Bareskrim Libas Sindikat Ekstasi Rp14,5 Miliar: Terungkapnya Strategi ‘Remot Kontrol’ dari Balik Lapas Palembang

Budi Santoso | UpdateKilat
16 Apr 2026, 06:26 WIB
Bareskrim Libas Sindikat Ekstasi Rp14,5 Miliar: Terungkapnya Strategi 'Remot Kontrol' dari Balik Lapas Palembang

UpdateKilat — Tabir gelap peredaran narkotika di wilayah Sumatera akhirnya tersingkap lewat operasi senyap yang digelar jajaran Bareskrim Polri. Dalam pengungkapan teranyar, korps bayangkara berhasil memutus rantai distribusi ekstasi lintas provinsi yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Tak main-main, sebanyak 14.580 butir pil haram dengan taksiran nilai mencapai Rp14,58 miliar berhasil diamankan sebelum sempat merusak ribuan generasi muda.

Keberhasilan ini bukan sekadar soal angka, melainkan fakta mengejutkan mengenai kendali operasi. Hasil investigasi mendalam mengungkap bahwa benang merah peredaran ini justru ditarik dari balik jeruji besi. Dua warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Palembang diduga kuat menjadi otak yang mengatur pergerakan kurir hingga titik distribusi di lintas Sumatera.

Read Also

Menguak Jejaring Gelap Andre ‘The Doctor’: Rahasia Dua Bos Besar di Balik Bisnis Narkoba Internasional

Menguak Jejaring Gelap Andre ‘The Doctor’: Rahasia Dua Bos Besar di Balik Bisnis Narkoba Internasional

Kronologi Pengintaian: Dari Medan hingga Palembang

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, membeberkan bahwa perburuan ini merupakan buah dari kesabaran tim di lapangan. Jejak sindikat ini mulai terendus sejak Januari 2026. Meski sempat mengalami kebuntuan karena rencana transaksi awal di Medan dinyatakan batal, Tim 1 NIC tidak mengendurkan pengawasan.

Momentum krusial terjadi pada 10 April 2026. Informasi akurat mengarahkan petugas ke Mall Manhattan Times Square, Medan. Di sana, seorang pria berinisial Sobirin tampak mencurigakan dengan dua tas ransel yang didekapnya. Saat digeledah, petugas menemukan tiga paket besar berisi belasan ribu butir ekstasi siap edar.

Operasi ‘Control Delivery’ dan Penangkapan di Jalur Lintas Sumatera

Strategi kepolisian tidak berhenti pada penangkapan kurir. Melalui teknik control delivery, petugas menggiring Sobirin menuju Sumatera Selatan untuk memancing jaringan yang lebih luas. Hasilnya manis, pada Senin dini hari, 13 April 2026, tim gabungan mencegat sebuah mobil Daihatsu Rocky di Jalan Lintas Sumatera. Di dalamnya, seorang pria bernama Ersah Dicprio diringkus tanpa perlawanan.

Read Also

Waspada! BMKG Jabar Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026: 66 Persen Wilayah Bakal Kering Lebih Cepat

Waspada! BMKG Jabar Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026: 66 Persen Wilayah Bakal Kering Lebih Cepat

“Dari hasil interogasi intensif, terungkap bahwa mereka hanyalah kaki tangan. Sobirin diperintah oleh Basri, sementara Ersah dikendalikan oleh Rendy Surya Dhamara alias Adit. Keduanya merupakan narapidana yang saat ini mendekam di Lapas Klas I Palembang,” jelas Eko dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Dampak Sosial dan Langkah Tegas Lanjutan

Pihak kepolisian mengestimasi bahwa penggagalan peredaran ini setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 14.000 jiwa dari jeratan narkotika. Selain barang bukti berupa pil ekstasi, polisi juga menyita sejumlah alat komunikasi, kartu ATM, dan kendaraan yang digunakan sebagai sarana transportasi para pelaku.

Bareskrim Polri menegaskan tidak akan berhenti pada penangkapan kurir dan pengendali saja. Fokus penyelidikan kini diarahkan pada pelacakan jalur keuangan (money laundering) untuk memiskinkan sindikat ini. Investigasi lebih lanjut juga dilakukan untuk mendalami bagaimana para narapidana tersebut bisa memiliki akses komunikasi yang begitu bebas untuk mengendalikan bisnis haram dari dalam penjara.

Read Also

Ahmad Basarah Ungkap Relevansi Ramalan Bung Karno: Krisis Global Adalah Wajah Baru Neo-Kolonialisme

Ahmad Basarah Ungkap Relevansi Ramalan Bung Karno: Krisis Global Adalah Wajah Baru Neo-Kolonialisme

Operasi ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kriminal bahwa ruang gerak mereka kian sempit, sekalipun mencoba bersembunyi di balik dinding penjara. Masyarakat pun diimbau untuk terus waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *