Strategi Investasi di Tengah Gejolak IHSG: Rekomendasi Saham Pilihan EMAS, BUMI, hingga BREN untuk Senin Ini

Kevin Wijaya | UpdateKilat
08 Jun 2026, 09:00 WIB
Strategi Investasi di Tengah Gejolak IHSG: Rekomendasi Saham Pilihan EMAS, BUMI, hingga BREN untuk Senin Ini

UpdateKilat — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Setelah mengalami tekanan hebat pada penutupan pekan lalu, mata para pelaku pasar kini tertuju pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Banyak pihak bertanya-tanya, apakah pasar modal domestik mampu menemukan pijakan yang stabil atau justru akan terperosok lebih dalam ke zona merah? Dinamika pasar yang volatil ini menuntut kejelian ekstra dari para investor dalam menyaring rekomendasi saham agar portofolio tetap terjaga.

IHSG di Ambang Ujian: Menakar Kekuatan Support 5.450

Berdasarkan pantauan mendalam tim analisis kami, IHSG diprediksi akan menjalani fase krusial dengan menguji level support di rentang 5.450 hingga 5.500. Penurunan tajam sebesar 4,2% yang terjadi sebelumnya bukan sekadar angka di atas kertas; ini adalah refleksi dari sentimen pasar yang sedang limbung. Tekanan ini kian diperparah oleh aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 3,72 triliun.

Read Also

Langkah Strategis Prajogo Pangestu Lepas Saham CUAN dan BREN demi Aturan Free Float BEI

Langkah Strategis Prajogo Pangestu Lepas Saham CUAN dan BREN demi Aturan Free Float BEI

Aksi foreign outflow ini menyasar emiten-emiten kelas berat (blue chip) yang selama ini menjadi penopang indeks. Beberapa saham yang paling banyak dilepas asing antara lain TPIA, BBCA, BMRI, ANTM, dan BBRI. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemodal global sedang dalam posisi defensif, kemungkinan besar melakukan penyesuaian aset di tengah ketidakpastian makroekonomi global yang juga berimbas pada pasar Asia.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Menurutnya, potensi rebound tetap terbuka lebar asalkan level support di 5.450-5.500 mampu menahan gempuran tekanan jual. Jika area ini terbukti kuat, investor bisa melihat peluang pembalikan arah atau teknikal rebound yang menarik untuk dimanfaatkan.

Read Also

Kinerja Keuangan Telkom Indonesia Kuartal I-2026: Strategi Raksasa Telekomunikasi Menghadapi Tekanan Margin di Tengah Pertumbuhan Pendapatan

Kinerja Keuangan Telkom Indonesia Kuartal I-2026: Strategi Raksasa Telekomunikasi Menghadapi Tekanan Margin di Tengah Pertumbuhan Pendapatan

Navigasi Pasar: Antara Wait and See dan Spekulasi Terukur

Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas Indonesia cenderung menyarankan sikap yang lebih konservatif. Dalam risetnya, mereka menganjurkan para investor untuk menerapkan strategi wait and see. Mengambil posisi beli atau melakukan average down di tengah tren penurunan yang belum terkonfirmasi berhenti merupakan langkah berisiko tinggi. Kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi mekanisme pasar modal yang sedang bergejolak seperti sekarang.

IHSG sendiri diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar hari ini. Level support dipatok pada 5.450-5.500, sementara level resistance yang harus ditembus untuk mengonfirmasi penguatan berada di kisaran 5.680-5.800. Tanpa adanya katalis positif yang kuat, perjalanan menuju level resistance tersebut diprediksi akan penuh tantangan.

Read Also

Rapor Emas IMPC di Kuartal I 2026: Pendapatan Tembus Rp 1,2 Triliun dan Laba Meroket Tajam

Rapor Emas IMPC di Kuartal I 2026: Pendapatan Tembus Rp 1,2 Triliun dan Laba Meroket Tajam

Daftar Rekomendasi Saham Unggulan Hari Ini

Meskipun kondisi pasar secara keseluruhan sedang kurang kondusif, selalu ada peluang di balik setiap koreksi. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, berikut adalah beberapa saham yang masuk dalam radar pantauan tim ahli kami untuk perdagangan Senin, 8 Juni 2026:

1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

Emiten tambang emas ini tetap menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi. Strategi yang disarankan adalah Buy on Weakness. Area beli ideal berada di rentang 7.275-7.400. Investor disarankan melakukan cutloss jika harga merosot di bawah 7.200. Target penguatan terdekat berada pada level 7.500 hingga 7.725.

