Aksi Korporasi Maybank Indonesia: Guyuran Dividen Rp580 Miliar dan Formasi Baru Menuju ROAR30
UpdateKilat — Langkah strategis baru saja diambil oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk dalam upaya memperkokoh posisinya di panggung finansial tanah air. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar baru-baru ini, perseroan resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp580 miliar sekaligus melakukan perombakan signifikan pada struktur kepemimpinan perusahaan.
Keputusan besar ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari visi jangka panjang yang disebut sebagai strategi ROAR30. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham memberikan lampu hijau untuk mengalokasikan sekitar 35 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp1,66 triliun untuk dibagikan kepada investor. Artinya, setiap pemegang saham akan menerima jatah sebesar Rp7,6110 per lembar saham.
Waspada Efek Domino Saham HSC: Analis Ingatkan Risiko Panic Selling dan Strategi Jangka Pendek
Memperkuat Fondasi Melalui Laba Ditahan
Meski royal dalam membagikan dividen, Maybank Indonesia tetap mengedepankan aspek keberlanjutan. Sebesar 65 persen dari laba bersih, atau setara dengan Rp1,08 triliun, diputuskan untuk tetap berada di kantong perusahaan sebagai laba ditahan. Langkah ini diambil guna mempertebal modal dan menjadi amunisi segar dalam ekspansi usaha serta pengembangan kinerja perbankan di masa mendatang.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menekankan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk memadukan kapabilitas global dengan kearifan pasar lokal. “Kami akan terus mengoptimalkan jaringan global kami untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia, yang merupakan salah satu home market utama bagi Maybank Group,” ungkapnya dengan optimis.
IHSG Kian Perkasa: Gebrakan Reformasi Pasar Modal Picu Optimisme Investor Global
Penyegaran Nakhoda Baru di Kursi Manajemen
Selain soal pundi-pundi rupiah, perhatian utama dalam RUPST kali ini tertuju pada perombakan kursi elit. Nama Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid kini resmi didapuk sebagai Presiden Komisaris yang baru. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif segar dalam mengawal arah kebijakan perseroan.
Tak hanya itu, barisan dewan komisaris juga diperkuat dengan masuknya Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim. Sementara di jajaran direksi, Mariana Husin terpilih untuk mengisi posisi Direktur, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya seiring dengan berakhirnya masa jabatan Edwin Gerungan dan Ricky Antariksa.
Berikut adalah formasi lengkap nahkoda baru Maybank Indonesia hasil keputusan RUPST 2026:
Strategi OJK Perkuat Asuransi dan Dana Pensiun Lewat Instrumen Pasar Modal yang Terukur
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid
- Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli
- Komisaris: Datuk Lim Hong Tat
- Komisaris Independen: Hendar
- Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno
- Komisaris Independen: Marina R. Tusin
- Komisaris Independen: Daniel James Rompas
- Komisaris: Dr. Hasnita Dato’ Hashim
Direksi
- Presiden Direktur: Steffano Ridwan
- Direktur: Irvandi Ferizal
- Direktur: Effendi
- Direktur: Widya Permana
- Direktur: Bambang Andri Irawan
- Direktur: Shaiful Andhli Yazid
- Direktur: Yessika Effendi
- Direktur: Romy Hardiansyah
- Direktur: Bianto Surodjo
- Direktur: Mariana Husin
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua: M. Sa’ad Ih
- Anggota: Sodikun
- Anggota: Ahmad Satori
Dengan susunan manajemen yang lebih solid dan komitmen pada dividen, Maybank Indonesia tampaknya sudah siap berlari kencang dalam menghadapi dinamika pasar modal dan kompetisi perbankan yang kian kompetitif.