IHSG Gebrak Level Psikologis 7.500 di Tengah Fluktuasi Global, Sektor Energi Jadi Penyelamat
UpdateKilat — Pasar modal Indonesia menunjukkan taringnya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dengan bergerak lincah di zona hijau, bahkan sukses menembus level psikologis baru di angka 7.500. Pencapaian ini terjadi di tengah dinamika pasar yang menantang, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level Rp17.100.
Berdasarkan pantauan data RTI Business, IHSG hari ini ditutup menguat sebesar 0,56 persen atau parkir di level 7.500,18. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.527,87 setelah sempat tertekan hingga ke level terendah di 7.351,36. Meski indeks acuan bergerak bervariasi, di mana indeks LQ45 justru terkoreksi tipis 0,02 persen ke posisi 746,35, namun optimisme pasar tetap terjaga berkat dominasi saham-saham yang menghijau.
IHSG Hari Ini: Indeks Melaju di Level 7.663, Sektor Transportasi dan Saham CDIA Jadi Primadona Buka Pekan
Analisis di Balik Laju IHSG
Menanggapi fenomena ini, Herditya Wicaksana, Analis dari MNC Sekuritas, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG didorong oleh performa solid emiten-emiten kelas kakap, terutama dari sektor konglomerasi. Pergerakan positif ini menjadi angin segar mengingat mayoritas bursa saham di kawasan Asia justru sedang mengalami tekanan koreksi.
“Selain faktor emiten konglomerasi yang bergerak signifikan, rilis data penjualan ritel bulan Februari yang menunjukkan tren peningkatan turut memberikan katalis positif bagi kepercayaan investor. Hal ini juga beriringan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” jelas Herditya saat dikonfirmasi oleh tim redaksi kami.
Aktivitas perdagangan hari ini tercatat sangat masif dengan total frekuensi mencapai 2,56 juta kali transaksi. Volume saham yang berpindah tangan menembus 42,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi harian yang fantastis, yakni sebesar Rp20,5 triliun.
AADI Siapkan Amunisi Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham, Upaya Perkuat Nilai Fundamental di Pasar Modal
Sektor Energi Pimpin Kenaikan, Sektor Finansial Terkapar
Dilihat dari performa sektoral, dominasi warna hijau terlihat di 8 dari 11 sektor saham yang ada. Sektor energi menjadi bintang lapangan dengan lonjakan tajam sebesar 2,64 persen, disusul oleh sektor bahan baku (basic materials) yang mendaki 2,36 persen. Sektor siklikal dan industri juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan masing-masing 2,3 persen dan 1,84 persen.
Namun, di balik kegemilangan tersebut, sektor keuangan justru menjadi beban terberat bagi indeks dengan koreksi sebesar 1,31 persen. Sektor kesehatan dan transportasi juga harus puas menutup hari di zona merah, meskipun tekanannya tidak sedalam sektor finansial.
Highlight Saham: WBSA Meroket, BBRI Terkoreksi
Beberapa saham mencatatkan pergerakan yang mencuri perhatian investor. Saham WBSA tampil luar biasa dengan lonjakan 24,78 persen ke level Rp282. Sementara itu, SIMP juga terbang tinggi 18,05 persen menuju posisi Rp785 per lembar saham.
Sinyal Merah di Bursa Asia: Bayang-bayang Timur Tengah Redam Euforia Rekor Wall Street
Di sisi lain, saham perbankan pelat merah, BBRI, harus rela melemah 0,59 persen ke posisi Rp3.370. Untuk kategori saham paling aktif secara nilai, PTRO memimpin dengan nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun, diikuti oleh BRPT senilai Rp1 triliun.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 397 saham menguat yang menjadi motor penggerak utama IHSG, sementara 264 saham lainnya melemah, dan 156 saham tetap jalan di tempat. Dengan posisi IHSG yang kini berada di level 7.500, para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap sentimen global yang diprediksi masih akan bergerak volatil dalam sepekan ke depan.