2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Raksasa batu bara ini masih menarik perhatian spekulan. Anda bisa mempertimbangkan untuk masuk dengan strategi Buy on Weakness di area 135-139. Batasi risiko dengan cutloss di bawah 133. Target profit jangka pendek ditargetkan pada angka 142-147.

3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Anak usaha grup Bumi ini juga menunjukkan pola yang menarik. Area beli yang direkomendasikan adalah 492-510 dengan posisi cutloss di bawah 482. Jika momentum menguat, target harga terdekat ada di 525-540.

4. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Saham sektor energi ini bisa menjadi pilihan alternatif. Disarankan Buy on Weakness di area 1.170-1.200. Titik pengaman atau cutloss berada di bawah 1.160, dengan target kenaikan di level 1.220-1.255.

5. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Bagi Anda yang memiliki profil risiko agresif, INET bisa menjadi pilihan untuk Speculative Buy. Area masuk berada di 162-168 dengan cutloss ketat di bawah 160. Target harga yang dikejar adalah 173-182.

6. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu ini selalu memiliki daya tarik tersendiri. Rekomendasinya adalah Buy on Weakness di area 3.450-3.590. Pertimbangkan untuk keluar jika harga turun di bawah 3.430. Target kenaikan terdekat dipatok pada 3.700-3.800.

Kilas Balik: Mengapa IHSG Tertekan Hebat?

Menengok ke belakang pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, kondisi pasar memang sudah menunjukkan sinyal kelelahan. IHSG ditutup anjlok ke posisi 5.594,76, menjauh dari level tertingginya di 5.860,67. Data RTI menunjukkan bahwa sebanyak 626 saham memerah, berbanding terbalik dengan hanya 108 saham yang berhasil menguat.

Salah satu pemicu utama kepanikan pasar adalah koreksi tajam di sektor transportasi yang mencapai 5.97% dan sektor energi yang terpangkas 5.73%. Tidak ada satupun sektor yang mampu bertahan di zona hijau pada sesi tersebut. Transaksi harian tercatat sangat ramai mencapai Rp 31,4 triliun, namun sayangnya didominasi oleh tekanan jual.

Hal menarik lainnya adalah adanya transaksi bernilai jumbo di pasar negosiasi untuk saham TPIA yang mencapai Rp 8,8 triliun. Meskipun volume perdagangan sangat besar mencapai 37,3 miliar saham, sentimen negatif masih mendominasi pergerakan harga. Ditambah lagi, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang bertengger di kisaran Rp 18.020 kian menambah beban psikologis bagi pelaku investasi.

Tips Menghadapi Volatilitas Pasar Bagi Investor Ritel

Dalam kondisi pasar yang sedang mencari arah, investor ritel disarankan untuk tidak terbawa emosi atau Fear of Missing Out (FOMO). Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

  • Disiplin Money Management: Jangan gunakan seluruh modal dalam satu waktu. Gunakan skema cicil beli atau pyramiding.
  • Perketat Stop Loss: Di pasar yang volatil, melindungi modal jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan besar.
  • Pantau Sentimen Global: Pergerakan bursa Asia dan nilai tukar mata uang asing memiliki korelasi kuat dengan IHSG saat ini.
  • Fokus pada Fundamental: Saham dengan kinerja keuangan solid cenderung lebih cepat pulih saat pasar mulai stabil.

Kesimpulannya, perdagangan hari ini akan menjadi penentu apakah IHSG mampu melakukan technical rebound dari area support-nya atau justru memulai fase bearish yang lebih panjang. Tetap waspada dan pastikan setiap keputusan diambil berdasarkan analisis yang matang.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai referensi informasi semata dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri sebelum terjun ke dunia trading saham.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *