Waspada Modus Pocong Palsu Resahkan Warga, Polda Banten Lipat Gandakan Patroli Malam Demi Keamanan

Budi Santoso | UpdateKilat
26 Mei 2026, 06:55 WIB
Waspada Modus Pocong Palsu Resahkan Warga, Polda Banten Lipat Gandakan Patroli Malam Demi Keamanan

UpdateKilat — Fenomena urban legend yang kerap menghantui sudut-sudut gelap perkampungan kini mengambil bentuk yang jauh lebih nyata dan mengkhawatirkan. Bukan sekadar cerita mistis pengantar tidur, isu kemunculan sosok ‘pocong’ belakangan ini telah memicu keresahan di tengah masyarakat Banten. Namun, pihak kepolisian mencium adanya motif yang lebih gelap di balik kain putih tersebut, yakni pemanfaatan rasa takut warga untuk melancarkan aksi kriminalitas.

Polisi Siaga Satu Hadapi Isu Pocong Palsu

Menanggapi gelombang keresahan yang meluas, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengambil langkah tegas. Dalam keterangan resminya, ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli polisi di berbagai titik rawan. Langkah ini diambil bukan untuk memburu makhluk halus, melainkan untuk memastikan bahwa tidak ada oknum manusia yang memanfaatkan isu tersebut sebagai topeng untuk melakukan kejahatan.

Read Also

KSP Desak Standar Pers Berlaku di Media Sosial: Menjaga Keadilan di Tengah Disrupsi Digital

KSP Desak Standar Pers Berlaku di Media Sosial: Menjaga Keadilan di Tengah Disrupsi Digital

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat Polres hingga Polsek untuk lebih aktif melakukan patroli, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Isu mengenai pocong palsu ini tidak bisa kita remehkan karena berpotensi menciptakan ketidakstabilan di masyarakat,” ujar Irjen Pol Hengki saat memberikan keterangan pers di Serang, Senin (25/05/2026).

Modus Operandi: Mengalihkan Perhatian dengan Teror Mistis

Dalam dunia kriminal, rasa takut seringkali menjadi senjata yang lebih efektif daripada senjata tajam. Pihak kepolisian mengantisipasi bahwa isu pocong ini merupakan strategi gangguan keamanan yang sengaja diciptakan. Ketika warga merasa takut untuk keluar rumah atau mengawasi lingkungan sekitar karena bayang-bayang sosok mistis, para pelaku kejahatan justru mendapatkan ruang gerak yang lebih leluasa.

Read Also

Polemik Kasus Chromebook: Ibrahim Arief Gugat Tuntutan Rp 16,9 Miliar yang Dinilai ‘Gaib’

Polemik Kasus Chromebook: Ibrahim Arief Gugat Tuntutan Rp 16,9 Miliar yang Dinilai ‘Gaib’

Irjen Pol Hengki menekankan bahwa fokus utama kepolisian saat ini adalah mengantisipasi tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga perampokan rumah kosong. Strategi ‘pocong palsu’ diduga kuat menjadi alat pengalih perhatian agar masyarakat tidak fokus pada keamanan lingkungan yang sebenarnya.

“Kami tidak ingin keresahan masyarakat ini justru menjadi ‘karpet merah’ bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan aksi kriminal. Oleh karena itu, kewaspadaan lingkungan harus tetap ditingkatkan, bukan malah menciut karena isu yang tidak jelas kebenarannya,” tambahnya secara tegas.

Melawan Hoaks dan Disinformasi Digital

Kecepatan penyebaran informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang. Banyak video pendek dengan kualitas gambar buram yang mengeklaim penampakan pocong di berbagai lokasi beredar masif di grup-grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Isu hoaks semacam inilah yang menurut Kapolda Banten justru lebih berbahaya daripada ancaman fisiknya sendiri.

Read Also

Jakarta Menuju Top 50 Kota Global: Mengupas Kerja Sama Strategis Sister City dengan Jeju Korea Selatan

Jakarta Menuju Top 50 Kota Global: Mengupas Kerja Sama Strategis Sister City dengan Jeju Korea Selatan

Kepolisian memastikan bahwa sebagian besar konten yang viral tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau merupakan konten lama yang sengaja diunggah kembali untuk memicu kegaduhan. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dan memiliki literasi digital yang kuat dalam menyaring setiap informasi yang masuk ke perangkat gawai mereka.

“Jangan langsung percaya, apalagi ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Kami meminta masyarakat tetap tenang. Jika menerima video atau informasi serupa, ada baiknya melakukan kroscek terlebih dahulu melalui saluran resmi kepolisian,” imbau Irjen Pol Hengki.

Sinergi Masyarakat dan Polisi Lewat Layanan 110

Meski Polda Banten telah mengerahkan personel tambahan untuk berpatroli, peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan atau Siskamling tetap dianggap sebagai pilar utama. Kepolisian mengajak warga untuk kembali menghidupkan budaya ronda malam demi memastikan lingkungan masing-masing tetap kondusif.

Sebagai bentuk dukungan terhadap respons cepat, Kapolda mengingatkan kembali keberadaan layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam penuh. Layanan ini dapat diakses oleh siapa saja yang menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya, baik itu penampakan sosok misterius maupun orang asing dengan gerak-gerik yang tidak wajar.

“Petugas kami selalu siap siaga. Jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, jangan bertindak sendiri apalagi melakukan aksi main hakim sendiri. Segera hubungi 110, dan personel terdekat akan segera meluncur ke lokasi kejadian,” jelasnya lagi.

Komitmen Menjaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Hingga saat ini, Irjen Pol Hengki memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Banten secara umum masih berada dalam kendali yang aman dan kondusif. Pengetatan keamanan ini bersifat preventif untuk menjamin rasa aman warga agar tetap bisa beraktivitas tanpa bayang-bayang ketakutan.

Patroli yang dilakukan tidak hanya menyasar jalan-jalan protokol, tetapi juga masuk ke wilayah permukiman padat penduduk serta area perkebunan yang minim penerangan jalan. Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan niat para pelaku kriminal yang ingin memanfaatkan isu pocong palsu ini dapat diredam sejak dini.

“Tugas kami adalah memberikan rasa aman yang optimal. Mari kita jaga persatuan, tetap tenang, dan jangan biarkan isu-isu seperti ini memecah belah kewaspadaan kolektif kita sebagai warga negara yang tertib hukum,” pungkas sang Jenderal berbintang dua tersebut.

Kesimpulan: Waspada Tanpa Harus Paranoid

Isu pocong palsu di Banten menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman keamanan bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui manipulasi psikologis dan kepercayaan lokal. Dengan adanya komitmen dari jajaran kepolisian untuk meningkatkan keamanan masyarakat, warga diharapkan bisa kembali tenang.

Pesan utama dari pihak kepolisian sangat jelas: waspada adalah keharusan, namun ketakutan yang berlebihan justru akan merugikan diri sendiri dan memberikan celah bagi tindak kejahatan. Tetap pantau informasi dari sumber terpercaya dan selalu prioritaskan komunikasi dengan pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang janggal di sekitar tempat tinggal Anda.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *