Tragedi Berdarah di Bandara Maluku Tenggara: Ketua DPC Golkar Nus Kei Meninggal Dunia Usai Ditikam

Budi Santoso | UpdateKilat
19 Apr 2026, 22:54 WIB
Tragedi Berdarah di Bandara Maluku Tenggara: Ketua DPC Golkar Nus Kei Meninggal Dunia Usai Ditikam

UpdateKilat — Panggung politik dan masyarakat Maluku Tenggara dikejutkan dengan kabar duka yang menyayat hati. Agrapinus Rumatora, atau yang lebih dikenal secara luas dengan nama Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026). Tokoh senior yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara ini menghembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban aksi penikaman brutal.

Kronologi Penyerangan di Pintu Keluar Bandara

Insiden memilukan ini terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Sekitar pukul 11.25 WIT, sesaat setelah Nus Kei menapakkan kaki kembali di tanah kelahirannya usai menempuh perjalanan dari Jakarta, maut menjemputnya dengan cara yang tak terduga.

Read Also

Bima Arya Sebut Ketua RT Kunci Sukses Program Pemerintah: Belajar dari Kampung Bahagia Jambi

Bima Arya Sebut Ketua RT Kunci Sukses Program Pemerintah: Belajar dari Kampung Bahagia Jambi

Berdasarkan keterangan saksi mata, Nus Kei saat itu tengah berjalan menuju area penjemputan untuk menemui keluarganya. Namun, secara tiba-tiba, seorang pria mengenakan masker dan jaket merah mendekatinya secara agresif. Tanpa basa-basi, pelaku melancarkan serangan menggunakan sebilah pisau secara membabi buta. Nus Kei menderita empat luka tusuk yang sangat serius di bagian dada, leher, serta punggung.

Meski sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari kembali ke ruang tunggu bandara, pendarahan hebat yang dialaminya membuat ia ambruk seketika. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun oleh pihak keamanan bandara dan keluarga, namun sayangnya, tim medis menyatakan bahwa nyawa sang tokoh politik tidak lagi tertolong.

Read Also

Terbongkar! Lab Narkoba Cair dalam Cartridge Vape di Apartemen Tangerang, WN Malaysia Jadi Otak Produksi

Terbongkar! Lab Narkoba Cair dalam Cartridge Vape di Apartemen Tangerang, WN Malaysia Jadi Otak Produksi

Dua Pelaku Diamankan, Salah Satunya Atlet MMA

Pihak kepolisian bergerak cepat merespons insiden pembunuhan ini. Dalam kurun waktu kurang dari dua jam, jajaran Polres Maluku Tenggara berhasil meringkus dua orang terduga pelaku yang berinisial HR (28) dan FU (36). Penangkapan ini menjadi titik awal bagi kepolisian untuk membongkar motif di balik tindakan keji tersebut.

Hal yang cukup mengejutkan adalah latar belakang salah satu pelaku, yakni HR. Ia diketahui merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) tingkat nasional yang kerap berkompetisi di berbagai ajang resmi. Saat ini, keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara untuk menggali informasi lebih dalam.

Read Also

Sengketa Hak Asuh Memanas: Ibu di Tulungagung Polisikan Nenek Kandung demi Bawa Anak ke Turki

Sengketa Hak Asuh Memanas: Ibu di Tulungagung Polisikan Nenek Kandung demi Bawa Anak ke Turki

Sosok Nus Kei: Politisi Senior dan Paman John Kei

Kepergian Nus Kei meninggalkan lubang besar di struktur organisasi Golkar di daerah tersebut. Pasalnya, kepulangan beliau ke Maluku Tenggara adalah untuk memimpin dan menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 mendatang. Sebagai tokoh senior berusia pertengahan 60-an, ia dikenal memiliki pengaruh yang cukup kuat di akar rumput.

Selain kiprah politiknya, nama Nus Kei juga identik dengan hubungan kekerabatannya sebagai paman dari John Kei. Hubungan keluarga ini memang kerap menjadi sorotan publik, terutama mengingat sejarah panjang konflik internal yang pernah mewarnai perjalanan hidup mereka beberapa tahun silam.

Himbauan Kepolisian Terkait Kondisi Keamanan

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, dalam keterangan resminya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Polisi mengimbau pihak keluarga maupun simpatisan korban agar tidak mengambil tindakan main hakim sendiri atau melakukan aksi balasan yang dapat memicu ketidakstabilan keamanan di Maluku Tenggara.

Sebagai catatan, pada tahun 2020 silam, Nus Kei juga pernah menjadi target serangan oleh kelompok John Kei akibat sengketa pribadi terkait pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon. Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah insiden di bandara kali ini memiliki keterkaitan dengan dendam lama tersebut atau murni merupakan motif baru dalam ranah kriminal murni.

Kini, publik menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui dalang sebenarnya dan alasan di balik hilangnya nyawa seorang tokoh publik di fasilitas umum seperti bandara internasional tersebut.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *