Rekor Baru Antam: Guyur Dividen Rp 5,04 Triliun di Tengah Lonjakan Laba Bersih 106 Persen

Kevin Wijaya | UpdateKilat
10 Jun 2026, 20:57 WIB
Rekor Baru Antam: Guyur Dividen Rp 5,04 Triliun di Tengah Lonjakan Laba Bersih 106 Persen

UpdateKilat — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) baru saja mengukir catatan sejarah baru dalam perjalanan korporasinya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar dengan penuh optimisme, emiten pertambangan pelat merah berkode saham ANTM ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen tunai yang fantastis senilai Rp 5,04 triliun. Angka ini mencerminkan 70% dari total laba bersih Tahun Buku 2025 yang berhasil diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Keputusan besar ini diambil bukan tanpa alasan. Performa keuangan Antam sepanjang tahun 2025 memang menunjukkan tren positif yang sangat signifikan. Selain mengalokasikan sebagian besar laba untuk pemegang saham, perseroan juga menetapkan sisa laba sebesar 30% atau sekitar Rp 2,16 triliun sebagai saldo laba ditahan. Dana segar ini diproyeksikan untuk memperkuat fundamental bisnis serta membiayai berbagai proyek strategis yang sedang dikembangkan guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.

Read Also

IHSG Terkapar Longsor 4,5 Persen: Rupiah Melemah dan Sinyal ‘Higher for Longer’ Guncang Bursa Indonesia

IHSG Terkapar Longsor 4,5 Persen: Rupiah Melemah dan Sinyal ‘Higher for Longer’ Guncang Bursa Indonesia

Kinerja Keuangan yang Melampaui Ekspektasi

Dalam laporan resminya, Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan periode emas bagi perseroan. Di tengah gejolak pasar global dan tantangan industri ekstraktif yang dinamis, Antam berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini mengalami kenaikan tajam sebesar 22%. Lonjakan ini membuktikan bahwa strategi investasi pertambangan yang dijalankan perseroan berada pada jalur yang tepat.

Namun, kejutan sesungguhnya terletak pada laba bersih. Antam sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,92 triliun, sebuah lompatan impresif sebesar 106% dibandingkan capaian tahun 2024. Untung Budiharto menekankan bahwa efektivitas strategi, disiplin operasional, serta komitmen seluruh elemen perusahaan menjadi kunci utama di balik angka-angka spektakuler ini. Optimalisasi portofolio komoditas dan pengelolaan biaya yang sangat efisien memungkinkan Antam mencetak margin yang jauh lebih sehat dari sebelumnya.

Read Also

Badai Merah di Bursa: IHSG Terkapar di Bawah 6.000, Daftar 10 Saham Top Losers dengan Penurunan Terburuk

Badai Merah di Bursa: IHSG Terkapar di Bawah 6.000, Daftar 10 Saham Top Losers dengan Penurunan Terburuk

Mendorong Hilirisasi dan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik

Langkah Antam tidak berhenti pada urusan bagi-bagi laba. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memberikan lampu hijau bagi perseroan untuk menerima penugasan strategis dari pemerintah. Penugasan ini berfokus pada percepatan hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) nasional yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam Asta Cita ke-5 yang mengedepankan industrialisasi sumber daya alam di dalam negeri.

Proyek ambisius ini dirancang untuk mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari aktivitas pertambangan di hulu hingga ke industri hilir yang sangat kompleks. Rencana kerja tersebut meliputi pembangunan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL), refinery (pemurnian), hingga produksi prekursor dan katoda. Bahkan, Antam berencana merambah hingga ke fasilitas battery recycling atau daur ulang baterai untuk menciptakan model bisnis sirkular.

Read Also

Proyeksi IHSG 18 Mei 2026: Menakar Peluang di Tengah Tekanan Koreksi dan Strategi Serok Saham Potensial

Proyeksi IHSG 18 Mei 2026: Menakar Peluang di Tengah Tekanan Koreksi dan Strategi Serok Saham Potensial

Untuk mengeksekusi visi besar ini, Antam menggandeng mitra kelas dunia. Kolaborasi dilakukan melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited. Konsorsium global ini melibatkan nama-nama besar seperti Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan transfer teknologi dan memperkuat daya saing produk nikel Indonesia di pasar internasional, sekaligus mendukung transisi energi global menuju ekosistem baterai listrik yang lebih bersih.

Transformasi Kepemimpinan dan Penyegaran Organisasi

Selain membahas agenda keuangan dan proyek strategis, RUPST juga menyetujui perubahan signifikan pada struktur pengurus perseroan. Langkah ini diambil untuk memastikan perusahaan memiliki kapabilitas kepemimpinan yang relevan dengan tantangan industri masa depan. Pemegang saham mengukuhkan pemberhentian dengan hormat terhadap M. Rudy Salahuddin Ramto dari jabatan Komisaris, serta I Dewa Wirantaya dan Arianto Sabtonugroho Rudjito dari jajaran Direksi.

Sebagai penyegaran, Aryanto Wibowo diangkat sebagai Komisaris baru. Sementara itu, di level eksekutif, terdapat penyesuaian posisi yang lebih fokus pada aspek hilirisasi. I Dewa Wirantaya kini mengemban amanah sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir, sebuah posisi baru yang mencerminkan prioritas utama Antam saat ini. Arini Kasmira juga bergabung sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko untuk menjaga stabilitas finansial perusahaan di tengah ekspansi besar-besaran.

Beberapa direktur lama juga mendapatkan penugasan baru yang lebih terfokus. Hartono kini menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral, sedangkan Ratih Dewihandajani kini memimpin sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi. Terakhir, Handi Sutanto dipercaya menduduki kursi Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial. Struktur baru ini diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan taktis dalam menghadapi dinamika pasar saham ANTM yang kerap menjadi perhatian investor ritel maupun institusi.

Menuju Masa Depan dengan Prinsip ESG

Di bawah kepemimpinan yang baru, Antam berkomitmen untuk tidak sekadar mengejar profitabilitas. Untung Budiharto menegaskan bahwa penguatan tata kelola perusahaan dan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) akan menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan korporasi. Penerapan ESG dianggap sebagai keharusan untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang serta meningkatkan kepercayaan investor global yang kini semakin selektif.

Dengan fundamental yang semakin kokoh, pendapatan yang terus mendaki, serta dukungan penuh dari pemerintah untuk menjadi pemain utama dalam industri baterai global, Antam berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Guyuran dividen sebesar Rp 5,04 triliun ini hanyalah salah satu bukti nyata bahwa Antam mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan para pemegang sahamnya, sembari tetap menjaga mesin pertumbuhan untuk masa depan pertambangan Indonesia yang lebih hijau dan mandiri.

Susunan Dewan Komisaris Antam Terbaru:

  • Komisaris Utama: Irwandy Arif
  • Komisaris: Elen Setiadi
  • Komisaris Independen: Ridwan
  • Komisaris: Rudy Sufahriadi
  • Komisaris: Aryanto Wibowo
  • Komisaris Independen: Pius Lustrilanang

Susunan Direksi Antam Terbaru:

  • Direktur Utama: Untung Budiharto
  • Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir: I Dewa Bagus Sugata Wirantaya
  • Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Hartono
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arini Kasmira
  • Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri
  • Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Handi Sutanto

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *