Rahasia Keberkahan Setelah Salam: Panduan 3 Dzikir Utama Setelah Sholat Beserta Makna Mendalamnya

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
14 Apr 2026, 00:26 WIB
Rahasia Keberkahan Setelah Salam: Panduan 3 Dzikir Utama Setelah Sholat Beserta Makna Mendalamnya

UpdateKilat — Menuntaskan ibadah sholat fardhu bukan sekadar soal gerakan ruku dan sujud yang berakhir pada salam. Ada satu momen krusial yang sering kali terabaikan dalam kesibukan duniawi, yakni waktu sesaat setelah sholat. Momen ini merupakan salah satu waktu paling mustajab bagi seorang hamba untuk berkomunikasi lebih intim dengan Sang Pencipta melalui untaian kata-kata pujian.

Pentingnya Mengambil Jeda Setelah Sholat

Berdasarkan referensi klasik dari kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, waktu setelah salam adalah saat di mana doa memiliki potensi besar untuk dikabulkan. Rasulullah ﷺ pernah menegaskan bahwa doa yang paling didengar adalah doa pada sepertiga malam terakhir dan setelah sholat wajib. Oleh karena itu, meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir bukan hanya soal menggugurkan kewajiban, melainkan upaya menyempurnakan ritual ibadah harian kita.

Read Also

Umroh Dulu atau Haji? Menimbang Skala Prioritas di Tengah Panjangnya Antrean Baitullah

Umroh Dulu atau Haji? Menimbang Skala Prioritas di Tengah Panjangnya Antrean Baitullah

Berikut adalah tiga rangkaian dzikir utama yang disarikan dari tuntunan sunnah dan kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, yang dirangkum oleh tim UpdateKilat untuk membantu Anda meraih ketenangan batin.

1. Istighfar: Jembatan Menuju Pembersihan Diri

Langkah pertama yang sangat dianjurkan begitu salam terucap adalah melafalkan istighfar sebanyak tiga kali. Ini adalah bentuk pengakuan tulus bahwa meski kita baru saja menghadap Tuhan, sholat kita mungkin masih jauh dari sempurna.

Teks Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaahal-‘Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Read Also

Kesiapan Maksimal: Menilik Strategi Penyambutan Jemaah Haji Indonesia 2026 Kloter Perdana di Madinah

Kesiapan Maksimal: Menilik Strategi Penyambutan Jemaah Haji Indonesia 2026 Kloter Perdana di Madinah

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa membaca istighfar di awal dzikir berfungsi sebagai pembersih jiwa sebelum kita melanjutkan ke pujian-pujian berikutnya.

2. Tahlil dan Pengakuan Tauhid

Setelah memohon ampun, seorang muslim diajak untuk memperbarui ikrar ketauhidannya. Membaca kalimat tahlil adalah cara kita mengakui bahwa segala otoritas di alam semesta ini mutlak milik Allah SWT.

Teks Arab: لَا إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Latin: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Read Also

8 Dzikir dan Doa Cepat Sembuh: Panduan Lengkap Mencari Kesembuhan Melalui Ikhtiar Batin

8 Dzikir dan Doa Cepat Sembuh: Panduan Lengkap Mencari Kesembuhan Melalui Ikhtiar Batin

Kalimat agung ini, menurut hadits riwayat Muslim, selalu dibaca oleh Rasulullah ﷺ untuk memperkuat fondasi iman setiap kali usai menghadap Allah.

3. Paket Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33 Kali)

Inilah dzikir yang paling populer namun menyimpan janji luar biasa. Dengan mengulang Tasbih (Maha Suci Allah), Tahmid (Segala Puji Bagi Allah), dan Takbir (Allah Maha Besar) masing-masing sebanyak 33 kali, lalu menutupnya menjadi genap 100 dengan kalimat tauhid, maka dosa-dosa kita diampuni meski sebanyak buih di lautan.

  • Tasbih: Subhaanallah (33x)
  • Tahmid: Alhamdulillah (33x)
  • Takbir: Allahu Akbar (33x)

Syaikh Sa’id al-Qahthani dalam ulasannya menyebutkan ada beberapa cara sah dalam melafalkannya, termasuk metode 10 kali atau 25 kali dalam kondisi tertentu, namun format 33 kali adalah yang paling utama dan ditekankan oleh mayoritas ulama madzhab.

Hikmah dan Keutamaan yang Mengubah Hidup

Mengapa kita harus bersusah payah melakukan ini? Dzikir setelah sholat bukan sekadar komat-kamit lisan. Ada transformasi spiritual yang terjadi:

  • Penghapus Dosa: Menjadi sarana pembersihan noda-noda kesalahan harian.
  • Ketenangan Hati: Sebagaimana firman Allah, hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram.
  • Benteng Perlindungan: Menjadi perisai dari gangguan negatif dan bisikan setan sepanjang hari.
  • Efisiensi Waktu: Menjadikan sisa hari kita lebih berkah karena dimulai dengan mengingat Sang Pencipta.

Dengan mengamalkan rangkaian dzikir ini secara istiqomah, kita tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga sedang membangun jembatan kokoh menuju kebahagiaan yang hakiki. Mari kita jadikan momen setelah salam sebagai waktu berkualitas untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *