Menilik Strategi Desa Cikahuripan: Membangun Ketahanan Pangan Melalui BUMDes dan Transformasi Digital yang Inspiratif

Budi Santoso | UpdateKilat
23 Mei 2026, 16:56 WIB
Menilik Strategi Desa Cikahuripan: Membangun Ketahanan Pangan Melalui BUMDes dan Transformasi Digital yang Inspiratif

UpdateKilat — Sinar matahari pagi baru saja menyentuh atap seng sebuah bangunan panjang di sudut Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, namun kesibukan di dalam kandang ayam petelur itu sudah mencapai puncaknya. Suara ribuan ayam yang saling bersahutan menciptakan harmoni kesibukan yang khas, sementara butiran telur berwarna cokelat perlahan bergulir di sela-sela kandang bambu, siap untuk dipanen sebagai simbol kemandirian pangan desa.

Bangunan semi-permanen yang tertata rapi ini bukan sekadar peternakan biasa. Ia adalah jantung dari unit usaha Desa Cikahuripan yang dikelola secara profesional untuk menjawab tantangan ekonomi masa kini. Di sini, aroma pakan berkualitas bercampur dengan hembusan angin dari kipas-kipas besar yang menjaga suhu ruangan agar tetap ideal bagi para penghuninya. Setiap sudut kandang mencerminkan ketelatenan para pekerja yang dengan sigap memeriksa kebersihan tempat minum dan ketersediaan pakan secara berkala.

Read Also

Kebakaran Jalur Tanah Abang Padam, Operasional KRL Berangsur Normal Setelah Drama Pagi yang Menegangkan

Kebakaran Jalur Tanah Abang Padam, Operasional KRL Berangsur Normal Setelah Drama Pagi yang Menegangkan

Inisiatif Strategis di Balik Ribuan Ayam Petelur

Seorang pekerja mengenakan sepatu bot hijau tampak lincah memunguti telur-telur segar. Tangannya yang terampil memindahkan hasil panen itu ke dalam ember-ember besar dengan hati-hati. Ini adalah rutinitas yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir sejak program ketahanan pangan digulirkan secara masif oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikahuripan.

Minta, Direktur BUMDes Cikahuripan, menjelaskan bahwa pemilihan unit usaha ayam petelur ini bukanlah tanpa alasan yang matang. Strategi ini diambil untuk memastikan pasokan protein hewani bagi warga sekitar tetap terjaga sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa. Total ada sekitar 1.500 ekor ayam yang mulai mengisi kandang-kandang tersebut sejak September tahun lalu, dan kini hasilnya telah melampaui ekspektasi awal.

Read Also

Strategi Cerdas Pramono Anung: Halte dan Stasiun Jakarta Kini Terbuka untuk Penamaan oleh Parpol

Strategi Cerdas Pramono Anung: Halte dan Stasiun Jakarta Kini Terbuka untuk Penamaan oleh Parpol

“Kami memilih peternakan ayam petelur karena prospek pasarnya yang sangat stabil. Hingga saat ini, usaha tersebut sudah berjalan sekitar delapan hingga sembilan bulan. Perkembangannya sangat positif, dan yang paling membanggakan adalah bagaimana masyarakat mulai merasakan dampak ekonominya secara langsung,” ujar Minta saat berbincang hangat dengan tim kami.

Kolaborasi Desa BRILian: Mengasah Kapasitas Manajerial

Keberhasilan pengelolaan peternakan ini tidak lepas dari sentuhan modernisasi manajemen. Desa Cikahuripan merupakan salah satu peserta program Desa BRILian pada tahun 2025 untuk batch ketiga. Program ini menjadi katalisator bagi para pengurus desa dan BUMDes untuk melakukan rebranding ekonomi desa agar lebih akuntabel dan transparan.

Melalui pendampingan ini, para pengelola belajar banyak mengenai sistem pembukuan dan pelaporan administrasi yang sesuai dengan standar Kementerian Desa. Pelatihan dilakukan dengan metode hybrid yang menggandeng akademisi dari universitas ternama, salah satunya adalah Universitas Airlangga. Sinergi antara praktisi lapangan dan akademisi ini memberikan perspektif baru dalam mengelola potensi lokal secara profesional.

Read Also

Wamendagri Akhmad Wiyagus: Penguatan Demokrasi Adalah Kunci Utama Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Wamendagri Akhmad Wiyagus: Penguatan Demokrasi Adalah Kunci Utama Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

“Setelah kami berhasil masuk dalam jajaran 15 besar nasional, pelatihan dilakukan secara langsung atau offline. Para tutor turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan intensif kepada pelaku UMKM dan pengurus BUMDes kami. Fokus utamanya adalah bagaimana mengubah pola pikir tradisional menjadi pola pikir bisnis yang berkelanjutan,” tambah Minta dengan nada optimis.

Menjaga Warisan Lewat Kerajinan Sangkar dan Anyaman

Selain fokus pada sektor peternakan, Desa Cikahuripan tetap memelihara akar budaya dan kearifan lokalnya. Di sudut-sudut rumah warga, masih terdengar suara ketukan kayu dan aroma bambu yang diiris tipis. Desa ini memiliki sejarah panjang sebagai sentra kerajinan sangkar burung yang unik karena memanfaatkan limbah kayu bekas. Meski persaingan pasar semakin ketat, produk sangkar burung asal Cikahuripan tetap memiliki tempat di hati para kolektor karena daya tahannya.

Tak hanya itu, kerajinan anyaman bakul atau yang akrab disebut ‘boboko’ oleh masyarakat Sunda, masih bertahan hingga kini. Namun, Minta mengakui adanya tantangan besar dalam hal regenerasi. Saat ini, pengrajin anyaman didominasi oleh warga lanjut usia di atas 50 tahun. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada sektor industri atau teknologi digital.

“Dulu, hampir setiap rumah adalah tempat produksi bakul. Sekarang memang jumlahnya berkurang secara signifikan. Tugas BUMDes adalah memastikan kerajinan ini tetap memiliki nilai ekonomi tinggi, mungkin dengan melakukan inovasi desain agar bisa masuk ke pasar yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya,” jelasnya.

Digitalisasi Desa: Internet Terjangkau dan Pelayanan Responsif

Loncatan besar lainnya yang dilakukan oleh Desa Cikahuripan adalah pengembangan layanan internet desa yang telah dirintis sejak 2023. Di tengah tingginya biaya berlangganan provider komersial, BUMDes hadir menawarkan solusi internet dengan tarif yang jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 150 ribu per bulan untuk kecepatan 10 Mbps. Langkah ini bukan sekadar bisnis, melainkan upaya pemerataan akses informasi bagi warga.

Program internet desa ini telah menjangkau ratusan pelanggan dan terus diekspansi secara bertahap. Infrastruktur digital ini kemudian menjadi pondasi bagi digitalisasi pelayanan publik di kantor desa. Sekretaris Desa Cikahuripan, Encin, mengungkapkan bahwa transformasi digital kini menjadi prioritas utama sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Bogor.

“Pelayanan administrasi seperti pengurusan surat pengantar kini mulai diarahkan melalui website desa. Tujuannya jelas, agar prosesnya lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dengan data kependudukan secara real-time. Kami ingin menghapus stigma bahwa urusan birokrasi desa itu lamban dan berbelit-belit,” tegas Encin.

Membangun UMKM yang Berdaya Saing Global

Pihak perbankan pun turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap progres yang dicapai oleh Desa Cikahuripan. Luki Perdana, Kepala Unit BRI Cileungsi, menyatakan bahwa fokus utama pendampingan adalah mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi finansial. Literasi keuangan menjadi kunci agar para pelaku usaha mikro di desa tidak terjebak dalam masalah modal yang tidak terukur.

“Kami mendorong agar seluruh transaksi usaha dan pelaporan keuangan di BUMDes serta UMKM mulai beralih dari manual ke sistem digital. Dengan pencatatan yang rapi, mereka akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan memperluas jaringan pasar mereka. Desa Cikahuripan telah membuktikan bahwa dengan kemauan kuat, desa bisa tampil di kancah nasional,” papar Luki.

Perjalanan Desa Cikahuripan memberikan pelajaran berharga bahwa ketahanan pangan dan digitalisasi bukanlah dua kutub yang terpisah. Keduanya bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan integritas dan semangat inovasi. Dari butiran telur yang bergulir di kandang hingga layanan internet yang menembus batas rumah-rumah warga, Cikahuripan sedang menuliskan sejarah baru sebagai desa mandiri yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat pemberdayaan BUMDes yang solid, desa ini optimis dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Keberhasilan masuk dalam jajaran 15 besar Desa BRILian nasional hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju transformasi desa yang lebih modern, sejahtera, dan tetap berakar pada kearifan lokal yang luhur.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *