Wamen LH Diaz Hendropriyono Kawal Proyek PSEL Padang Raya: Targetkan 100 Persen Sampah Terkelola di 2029

Budi Santoso | UpdateKilat
10 Apr 2026, 19:56 WIB
Wamen LH Diaz Hendropriyono Kawal Proyek PSEL Padang Raya: Targetkan 100 Persen Sampah Terkelola di 2029

UpdateKilat — Langkah besar menuju transformasi lingkungan hidup kini tengah digulirkan di Sumatera Barat. Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, memberikan dorongan kuat demi terealisasinya proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Padang Raya.

Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam menangani problematika limbah perkotaan di Sumatera Barat. Wamen Diaz mengapresiasi langkah cepat para kepala daerah yang telah bersinergi melalui kolaborasi lintas wilayah, sebuah langkah yang dinilai sejalan dengan target ambisius dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ambisi Besar Pengelolaan Sampah Nasional

Dalam momentum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL Padang Raya yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Diaz memaparkan bahwa target pemerintah pusat tidaklah main-main. Jika tahun lalu tingkat pengelolaan sampah baru mencapai 51 persen, maka tahun ini dipatok naik menjadi 63 persen, hingga akhirnya mencapai angka sempurna 100 persen pada tahun 2029.

Read Also

Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin Yokohama: Monumen Cinta dan Gotong Royong WNI di Jepang

Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin Yokohama: Monumen Cinta dan Gotong Royong WNI di Jepang

“Upaya percepatan pengelolaan sampah di wilayah ini merupakan buah manis dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemkot Padang, Kota Solok, Bukittinggi, hingga Padang Panjang,” ungkap Diaz dalam keterangannya sebagaimana dihimpun oleh tim redaksi kami.

Tantangan Teknis dan Pentingnya Rencana Cadangan

Meski penandatanganan PKS adalah progres positif, Diaz mengingatkan bahwa jalan menuju operasional PSEL masih sangat panjang. Ia menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi skenario terburuk sekalipun. Ia menyarankan adanya contingency plan atau rencana cadangan agar proyek tidak mangkrak di tengah jalan.

“Pesan saya, ini baru langkah awal. Proses lelang hingga groundbreaking membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jangan sampai ketika sudah dimulai justru tidak berlanjut. Oleh karena itu, plan A dan plan B harus disiapkan dengan matang,” tegasnya.

Read Also

Gibran Rakabuming Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga BBM: Fokus Lindungi Rakyat Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Gibran Rakabuming Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga BBM: Fokus Lindungi Rakyat Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Masalah Kadar Air: Kunci Sukses Ada di Tangan Masyarakat

Salah satu poin krusial yang disoroti Wamen Diaz adalah faktor teknis terkait kualitas sampah. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan teknologi PSEL, khususnya metode gasifikasi, sangat bergantung pada tingkat kelembapan atau kadar air dalam sampah. Jika sampah yang masuk terlalu basah, maka biaya operasional akan membengkak dan mesin pengolah rentan mengalami kerusakan.

Di sinilah peran penting edukasi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Diaz mengimbau pemerintah daerah untuk tidak bosan mengajak warga memisahkan sampah organik dan anorganik. “Memilah sampah mungkin terdengar sepele, namun jika diabaikan, hal kecil ini bisa merusak prioritas nasional dan mimpi kita untuk mewujudkan lingkungan yang benar-benar bersih,” tambahnya.

Read Also

Skandal Grup Chat FH UI: Ketika Calon Penegak Hukum Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Skandal Grup Chat FH UI: Ketika Calon Penegak Hukum Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Komitmen Bersama untuk Masa Depan Sumbar

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy ini menjadi bukti nyata keseriusan daerah dalam mengadopsi solusi energi terbarukan. Wagub Vasko menyatakan bahwa program PSEL tidak akan mungkin berjalan tanpa adanya kerja sama yang solid antara pusat dan daerah.

Hadirnya sejumlah pimpinan daerah seperti Wali Kota Padang Fadly Amran hingga jajaran pejabat dari Kota Solok dan Bukittinggi mempertegas bahwa Sumatera Barat siap menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di wilayah Sumatera.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *