Kekacauan Verifikasi Data SPMB Depok 2026: Ratusan Orangtua Geruduk Kantor Disdik Akibat Masalah Sistem

Budi Santoso | UpdateKilat
05 Jun 2026, 16:55 WIB
Kekacauan Verifikasi Data SPMB Depok 2026: Ratusan Orangtua Geruduk Kantor Disdik Akibat Masalah Sistem

UpdateKilat — Hiruk-pikuk menyelimuti Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok, saat ratusan orangtua calon siswa berkumpul bukan untuk merayakan kelulusan, melainkan untuk melayangkan protes keras. Posko pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mendadak berubah menjadi arena perjuangan bagi para wali murid yang merasa hak pendidikan anak-anak mereka terhambat oleh dinding digital yang kaku. Kedatangan massa ini dipicu oleh kegagalan sistem validasi data pada platform pendaftaran online yang seharusnya mempermudah proses, namun justru menjadi momok menakutkan di hari-hari krusial pendaftaran.

Jeritan Hati Wali Murid di Tengah Labirin Digital

Salah satu sosok yang terlihat gigih mengantre adalah Septi, seorang ibu yang rela menghabiskan waktu berjam-jam demi kejelasan status pendaftaran anaknya. Septi terpaksa mendatangi posko pengaduan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok karena sistem online yang ia akses tak kunjung memberikan lampu hijau pada berkas yang telah ia unggah. Padahal, ia sedang memperjuangkan masa depan buah hatinya melalui jalur prestasi, sebuah jalur yang menuntut akurasi data dan ketepatan waktu yang sangat ketat.

Read Also

Cuaca Ekstrem Mengamuk: Pohon Tumbang hingga Fasilitas Tol Jakarta Ambruk Diterjang Angin Kencang

Cuaca Ekstrem Mengamuk: Pohon Tumbang hingga Fasilitas Tol Jakarta Ambruk Diterjang Angin Kencang

“Saya datang ke sini karena merasa buntu. Semua dokumen sudah saya unggah sesuai instruksi, tapi di sistem masih saja berstatus belum terverifikasi. Rasanya seperti berteriak di ruang hampa,” ujar Septi dengan nada getir saat ditemui tim di lokasi, Jumat (5/6/2026). Baginya, setiap detik sangatlah berharga mengingat tenggat waktu pendaftaran jalur prestasi sudah berada di depan mata. Tanpa verifikasi manual dari petugas, impian anaknya untuk masuk ke SMP Negeri impian di wilayah Cilodong terancam sirna begitu saja.

Sistem yang Kewalahan dan Antrean yang Mengular

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Sekitar 10 petugas operator yang disiagakan di Posko Pengaduan SPMB tampak kewalahan melayani gelombang manusia yang terus berdatangan. Keringat dan keluhan memenuhi ruangan saat para orangtua menuntut kejelasan mengapa pendaftaran sekolah online yang digadang-gadang efisien justru menjadi bumerang teknis.

Read Also

Ahmad Basarah Ungkap Relevansi Ramalan Bung Karno: Krisis Global Adalah Wajah Baru Neo-Kolonialisme

Ahmad Basarah Ungkap Relevansi Ramalan Bung Karno: Krisis Global Adalah Wajah Baru Neo-Kolonialisme

Septi mengungkapkan bahwa secara administratif, data anaknya sebenarnya sudah lengkap 100 persen. Semua persyaratan, mulai dari nilai rapor hingga sertifikat prestasi, sudah dilampirkan secara digital. Namun, sinkronisasi data antar sistem tampaknya mengalami kendala besar. “Masalahnya adalah status verifikasi. Selama status itu belum berubah, saya tidak bisa melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu memilih sekolah tujuan. Ini benar-benar membuat frustrasi,” tambahnya. Ketidakpastian ini diperparah dengan fakta bahwa hari itu merupakan batas akhir verifikasi pendaftaran jalur prestasi.

Pengorbanan Sang Penarik Kemudi: Kisah Rosid dari Sawangan

Cerita pilu lainnya datang dari Rosid, warga Sawangan yang kesehariannya menggantungkan hidup sebagai pengemudi ojek online. Demi pendidikan sang anak, Rosid rela mematikan aplikasi ojeknya dan melepaskan potensi pendapatan hariannya. Baginya, pendidikan anak adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar, meskipun ia harus beradu argumen dengan sistem digital yang sedang bermasalah.

Read Also

Sindikat Ekspor Motor Ilegal Jakarta Selatan Terbongkar: Ribuan Unit Disita, Pelaku Penghadang Ambulans Depok Diciduk

Sindikat Ekspor Motor Ilegal Jakarta Selatan Terbongkar: Ribuan Unit Disita, Pelaku Penghadang Ambulans Depok Diciduk

“Saya terpaksa libur narik ojek hari ini. Tidak apa-apa tidak ada pemasukan seharian, yang penting urusan sekolah anak beres. Ini kan hari terakhir untuk jalur prestasi, jadi tidak ada pilihan lain selain datang langsung ke sini,” tutur Rosid dengan wajah lelah setelah mengantre lebih dari dua jam. Rosid mencurigai adanya gangguan masif pada server atau sistem penginputan data pusat, karena banyak wali murid mengalami keluhan yang serupa dengannya.

Rosid berharap agar pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kota Depok, tidak menutup mata terhadap kendala teknis ini. Ia meminta adanya perbaikan infrastruktur digital agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Digitalisasi itu bagus kalau lancar, tapi kalau macet seperti ini, malah menyusahkan rakyat kecil yang tidak punya banyak waktu. Evaluasi total sangat diperlukan agar sistem ini lebih ramah pengguna dan cepat akses datanya,” tegasnya.

Tanggapan Resmi Dinas Pendidikan: Upaya Mengurai Benang Kusut

Menanggapi situasi yang kian memanas, Bahrudin selaku Panitia SPMB Dinas Pendidikan Kota Depok, memberikan penjelasan mengenai keberadaan posko tersebut. Menurutnya, layanan helpdesk atau posko pengaduan ini memang disiapkan sebagai jaring pengaman bagi masyarakat yang mengalami kendala selama masa pendaftaran yang berlangsung dari 22 Mei hingga 7 Juli 2026.

Bahrudin memaparkan bahwa mayoritas keluhan yang masuk berkaitan dengan isu teknis yang cukup kompleks. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kegagalan verifikasi akun baru.
  • Data Kartu Keluarga (KK) yang tidak sinkron karena adanya perubahan data terbaru atau baru terbit.
  • Ketidakakuratan penentuan titik koordinat domisili calon peserta didik yang sangat vital untuk jalur zonasi.
  • Masalah integrasi data antara database kependudukan dengan portal pendaftaran sekolah.

Pihak Disdik mengklaim telah memberikan kelonggaran, terutama terkait perbaikan titik koordinat domisili. Orangtua diberikan kesempatan satu kali perubahan jika ditemukan ketidaksesuaian posisi rumah dengan peta digital sistem. Bahrudin juga menekankan bahwa proses perbaikan ini sebenarnya tidak harus dipusatkan di Balai Kota, karena operator di tiap-tiap sekolah tujuan telah dibekali kewenangan untuk membantu validasi.

Mencari Solusi Jangka Panjang untuk SPMB Depok

Meskipun Disdik menyatakan telah menyiapkan operator di tingkat sekolah, nyatanya kepanikan publik tetap mendorong mereka untuk datang ke pusat informasi di Balai Kota. Rata-rata lebih dari 100 pengaduan diproses setiap harinya di posko utama, menunjukkan betapa besarnya skala kendala yang dihadapi masyarakat dalam proses SPMB Depok 2026 ini.

Ke depannya, integritas sistem informasi pendidikan menjadi harga mati. Transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak boleh hanya sekadar memindahkan formulir kertas ke layar komputer, tetapi harus dibarengi dengan kesiapan server yang mumpuni serta kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Kasus yang dialami Septi, Rosid, dan ratusan orangtua lainnya di Depok menjadi pengingat bagi para pengambil kebijakan bahwa di balik setiap data digital, ada masa depan anak bangsa yang sedang dipertaruhkan.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kota Depok untuk menjamin bahwa tidak ada satupun calon siswa yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena kendala teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini. Proses evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru diharapkan dapat melahirkan solusi yang lebih inklusif dan transparan bagi semua pihak.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *