Strategi ‘Value Investing’ Lo Kheng Hong: Membedah Alasan di Balik Akumulasi Saham GJTL, SIMP, dan DILD

Kevin Wijaya | UpdateKilat
22 Mei 2026, 20:58 WIB
Strategi 'Value Investing' Lo Kheng Hong: Membedah Alasan di Balik Akumulasi Saham GJTL, SIMP, dan DILD

UpdateKilat — Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tampak kehilangan tenaga dan bergerak fluktuatif, sosok investor kawakan Lo Kheng Hong justru menunjukkan taringnya. Pria yang kerap dijuluki sebagai ‘Warren Buffett-nya Indonesia’ ini kembali mencuri perhatian pasar modal dengan melakukan aksi borong saham secara masif. Berdasarkan pemantauan tim UpdateKilat, fokus utama sang investor tertuju pada beberapa emiten strategis, yakni PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Keputusan Lo Kheng Hong untuk tetap agresif di saat pasar sedang ‘dingin’ bukanlah tanpa alasan. Bagi seorang investasi saham yang menganut prinsip value investing, periode pelemahan harga sering kali menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan aset berkualitas di harga diskon. Manuver terbarunya ini memberikan sinyal kuat bagi para pelaku pasar mengenai arah angin investasi di masa mendatang.

Read Also

Langkah Strategis PYFA: Perkuat Struktur Modal Lewat Penerbitan 5,7 Miliar Saham Baru dan Rencana Ekspansi Masif

Langkah Strategis PYFA: Perkuat Struktur Modal Lewat Penerbitan 5,7 Miliar Saham Baru dan Rencana Ekspansi Masif

Manuver di Saham GJTL: Memperkuat Posisi di Industri Ban

Berdasarkan data resmi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 21 Mei 2025, Lo Kheng Hong terpantau secara konsisten menambah porsi kepemilikannya di emiten produsen ban terkemuka, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Dalam laporan kepemilikan efek di atas 5 persen yang dirilis pekan ini, sang investor menambah koleksinya sebanyak 912.400 lembar saham.

Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan Lo Kheng Hong di Gajah Tunggal kini melonjak menjadi 235.830.900 saham, atau setara dengan 6,77 persen dari total saham beredar. Sebelumnya, porsi kepemilikan Lo berada di angka 234.918.500 saham atau 6,74 persen. Langkah akumulasi ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental perusahaan yang memiliki pangsa pasar kuat di industri otomotif tersebut.

Read Also

IHSG Akhir Pekan April 2026: Menguat Terbatas ke Level 7.634 di Tengah Minimnya Amunisi Transaksi

IHSG Akhir Pekan April 2026: Menguat Terbatas ke Level 7.634 di Tengah Minimnya Amunisi Transaksi

Menariknya, aksi beli ini bertepatan dengan pergerakan harga saham GJTL yang menunjukkan tren positif. Pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, saham GJTL berhasil ditutup menguat 1,72 persen ke level Rp 1.185 per saham. Meskipun sempat dibuka stagnan di level Rp 1.165, saham ini menunjukkan daya tahan yang luar biasa dengan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 1.190 di tengah volatilitas IHSG yang tinggi.

Strategi Re-entry di SIMP: Antara Profit Taking dan Akumulasi Kembali

Selain fokus pada industri ban, Lo Kheng Hong juga menunjukkan langkah strategis pada saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Namun, pendekatannya di emiten agribisnis milik Grup Salim ini terbilang cukup dinamis. Setelah sempat melakukan aksi ambil untung atau profit taking beberapa waktu lalu, kini Lo Kheng Hong terpantau kembali masuk dengan volume yang fantastis.

Read Also

Geliat Bursa Asia: Menimbang Harapan Damai di Tengah Panasnya Hubungan Iran-AS

Geliat Bursa Asia: Menimbang Harapan Damai di Tengah Panasnya Hubungan Iran-AS

UpdateKilat mencatat bahwa Lo Kheng Hong baru saja memborong 793.640.400 saham SIMP, yang setara dengan 5,12 persen kepemilikan. Meskipun nilai nominal per lembar saham pada transaksi beli terbaru ini belum dipublikasikan secara mendetail, namun langkah ini dipandang sebagai bentuk optimisme terhadap siklus komoditas sawit di masa depan.

Sebelumnya, pada pertengahan April 2026, Lo Kheng Hong tercatat sempat melepas sebagian kepemilikannya di SIMP sebanyak dua kali dalam satu hari. Transaksi pertama dilakukan pada harga Rp 925 per saham, dan transaksi kedua pada harga Rp 920 per saham. Total penjualan saat itu mencapai 8,18 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,54 miliar. Penjualan tersebut dilakukan dengan tujuan merealisasikan keuntungan, membuktikan bahwa sang investor tetap fleksibel dalam mengelola portofolionya sesuai dengan dinamika pasar modal.

Dinamika Perdagangan SIMP dan Potensi Sektor Agribisnis

Pasar menyambut positif kembalinya Lo Kheng Hong ke jajaran pemegang saham besar SIMP. Terlihat pada perdagangan akhir pekan lalu, saham SIMP melonjak signifikan sebesar 4,67 persen, berakhir di posisi Rp 560 per saham. Padahal, pada awal pembukaan, saham ini sempat tertekan hingga ke level Rp 530 per saham.

Aktivitas transaksi di saham SIMP juga tergolong ramai dengan frekuensi mencapai 2.890 kali dan volume perdagangan lebih dari 242 ribu saham. Secara year to date, performa saham SIMP sebenarnya cukup mengesankan dengan kenaikan yang mencapai lebih dari 40 persen. Hal ini memperkuat alasan mengapa investor sekelas Lo Kheng Hong tetap mempertahankan minatnya pada emiten ini, meskipun sempat keluar-masuk dalam waktu yang relatif singkat.

Ekspansi di Sektor Properti melalui Intiland Development (DILD)

Tidak berhenti di sektor manufaktur dan agribisnis, radar investasi Lo Kheng Hong juga menjangkau sektor properti. Melalui PT Intiland Development Tbk (DILD), ia kembali mempertebal pundi-pundi sahamnya. Pada awal Mei 2026, Lo dilaporkan menambah 15.179.600 saham DILD dengan harga pelaksanaan Rp 129 per saham.

Investasi senilai Rp 1,95 miliar ini meningkatkan porsi kepemilikannya menjadi 7,08 persen atau setara dengan 733,68 juta saham. Keputusan ini menunjukkan bahwa Lo Kheng Hong melihat adanya nilai intrinsik yang belum tergarap sepenuhnya di sektor properti, meskipun saat ini suku bunga global masih menjadi tantangan bagi industri real estate.

Langkah investasi di Intiland ini murni bertujuan untuk investasi jangka panjang dengan status kepemilikan langsung. Walaupun pada penutupan perdagangan sempat terjadi koreksi tipis, karakteristik Lo Kheng Hong yang sabar menanti pertumbuhan nilai aset membuatnya tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga harian yang bersifat jangka pendek.

Filosofi di Balik Setiap Transaksi: Menemukan ‘Harta Karun’ yang Terpendam

Apa yang bisa dipelajari dari rentetan aksi beli Lo Kheng Hong ini? Jawabannya terletak pada ketenangan dan kemampuannya membaca laporan keuangan secara mendalam. Di saat mayoritas investor ritel merasa cemas dengan pergerakan IHSG yang tidak menentu, Lo justru melihat peluang di saham-saham yang memiliki aset besar namun dihargai rendah oleh pasar (undervalued).

Bagi Lo Kheng Hong, memilih saham ibarat mencari harta karun di dasar laut. Ia tidak mencari saham yang sedang populer atau digandrungi karena tren sesaat, melainkan mencari perusahaan yang memiliki manajemen solid, track record keuntungan yang jelas, dan valuasi yang masuk akal. Akumulasi di GJTL, SIMP, dan DILD merupakan cerminan dari diversifikasi sektor yang ia terapkan untuk memitigasi risiko sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan di masa depan.

Kesimpulan dan Pandangan Pasar

Aksi borong saham yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong ini diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Kehadiran tokoh investor besar yang terus menyuntikkan modal menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup tangguh untuk menopang kinerja para emiten di bursa.

Namun, UpdateKilat mengingatkan para pembaca bahwa mengikuti jejak investor besar tetap memerlukan analisis mandiri yang mendalam. Setiap investor memiliki profil risiko dan jangka waktu investasi yang berbeda. Apa yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong adalah sebuah strategi jangka panjang yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya membuahkan hasil yang manis. Mari kita nantikan, apakah ‘saham-saham pilihan’ ini akan kembali memberikan keuntungan berlipat ganda seperti yang telah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *