UpdateKilat – DRMA Guyur Pemegang Saham Dividen Rp329,41 Miliar: Simak Rencana Besar di Balik Ekspansi Green Mobility

Kevin Wijaya | UpdateKilat
22 Apr 2026, 07:00 WIB
UpdateKilat - DRMA Guyur Pemegang Saham Dividen Rp329,41 Miliar: Simak Rencana Besar di Balik Ekspansi Green Mobility

UpdateKilat — Angin segar berembus bagi para investor di sektor otomotif. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten komponen otomotif terkemuka, secara resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Keputusan ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif. Dengan total nilai mencapai Rp329,41 miliar, pembagian keuntungan ini mencerminkan performa finansial perusahaan yang tetap solid sepanjang tahun.

Rincian Dividen DRMA: Manisnya Laba untuk Pemegang Saham

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 April 2026, manajemen DRMA telah sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp70 per lembar saham. Jika melihat data keuangan per 31 Desember 2025, langkah berani ini didukung oleh laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp652,58 miliar. Artinya, perusahaan mengalokasikan sekitar 50% dari laba bersihnya untuk dibagikan sebagai dividen.

Read Also

Transformasi Strategis PGEO: Perombakan Direksi dan Ambisi Ekspansi Menuju Raksasa Energi Hijau Global

Transformasi Strategis PGEO: Perombakan Direksi dan Ambisi Ekspansi Menuju Raksasa Energi Hijau Global

Tidak hanya mengandalkan laba tahun berjalan, kekuatan fundamental DRMA juga tercermin dari saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya, yang mencapai angka fantastis sebesar Rp2 triliun. Dengan total ekuitas mencapai Rp2,93 triliun, perseroan menunjukkan posisi keuangan yang sangat sehat untuk mendukung investasi jangka panjang sekaligus tetap memanjakan para investor setianya.

Catat Tanggal Pentingnya: Jadwal Pembagian Dividen DRMA 2025

Bagi Anda yang mengincar jatah dividen ini, sangat penting untuk memperhatikan kalender aksi korporasi agar tidak terlewat momentum. Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen tunai DRMA tahun buku 2025:

  • Tanggal Efektif: 7 Mei 2026
  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 27 April 2026
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 28 April 2026
  • Cum Dividen di Pasar Tunai: 29 April 2026
  • Ex Dividen di Pasar Tunai: 30 April 2026
  • Recording Date (DPS): 29 April 2026, pukul 16:00 WIB
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 7 Mei 2026

Sebagai informasi tambahan bagi investor pemula, Cum Dividen adalah hari terakhir perdagangan saham di mana pembeli saham masih berhak mendapatkan dividen. Sementara itu, Ex Dividen adalah hari pertama di mana pembeli saham sudah tidak lagi memiliki hak untuk menerima dividen dari tahun buku tersebut. Pastikan Anda sudah masuk dalam daftar pemegang saham sebelum batas waktu yang ditentukan untuk menikmati keuntungan ini.

Read Also

Analisis Pergerakan Saham BUMI 13 April 2026: Menguji Resiliensi di Tengah Gejolak IHSG

Analisis Pergerakan Saham BUMI 13 April 2026: Menguji Resiliensi di Tengah Gejolak IHSG

Sinyal Positif dari Sang Komisaris: Aksi Borong Saham

Menariknya, sebelum pengumuman dividen ini mencuat ke publik, internal perusahaan sudah menunjukkan optimisme yang tinggi. Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, selaku Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk, terpantau melakukan aksi beli saham DRMA secara masif pada 9 Maret 2026. Beliau menambah kepemilikannya sebanyak 4.863.000 lembar saham dengan harga rata-rata Rp850 per saham.

Investasi senilai Rp4,13 miliar tersebut membuat kepemilikan Noel di DRMA meningkat dari 1,62% menjadi 1,72%, atau setara dengan 81.138.700 lembar saham. Dalam dunia pasar modal, transaksi orang dalam (insider buying) seperti ini sering kali dianggap sebagai sinyal kuat bahwa manajemen memiliki kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek masa depan perusahaan. Ketika pemimpin perusahaan rela merogoh kocek pribadi untuk menambah porsi kepemilikan, hal itu memberikan pesan moral bagi pasar bahwa harga saham saat ini mungkin masih di bawah nilai intrinsiknya.

Read Also

OJK Siapkan Fondasi Baru: Roadmap Pasar Derivatif dan Investasi Hijau 2026-2030 Resmi Meluncur

OJK Siapkan Fondasi Baru: Roadmap Pasar Derivatif dan Investasi Hijau 2026-2030 Resmi Meluncur

Transformasi Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)

DRMA tidak hanya sekadar bertahan di industri komponen konvensional. Di bawah kepemimpinan Irianto Santoso selaku Presiden Direktur, perseroan tengah memacu transformasi menuju kendaraan listrik (EV). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengembangan infrastruktur fast charging station dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) yang tinggi.

Langkah ini bukan tanpa alasan. DRMA berupaya menekan ketergantungan terhadap komponen impor sekaligus mendukung program pemerintah dalam mempercepat adopsi EV di Indonesia. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, DRMA memperkenalkan inovasi terbarunya berupa Battery Energy Storage System (BESS) yang terintegrasi dengan stasiun pengisian daya buatan lokal.

“Kami ingin membangun ekosistem yang terintegrasi. Tidak hanya menyediakan komponen, tapi juga infrastruktur pendukung yang memudahkan pengguna kendaraan listrik roda dua di Indonesia,” ujar Irianto Santoso dalam keterangannya. Strategi ini diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi DRMA di masa depan.

Membidik Target Penjualan Rp6 Triliun

Dengan diversifikasi bisnis yang kian luas, DRMA menetapkan target ambisius namun realistis, yakni total penjualan sebesar Rp6 triliun pada periode 2025. Perusahaan optimistis stabilitas di segmen kendaraan roda dua dan roda empat akan tetap terjaga, sementara kontribusi dari lini bisnis EV dan sektor non-otomotif akan terus merangkak naik secara ekspansif.

Selain fokus pada komponen orisinal (OEM), DRMA juga masuk ke segmen konversi melalui ekosistem Dharma Connect (DC Cross). Layanan ini memungkinkan pemilik kendaraan roda dua bermesin bensin (ICE) untuk mengubah kendaraan mereka menjadi motor listrik. Langkah pro-lingkungan ini sejalan dengan agenda global untuk menurunkan emisi karbon, sekaligus memberikan alternatif solusi transportasi berkelanjutan bagi masyarakat.

Pergerakan Harga Saham DRMA di Pasar Modal

Meskipun sentimen dividen cukup positif, harga saham DRMA sempat mengalami koreksi tipis. Berdasarkan data RTI, saham DRMA ditutup pada level Rp1.040 per lembar, mengalami pelemahan sekitar 0,95%. Perdagangan harian mencatatkan frekuensi sebanyak 519 kali dengan volume mencapai 50.676 saham dan nilai transaksi total sebesar Rp5,3 miliar.

Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini sering kali dianggap sebagai dinamika wajar. Fokus utama tetap pada fundamental perusahaan yang solid dan konsistensi pembagian dividen yang cukup menggiurkan. Dengan dividend yield yang kompetitif, DRMA tetap menjadi salah satu emiten pilihan di sektor manufaktur otomotif nasional.

Secara keseluruhan, PT Dharma Polimetal Tbk berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pemain lama yang statis. Melalui kombinasi antara pengelolaan keuangan yang prudent, kepercayaan diri dari jajaran manajemen, serta visi yang jelas menuju era elektrifikasi, DRMA memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam peta industri otomotif masa depan Indonesia. Pembagian dividen tahun 2025 ini hanyalah salah satu babak dari narasi besar kesuksesan yang tengah mereka susun.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *