Sinergi Seni, Teknologi, dan Kepemimpinan: Menilik Kemegahan JSLS 2026 di Telkom University Jakarta

Aris Setiawan | UpdateKilat
06 Jun 2026, 08:55 WIB
Sinergi Seni, Teknologi, dan Kepemimpinan: Menilik Kemegahan JSLS 2026 di Telkom University Jakarta

UpdateKilat — Di tengah pusaran disrupsi digital yang kian kencang, tantangan bagi generasi muda bukan lagi sekadar soal bertahan hidup, melainkan bagaimana menjadi nahkoda di tengah badai perubahan. Menyadari urgensi tersebut, Telkom University Jakarta (TUJ) mengambil langkah progresif dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk Jakarta Student Leader Summit (JSLS) 2026. Perhelatan yang baru pertama kali diadakan ini sukses menyulap kawasan Kampus Daan Mogot menjadi pusat gravitasi bagi para calon pemimpin masa depan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Bertempat di Gedung Stasiun Bumi yang ikonik, atmosfer antusiasme terasa begitu kental sejak matahari mulai meninggi. Tidak kurang dari 450 pelajar pilihan dari jenjang SMA/SMK sederajat, yang datang dari berbagai sudut DKI Jakarta hingga Banten, memadati area acara. Mereka bukan sekadar hadir sebagai penonton, melainkan sebagai peserta aktif yang haus akan wawasan baru mengenai bagaimana menyelaraskan kreativitas dengan kemajuan teknologi.

Read Also

Solusi Pakaian Anti Apek: 9 Inspirasi Area Jemur Estetik dengan Sirkulasi Angin Alami

Solusi Pakaian Anti Apek: 9 Inspirasi Area Jemur Estetik dengan Sirkulasi Angin Alami

Filosofi SYNC: Menyelaraskan Bakat dengan Realita Digital

Mengusung tema besar “SYNC: Synchronizing Art, Tech, and Leadership”, JSLS 2026 bukan hanya sekadar seminar biasa. Gelaran ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menjembatani jurang antara idealisme seni, kekuatan kecerdasan buatan (AI), dan fondasi kepemimpinan yang kokoh. Pemilihan tema ini mencerminkan keresahan sekaligus peluang bagi generasi Z yang kini berada di ambang pintu dunia perkuliahan.

Dunia hari ini tidak lagi melihat kompetensi secara parsial. Seorang ahli teknologi yang kaku akan sulit berkembang tanpa sentuhan rasa (art), begitu pula seorang pemimpin tanpa literasi digital akan tertinggal oleh zaman. Filosofi “SYNC” mengajarkan bahwa masa depan milik mereka yang mampu mengintegrasikan berbagai domain ilmu tersebut menjadi satu kekuatan yang koheren. Tingginya minat peserta, yang masuk melalui jalur pendaftaran gratis, membuktikan bahwa ruang-ruang pengembangan diri seperti ini memang sangat dinantikan oleh para pelajar.

Read Also

8 Jenis Pohon Buah yang Menawan tapi Merusak Keindahan Halaman Rumah: Panduan Memilih Tanaman yang Tepat

8 Jenis Pohon Buah yang Menawan tapi Merusak Keindahan Halaman Rumah: Panduan Memilih Tanaman yang Tepat

Visi Strategis Telkom University untuk Generasi Adaptif

Acara dibuka dengan sambutan penuh inspirasi dari Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa kecanggihan teknologi AI harus selalu dibarengi dengan integritas karakter. Menurutnya, kepintaran tanpa etika hanya akan menciptakan kekacauan di masa depan.

“Kami di Telkom University berkomitmen untuk tidak hanya mencetak lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki karakter ‘the future leaders’ yang kuat. Melalui nilai-nilai HEI—Harmony, Excellent, dan Integrity—kami ingin memastikan bahwa setiap langkah inovasi yang diambil oleh mahasiswa kami selalu berlandaskan pada kemanusiaan dan kejujuran,” tutur Prof. Ratri dengan penuh keyakinan.

Read Also

Solusi Rumah Sejuk Tanpa Ribet: 5 Jenis Pohon Peneduh Halaman yang Minim Gugur Daun dan Rendah Perawatan

Solusi Rumah Sejuk Tanpa Ribet: 5 Jenis Pohon Peneduh Halaman yang Minim Gugur Daun dan Rendah Perawatan

Dukungan senada juga datang dari pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Drs. Umaryadi, M.M., selaku Kepala Seksi Kelembagaan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif TUJ. Beliau berpesan agar para siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mulai berpikir sebagai kreator yang mampu memberikan solusi nyata bagi bangsa. Estafet kepemimpinan bangsa, menurutnya, ada di tangan mereka yang bijak menggunakan jempolnya di media sosial dan otaknya dalam berinovasi.

The Triple Threat Leader: Seni, Teknologi, dan Empati

Memasuki sesi yang paling dinanti, panggung utama diguncang oleh kehadiran Risky Danie Fahrulloh, S.AB., MBA., atau yang akrab disapa Dann Rizky. Sebagai seorang dosen sekaligus influencer, Dann membawa perspektif segar mengenai konsep “The Triple Threat Leader”. Ia membedah bagaimana tiga pilar utama—Art, Tech, dan Leadership—harus saling mengunci.

  • Art (Seni sebagai Storytelling): Dann menjelaskan bahwa seni bukan hanya soal menggambar, melainkan kemampuan berkisah. Pemimpin masa depan harus mampu membangun narasi yang memikat untuk memecahkan masalah dan membangun empati di antara anggota tim.
  • Tech (AI sebagai Co-Pilot): Dalam pandangan Dann, manusia harus tetap menjadi pilot. AI hanyalah asisten cerdas yang membantu mempercepat pekerjaan, namun kendali atas keputusan moral dan pemikiran kritis tetap berada di tangan manusia.
  • Leadership (The Sync Factor): Kepemimpinan yang efektif adalah soal konsistensi dan keberanian bertindak. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang berhenti mengeluh dan mulai mencari jalan keluar secara kolektif.

Diskusi semakin hangat dengan kehadiran perwakilan Forum OSIS (FOS) DKI Jakarta, Aisya dan Arsya. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana memimpin rekan sejawat di sekolah. Bagi mereka, kepemimpinan adalah soal mendengarkan. Seorang ketua tidak boleh merasa paling pintar, melainkan harus berperan sebagai ‘coach’ yang mampu menggali potensi terbaik dari setiap anggotanya.

Pengalaman Nyata melalui Trial Class yang Interaktif

Salah satu keunikan dari JSLS 2026 adalah adanya sesi Trial Class. Di sini, para peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan teori, tetapi terjun langsung mempraktikkan ilmu terapan. Menggunakan pendekatan Hands-on Innovation, Telkom University Jakarta membuka pintu laboratoriumnya agar para siswa bisa merasakan simulasi perkuliahan yang sesungguhnya.

Di sudut prodi Teknik Telekomunikasi, siswa diajak berkutat dengan komponen Internet of Things (IoT) yang futuristik. Sementara itu, di kelas Desain Komunikasi Visual (DKV), imajinasi peserta dituangkan dalam bentuk ilustrasi digital yang memukau. Tak kalah seru, prodi Teknologi Informasi menantang peserta membuat chatbot tanpa coding hanya dalam waktu 60 menit, sebuah bukti bahwa teknologi kini semakin demokratis dan mudah dipelajari.

Kelas Sistem Informasi juga tak luput dari serbuan peserta. Di sana, mereka diajarkan cara melakukan analisis jejak media sosial (social media analytics) untuk mengambil keputusan strategis. Hal ini memberikan pemahaman bahwa setiap data yang kita tinggalkan di internet memiliki nilai yang sangat besar jika dikelola dengan benar.

Eksplorasi Kreativitas di Innovation Expo dan Market Day

Kemeriahan tidak berhenti di dalam ruang kelas. Di area luar, Campus Innovation Expo & Market Day menjadi magnet tersendiri. Berbagai karya inovatif mahasiswa TUJ dipamerkan, mulai dari aplikasi berbasis AI hingga solusi infrastruktur digital. Para peserta JSLS tampak antusias bertanya langsung kepada kakak tingkat mereka mengenai proses pembuatan karya-karya tersebut.

Sembari mengeksplorasi inovasi, peserta juga dimanjakan dengan berbagai tenant kuliner dan produk kreatif di Market Day. Suasana ini menciptakan ekosistem yang dinamis, di mana pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan melebur menjadi satu kesatuan yang inspiratif.

Penutup yang Manis dengan Harmoni Musik

Sebagai pamungkas dari rangkaian acara yang padat, JSLS 2026 menghadirkan kejutan hiburan yang luar biasa. Penampilan spesial dari Adrian Khalif berhasil memecah suasana. Seluruh peserta yang tadinya serius berdiskusi, kini bersatu dalam harmoni, bernyanyi bersama mengikuti lantunan lagu-lagu hits sang bintang tamu. Kombinasi antara seminar serius dan konser musik ini sengaja dirancang agar pesan-pesan kepemimpinan yang disampaikan dapat meresap lebih dalam dengan cara yang menyenangkan.

Keberhasilan Jakarta Student Leader Summit 2026 ini menandai babak baru bagi Telkom University Jakarta dalam mencetak talenta unggul. Dengan rencana menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan, TUJ semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya peduli pada nilai akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pengembangan karakter pemuda di era digital. Bagi siapa pun yang ingin menjadi motor penggerak perubahan, Telkom University Jakarta adalah tempat di mana mimpi dan teknologi bersinergi.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Pengamat sosial dan jurnalis warga yang fokus pada isu-isu kemasyarakatan di kanal Kilat Citizen.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *