhodai Dewan Komisaris, Siap Bawa Angin Segar di Industri Perbankan

Pasca transaksi tersebut, struktur kepemilikan Lo Kheng Hong di SIMP mengalami sedikit penyusutan. Kini, ia menggenggam sekitar 771.017.500 lembar saham atau setara dengan 4,97% dari total saham yang beredar. Sebelumnya, ia memiliki sekitar 779.207.000 lembar saham yang membuatnya tetap menjadi salah satu pemegang saham individu terbesar di emiten tersebut.

Analisis Pergerakan Harga dan Fenomena Profit Taking

Mengapa Pak Lo memilih waktu tersebut untuk menjual? Jika menilik data historis, saham saham SIMP sebenarnya telah menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang tahun berjalan (year to date). Tercatat, harga saham ini telah melonjak hingga 42,98%, sebuah angka yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan indeks sektoral maupun IHSG pada periode yang sama.

Read Also

IHSG Gebrak Level Psikologis 7.500 di Tengah Fluktuasi Global, Sektor Energi Jadi Penyelamat

IHSG Gebrak Level Psikologis 7.500 di Tengah Fluktuasi Global, Sektor Energi Jadi Penyelamat

Namun, pada hari-hari di sekitar transaksi tersebut, harga saham SIMP mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi teknis. Data dari RTI menunjukkan harga sempat tertekan hingga ke level Rp 815 per saham, mengalami penurunan sekitar 5,23%. Volatilitas ini nampaknya dimanfaatkan oleh Lo Kheng Hong untuk mengamankan margin keuntungan yang telah terbentuk sebelum harga terkoreksi lebih dalam akibat sentimen global.

Statistik perdagangan mencatat adanya frekuensi transaksi sebanyak 6.008 kali dengan volume mencapai 471.977 saham dan nilai transaksi harian menyentuh Rp 39,1 miliar. Rentang harga harian berada di kisaran Rp 810 hingga Rp 865, menunjukkan adanya pertarungan yang sengit antara pihak pembeli dan penjual di pasar reguler.

Badai di Pasar Modal: IHSG dan Seluruh Sektor Memerah

Keputusan Pak Lo untuk melakukan profit taking juga bertepatan dengan kondisi IHSG yang sedang tidak baik-baik saja. Indeks Harga Saham Gabungan terpantau merosot tajam sebesar 3,38% ke posisi 7.129,49. Bahkan, indeks likuiditas tinggi seperti LQ45 pun tak luput dari hantaman badai, menyusut 3,51% ke level 690,76.

Hampir tidak ada tempat aman di lantai bursa saat itu. Sebanyak 670 saham melemah, memberikan tekanan luar biasa pada indeks. Kondisi ini diperparah dengan nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar Amerika Serikat, yang menyentuh angka psikologis Rp 17.211. Beberapa sektor yang mengalami koreksi terdalam antara lain:

  • Sektor Energi: Anjlok 4,22%
  • Sektor Konsumer Siklikal: Turun 4,27%
  • Sektor Infrastruktur: Terkoreksi 4,08%
  • Sektor Properti: Melemah 3,89%
  • Sektor Industri: Merosot 3,47%

Dalam kondisi pasar yang sedang ‘berdarah’ seperti ini, memegang uang tunai (cash is king) seringkali menjadi strategi yang lebih bijak bagi para investor kawakan untuk menjaga likuiditas portofolio mereka.

Kinerja Fundamental SIMP yang Tetap Solid

Meskipun Lo Kheng Hong melepas sebagian sahamnya, bukan berarti kinerja fundamental PT Salim Ivomas Pratama Tbk sedang bermasalah. Justru sebaliknya, perusahaan ini baru saja melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang sangat gemilang. Penjualan perseroan melonjak 32% menjadi Rp 21,06 triliun, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata komoditas sawit di pasar internasional.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun tidak main-main, meroket 33% menjadi Rp 2,07 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh efisiensi operasional yang ketat, di mana laba usaha berhasil tumbuh 21% menjadi Rp 4 triliun. Secara operasional, produksi CPO perusahaan juga naik 4% menjadi 733 ribu ton, sebuah pencapaian positif di tengah tantangan iklim yang tidak menentu.

Selain itu, tingkat kesehatan keuangan perusahaan semakin membaik. Rasio pengungkit neto (net gearing) turun signifikan dari 0,11x menjadi 0,04x. Hal ini menunjukkan bahwa SIMP memiliki struktur permodalan yang sangat kuat dan risiko utang yang sangat rendah, sebuah kriteria utama yang biasanya dicari oleh investor seperti Lo Kheng Hong.

Pandangan Manajemen Terhadap Tantangan Masa Depan

Direktur Utama SIMP, Paulus Moleonoto, dalam keterangannya menekankan bahwa meskipun hasil di tahun 2025 sangat memuaskan, perusahaan tetap harus waspada. Industri agribisnis ke depan diprediksi masih akan dibayangi oleh volatilitas harga komoditas dunia dan ketidakpastian geopolitik global yang bisa berdampak pada rantai pasok.

“Fokus utama kami adalah pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas. Kami terus memprioritaskan investasi modal pada sektor yang memberikan nilai tambah jangka panjang dan tetap berkomitmen pada praktik agrikultur yang berkelanjutan,” ungkap Paulus. Strategi ini diharapkan mampu menjaga resiliensi perusahaan dalam menghadapi siklus komoditas yang dinamis.

Kesimpulan: Pelajaran dari Sang Maestro

Aksi jual yang dilakukan Lo Kheng Hong pada saham SIMP memberikan pelajaran berharga bagi investor ritel mengenai pentingnya disiplin dalam berinvestasi. Investasi bukan hanya soal kapan harus membeli, tetapi juga soal kapan harus berani mengambil keuntungan ketika target profit telah tercapai atau ketika kondisi pasar mulai tidak kondusif.

Dengan tetap menyisakan hampir 5% kepemilikan, Pak Lo nampaknya masih percaya pada prospek jangka panjang Grup Salim ini, namun ia juga cukup pragmatis untuk tidak membiarkan keuntungan di atas kertas hilang begitu saja diterjang badai koreksi pasar. Bagi para pelaku pasar, pergerakan ini menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka di layar bursa, ada strategi matang dan pengelolaan psikologi yang menjadi kunci sukses dalam menaklukkan pasar modal Indonesia.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *