Drama Penangkapan Predator di Makassar: Akhir Pelarian IS dan Jeratan Lowongan Kerja Palsu

Budi Santoso | UpdateKilat
18 Mei 2026, 06:55 WIB
Drama Penangkapan Predator di Makassar: Akhir Pelarian IS dan Jeratan Lowongan Kerja Palsu

UpdateKilat — Jejak pelarian IS (30), seorang pria yang tega menyekap dan memperkosa korbannya selama berhari-hari di Kota Makassar, akhirnya menemui titik buntu. Pelarian lintas provinsi yang dilakukannya berakhir dengan drama penangkapan yang menegangkan, di mana aparat kepolisian terpaksa melepaskan timah panas ke arah kaki pelaku karena mencoba melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Drama Penangkapan di Pelabuhan: Pelarian IS Berakhir dengan Timah Panas

Pelaku yang berinisial IS ini ditangkap setelah sempat melarikan diri ke luar Pulau Sulawesi usai melakukan aksi bejatnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, pelaku ditangkap oleh tim gabungan saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Namun, perjalanannya tidak berhenti di sana. Petugas langsung memboyong pria tersebut kembali ke Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Read Also

Jakarta Sabet Gelar Kota Teraman Kedua di ASEAN, Rano Karno Ungkap Strategi di Balik Layar

Jakarta Sabet Gelar Kota Teraman Kedua di ASEAN, Rano Karno Ungkap Strategi di Balik Layar

Setibanya di Makassar pada Sabtu (16/5), situasi sempat memanas. IS yang dikenal licin ini mencoba mengelabui petugas dan melarikan diri di tengah proses pemindahan. Tak ingin buruannya lepas, tim Jatanras Polrestabes Makassar mengambil tindakan tegas dan terukur. Peluru bersarang di kaki pelaku untuk melumpuhkan perlawanannya. Kapolestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena pelaku secara terang-terangan melawan petugas.

“Karena memang ada tindakan melawan pada saat tiba kembali di Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini,” ujar Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers di Mapolrestabes Makassar, sebagaimana dilaporkan oleh kanal kriminalitas di Makassar.

Jerat Lowongan Kerja Palsu di Media Sosial: Modus Klasik yang Mematikan

Kasus ini bermula dari sebuah modus yang kini marak terjadi di jagat maya, yakni penipuan lowongan kerja melalui media sosial Facebook. Korban, seorang wanita muda berinisial WA (21) yang berasal dari Kalimantan Utara, tergiur dengan tawaran pekerjaan sebagai pengasuh bayi (babysitter) yang diunggah oleh pelaku. Tanpa curiga, WA menghubungi IS dan sepakat untuk bertemu di sebuah lokasi di Makassar.

Read Also

Misi Bersih-Bersih Kabinet: Prabowo Panggil Kepala PPATK ke Hambalang Perketat Pengawasan Dana Rakyat

Misi Bersih-Bersih Kabinet: Prabowo Panggil Kepala PPATK ke Hambalang Perketat Pengawasan Dana Rakyat

Sesampainya di lokasi, pelaku mulai melancarkan akal bulusnya. IS berdalih bahwa posisi pengasuh bayi tersebut belum tersedia dan meminta korban untuk sementara waktu bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumahnya yang terletak di kawasan elit Jalan Metro Tanjung Bunga, Barombong. Terdesak kebutuhan ekonomi, korban akhirnya menyetujui tawaran tersebut tanpa menyadari bahwa dirinya sedang masuk ke dalam perangkap predator.

Pemanfaatan media sosial untuk aksi kriminal seperti lowongan kerja palsu ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat agar lebih waspada dalam menyaring informasi pekerjaan secara daring.

Tiga Hari di Bawah Ancaman: Cerita Pilu Korban Penyekapan

Penderitaan WA dimulai pada hari ketiga ia bekerja. IS yang semula tampak biasa saja, tiba-tiba menunjukkan sisi gelapnya. Pelaku masuk ke dalam kamar korban sambil membawa senjata tajam jenis cutter. Di bawah ancaman nyawa, korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku. Tidak hanya sekali, perbuatan asusila tersebut dilakukan berulang kali selama masa penyekapan.

Read Also

Drama Pledoi Eks Wamenaker: Pengakuan Noel yang Diblacklist Lion Air Hingga Sorotan Perbudakan Modern

Drama Pledoi Eks Wamenaker: Pengakuan Noel yang Diblacklist Lion Air Hingga Sorotan Perbudakan Modern

Kekejaman IS tidak berhenti di situ. Untuk memastikan korban tidak melarikan diri, pelaku mengikat tangan dan menutup mulut korban menggunakan lakban. Selama tiga hari penuh, sejak Jumat (8/5), korban terjebak dalam ruang gelap ketakutan di sebuah rumah kontrakan. Selain merampas kehormatan korban, pelaku juga menggasak harta benda milik WA, termasuk uang tunai, ponsel, hingga sepeda motor yang kemudian dijual oleh pelaku untuk modal pelariannya.

“Setelah diperkosa, uang korban diambil, handphone diambil, dan motornya juga dibawa kabur lalu dijual,” tambah Arya menjelaskan rincian aksi pelaku penyekapan tersebut.

Jejak Pelarian Antar-Provinsi yang Berhasil Diendus Polisi

Setelah merasa puas dan berhasil mengantongi uang dari hasil penjualan barang milik korban, IS melarikan diri. Awalnya, pihak kepolisian menduga pelaku kabur menuju wilayah Sumatera. Namun, berkat koordinasi yang apik antara Jatanras Polrestabes Makassar, Polrestabes Surabaya, dan Polres KP3 Tanjung Perak, keberadaan pelaku berhasil terdeteksi di atas kapal laut menuju Surabaya.

Penyelidikan mendalam mengungkap fakta menarik mengenai lokasi penyekapan. Rumah di kawasan Barombong tersebut ternyata bukan milik pelaku, melainkan rumah yang dikontrak secara harian dengan tarif Rp300 ribu per hari. Strategi menyewa rumah harian ini diduga sengaja dilakukan IS untuk menghilangkan jejak dan memudahkan dirinya berpindah-pindah tempat setelah melakukan kejahatan.

Korban sendiri berhasil menyelamatkan diri setelah berhasil melepaskan ikatan lakban di saat pelaku sedang lengah. Dengan sisa tenaga dan keberanian yang ada, WA melarikan diri dari rumah tersebut dan segera melaporkan kejadian memilukan yang dialaminya ke kantor polisi terdekat.

Pentingnya Kewaspadaan terhadap Keamanan di Ruang Digital

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat mengenai bahaya yang mengintai di balik layar ponsel. Penangkapan IS oleh tim Polrestabes Makassar merupakan bukti komitmen kepolisian dalam memberantas tindak kekerasan seksual dan penyekapan. Namun, langkah preventif dari masyarakat tetap menjadi garda terdepan.

Pakar keamanan menyarankan agar pencari kerja selalu melakukan verifikasi terhadap perusahaan atau individu yang menawarkan pekerjaan. Pastikan identitas pemberi kerja jelas dan jangan pernah mendatangi lokasi pertemuan yang terisolasi atau rumah pribadi sendirian. Kasus kasus pemerkosaan dengan modus lowongan kerja ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya yang terjebak dalam tipu daya serupa.

Saat ini, IS telah mendekam di sel tahanan Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia terancam dijerat dengan pasal berlapis mengenai pemerkosaan, penyekapan, dan pencurian dengan kekerasan, yang membawa ancaman hukuman penjara belasan tahun. Sementara itu, korban WA sedang mendapatkan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma mendalam akibat peristiwa mengerikan yang dialaminya.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *