Misi Kemanusiaan di Pulau Dewata: Presiden Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Harapan Baru Bagi Anak Putus Sekolah

Budi Santoso | UpdateKilat
07 Jun 2026, 12:58 WIB
Misi Kemanusiaan di Pulau Dewata: Presiden Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Harapan Baru Bagi Anak Putus Sekolah

UpdateKilat — Di tengah semilir angin khas perbukitan Bali yang menenangkan, sebuah narasi besar tentang keadilan sosial sedang dirajut. Minggu, 7 Juni 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat di Desa Tabanan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja yang emosional dan sarat makna ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni kenegaraan biasa, melainkan sebuah penegasan komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang inklusif.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini disambut dengan atmosfer yang luar biasa. Sejak pagi, antusiasme warga dan calon siswa sudah terasa di sekitar Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial. Bagi mereka, kedatangan Presiden adalah simbol bahwa anak-anak dari kalangan paling bawah sekalipun memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan mendapatkan fasilitas pendidikan berkualitas tinggi.

Read Also

Membangkitkan Roh Marhaenisme: PDIP Resmi Luncurkan Lagu Wajib ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’ untuk Seluruh Kader

Membangkitkan Roh Marhaenisme: PDIP Resmi Luncurkan Lagu Wajib ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’ untuk Seluruh Kader

Sambutan Meriah dan Budaya yang Kental

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.40 WITA dengan didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Begitu turun dari kendaraan, Presiden langsung disambut hangat oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul. Tidak butuh waktu lama bagi suasana menjadi riuh rendah ketika siswa-siswi kelas IX SRMP 17 Tabanan menyuguhkan atraksi budaya yang memukau.

Gemuruh yel-yel penuh semangat yang dipadukan dengan hentakan Tari Kecak yang dinamis menciptakan harmoni yang indah. Presiden tampak menikmati suguhan tersebut, sesekali memberikan tepuk tangan apresiatif. Baginya, pendidikan di Bali tidak boleh melepaskan akar budayanya, dan SRMP 17 berhasil menunjukkan bahwa modernitas dan tradisi bisa berjalan beriringan.

Read Also

Profil Nanik S Deyang: Dari Ketajaman Pena Jurnalis hingga Menjadi Panglima Gizi Nasional di Era Prabowo

Profil Nanik S Deyang: Dari Ketajaman Pena Jurnalis hingga Menjadi Panglima Gizi Nasional di Era Prabowo

SRMP 17 Tabanan: Oase Pendidikan bagi Kaum Marjinal

Didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 2025, SRMP 17 Tabanan bukanlah sekolah menengah pertama biasa. Berlokasi di lingkungan strategis Sentra Mahatmiya milik Kementerian Sosial, sekolah ini dirancang khusus untuk menjadi ‘jaring pengaman’ bagi anak-anak yang terpinggirkan oleh keadaan ekonomi. Fasilitas yang tersedia di sini bahkan mampu bersaing dengan sekolah swasta elit di kota besar.

Setiap ruang kelas telah dilengkapi dengan perangkat komputer mutakhir dan layar digital interaktif untuk mendukung proses pembelajaran digital. Selain itu, terdapat perpustakaan yang nyaman, dapur umum yang higienis, serta fasilitas asrama bagi siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah. Semua ini disediakan agar para siswa dapat fokus sepenuhnya pada pengembangan diri tanpa perlu memikirkan beban biaya atau jarak tempuh yang melelahkan.

Read Also

Babak Baru Masa Bakti Korps Bhayangkara: DPR dan Pemerintah Sepakati Aturan Pensiun Terbaru dalam RUU Polri

Babak Baru Masa Bakti Korps Bhayangkara: DPR dan Pemerintah Sepakati Aturan Pensiun Terbaru dalam RUU Polri

Target Sasaran: Anak-Anak di Garis Kemiskinan Ekstrem

Dalam sambutannya yang penuh empati, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa misi utama SRMP 17 adalah menjangkau mereka yang selama ini “tak terlihat”. Siswa yang diterima di sini adalah mereka yang sempat putus sekolah, berasal dari keluarga tidak mampu, bahkan mereka yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali karena kendala biaya atau akses.

“Saat ini terdapat 74 siswa yang sedang menimba ilmu di sini,” ujar Gus Ipul. Beliau menambahkan bahwa kurikulum yang diterapkan adalah model percepatan pembelajaran. Tujuannya jelas: untuk membantu para siswa mengejar ketertinggalan mereka sehingga bisa memiliki kompetensi yang setara dengan anak-anak seusianya di sekolah reguler.

Sistem Seleksi Ketat melalui Ground Check

Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya, menjelaskan secara rinci bagaimana proses rekrutmen siswa dilakukan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi terjun langsung ke lapangan. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di setiap daerah memainkan peran krusial sebagai ujung tombak pencarian bakat-bakat terpendam dari keluarga prasejahtera.

“Kami melakukan ground check secara mendalam. Kami ingin memastikan bahwa calon siswa ini benar-benar memenuhi syarat, yakni mereka yang berada di kelompok desil 1 dan desil 2, atau kategori masyarakat paling rentan. Selain itu, kami juga berbicara dengan orang tua untuk memastikan kesediaan mereka menitipkan anaknya di sini,” ungkap Putu Jaya.

Mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian lepas dan petani tradisional yang penghasilannya tidak menentu. Bagi mereka, kehadiran SRMP 17 adalah mukjizat yang memungkinkan anak-anak mereka keluar dari lingkaran kemiskinan yang telah menjerat keluarga selama bertahun-tahun.

Dialog Presiden dengan Calon Siswa dan Orang Tua

Satu momen yang paling menyentuh adalah ketika Presiden Prabowo duduk bersama dengan para calon siswa kelas VIII beserta orang tua mereka. Dalam suasana yang cair dan tanpa sekat, Presiden mendengarkan aspirasi serta tantangan yang dihadapi oleh keluarga-keluarga tersebut. Kebijakan Pemerintah saat ini memang difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

Presiden menekankan bahwa negara hadir untuk menjamin masa depan generasi muda. Beliau memberikan motivasi agar para siswa tidak merasa rendah diri meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit. Menurutnya, kecerdasan dan kerja keras tidak mengenal kasta sosial, dan sekolah ini adalah sarana untuk membuktikan hal tersebut.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

Kunjungan Presiden ke Tabanan ini memberikan sinyal kuat bahwa model Sekolah Rakyat akan terus dikembangkan di berbagai wilayah lain di Indonesia. Dengan integrasi antara fasilitas modern, sistem asrama, dan pendampingan sosial yang intensif, SRMP diharapkan menjadi prototipe ideal untuk mengatasi masalah anak putus sekolah secara nasional.

Pemerintah menyadari bahwa memberikan bantuan tunai saja tidak cukup. Dibutuhkan intervensi pendidikan yang nyata dan berkelanjutan untuk mengubah pola pikir serta meningkatkan keterampilan teknis anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan demikian, ketika mereka lulus nanti, mereka tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kepercayaan diri dan kompetensi untuk bersaing di pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menjelang sore, Presiden Prabowo meninggalkan lokasi dengan membawa segudang harapan dari warga Tabanan. Langkah kaki beliau yang mantap seolah menegaskan bahwa perjalanan membangun SDM Indonesia yang unggul masih panjang, namun dengan inisiatif seperti SRMP 17, cahaya di ujung terowongan itu kini tampak semakin terang benderang.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *