Wacana Fusi NasDem dan Gerindra Mencuat, Saan Mustopa Ingatkan Memori Politik 1973

Budi Santoso | UpdateKilat
13 Apr 2026, 16:27 WIB
Wacana Fusi NasDem dan Gerindra Mencuat, Saan Mustopa Ingatkan Memori Politik 1973

UpdateKilat — Jagat politik tanah air kembali dihangatkan oleh sebuah isu besar yang menyita perhatian publik. Rumor mengenai kemungkinan penyatuan atau fusi antara Partai NasDem dan Partai Gerindra mendadak mencuat ke permukaan, memicu spekulasi tentang arah peta kekuatan politik masa depan.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, tidak menutupi rasa terkejutnya saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Bertempat di Kompleks Parlemen Senayan pada Senin (13/4/2026), Saan meluruskan istilah yang berkembang di tengah masyarakat. Baginya, istilah “fusi” jauh lebih relevan dalam terminologi politik ketimbang sekadar “merger” atau “akuisisi” perusahaan.

Menilik Jejak Sejarah Masa Silam

Saan kemudian membawa ingatan kolektif kita kembali ke tahun 1973, sebuah era di mana sejarah mencatat penyederhanaan partai politik melalui jalan fusi besar-besaran. Kala itu, berbagai parpol dengan latar belakang berbeda dilebur menjadi tiga entitas besar demi stabilitas nasional di bawah rezim Orde Baru.

Read Also

Lawan Aksi Premanisme, UpdateKilat Pantau Rencana Pendirian Posko Tiga Pilar di Tanah Abang

Lawan Aksi Premanisme, UpdateKilat Pantau Rencana Pendirian Posko Tiga Pilar di Tanah Abang

Namun, menyatukan dua kekuatan politik modern di era demokrasi saat ini tentu memiliki tantangan yang jauh berbeda. Saan menekankan bahwa fusi melibatkan hal-hal fundamental yang melampaui urusan teknis administrasi maupun bagi-bagi kursi kekuasaan.

Benturan Ideologi dan Eksistensi

“Jika ide fusi ini muncul, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Kita harus membicarakan konteks ideologi, identitas, hingga eksistensi partai itu sendiri,” ungkap Saan dengan nada serius. Menurutnya, setiap partai memiliki fatsun dan marwah perjuangan yang telah mengakar kuat di hati para kadernya, sehingga tidak bisa disatukan secara instan.

Hingga detik ini, Saan menegaskan bahwa belum ada pembahasan khusus atau pertemuan formal yang membahas rencana fusi antara NasDem dan Gerindra. Ia meyakini bahwa kedua belah pihak masih menghormati kedaulatan masing-masing organisasi.

Read Also

OTT Tulungagung: Bupati Gutut Sunu Wibowo dan Belasan Orang Lainnya Resmi Diboyong ke Gedung Merah Putih

OTT Tulungagung: Bupati Gutut Sunu Wibowo dan Belasan Orang Lainnya Resmi Diboyong ke Gedung Merah Putih

Fokus pada Penguatan Internal

Alih-alih sibuk menanggapi isu fusi yang masih prematur, NasDem memilih untuk tetap berpijak pada agenda strategisnya. Saan menjelaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah melakukan konsolidasi internal yang masif.

“Kami sedang fokus membangun dan memperkuat struktur partai, mulai dari tingkat nasional, wilayah, hingga ke daerah-daerah. Itu adalah prioritas kami sekarang,” pungkasnya. Dengan dinamika politik yang begitu cair, isu ini tetap menarik untuk terus diikuti, namun untuk saat ini, kedua partai nampaknya masih nyaman berjalan di jalurnya masing-masing.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *