Panduan Praktis Dzikir Pendek Setelah Sholat: Urutan Lengkap dan Keutamaannya untuk Ketenteraman Jiwa

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
17 Apr 2026, 08:59 WIB
Panduan Praktis Dzikir Pendek Setelah Sholat: Urutan Lengkap dan Keutamaannya untuk Ketenteraman Jiwa

UpdateKilat — Menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia sering kali dimulai dari sajadah. Bagi seorang Muslim, momen setelah salam dalam sholat fardhu bukan sekadar tanda berakhirnya ibadah, melainkan gerbang menuju kedekatan spiritual yang lebih dalam melalui dzikir. Sebagaimana pesan menyentuh dalam QS. Al-Ahzab: 41, Allah SWT menyeru orang-orang beriman untuk mengingat-Nya sebanyak mungkin. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai bacaan dzikir pendek yang praktis namun sarat akan makna.

Esensi Dzikir: Nafas bagi Hati yang Hidup

Imam Nawawi dalam kitab monumental Al-Adzkar menegaskan sebuah konsensus di kalangan ulama tentang kesunnahan berdzikir usai sholat. Kekuatan dzikir ini bahkan digambarkan oleh Rasulullah SAW melalui sebuah analogi yang tajam: perbandingan antara mereka yang berdzikir dan yang tidak, ibarat orang yang hidup berdampingan dengan mayat. Dzikir adalah detak jantung spiritual yang menjaga jiwa tetap terjaga dan terhubung dengan Sang Pencipta.

Read Also

Menggapai Berkah Melalui Ratib al-Haddad: Panduan Lengkap, Sejarah, dan Cara Mengamalkannya

Menggapai Berkah Melalui Ratib al-Haddad: Panduan Lengkap, Sejarah, dan Cara Mengamalkannya

Berikut adalah kurasi amalan setelah sholat yang dihimpun dari literatur shahih, termasuk referensi dari Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.

1. Istighfar: Membasuh Diri dari Kekurangan

Langkah pertama setelah sholat adalah mengakui kerendahan hati di hadapan-Nya. Membaca istighfar sebanyak tiga kali merupakan tradisi Rasulullah SAW untuk memohon ampun atas segala kekurangan saat menghadap Allah.

Bacaan: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
(Astaghfirullahal-‘adzim, alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih)
Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Besar, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”

2. Tahlil dan Tahmid: Mengukuhkan Tauhid

Dzikir ini adalah pengakuan kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu. Dengan membacanya, kita mendeklarasikan bahwa tidak ada kekuatan lain yang patut disembah selain Allah.

Read Also

Meresapi Kesucian Baitullah: Panduan Lengkap Adab dan Doa di Masjid demi Meraih Keberkahan Hakiki

Meresapi Kesucian Baitullah: Panduan Lengkap Adab dan Doa di Masjid demi Meraih Keberkahan Hakiki

Bacaan: لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر
(Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir)

3. Formasi Wirid 33 Kali: Penghapus Dosa Seluas Samudra

Salah satu amalan yang paling populer dan memiliki janji pahala luar biasa adalah kombinasi Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 33 kali. Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bahkan jika jumlahnya sebanyak buih di lautan bagi mereka yang menutup rangkaian ini dengan kalimat tauhid hingga genap 100.

  • Tasbih (33x): Subhanallah (Mahasuci Allah)
  • Tahmid (33x): Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  • Takbir (33x): Allahu Akbar (Allah Mahabesar)

4. Doa Keselamatan dan Perlindungan

Setelah memuji Allah, saatnya memohon perlindungan. Doa keselamatan (Allahumma antas salaam) adalah bentuk penyerahan diri agar hidup senantiasa dinaungi kedamaian. Selain itu, sangat dianjurkan membaca doa perlindungan dari siksa api neraka (Allahumma ajirnii minan naar) sebanyak tiga kali sebagai perisai spiritual.

Read Also

Menggapai Berkah di Bulan Syawal: Mengapa Menikah di Waktu Ini Menjadi Sunnah yang Sangat Dianjurkan?

Menggapai Berkah di Bulan Syawal: Mengapa Menikah di Waktu Ini Menjadi Sunnah yang Sangat Dianjurkan?

5. Menghidupkan Hati dengan Al-Hayyu dan Al-Qayyum

Khusus setelah sholat fajar (Subuh), para ulama seperti Imam Al-Ghazali menyarankan pengulangan nama Allah Ya Hayyu Ya Qayyum sebanyak 40 kali. Ini diyakini mampu memancarkan cahaya makrifat dalam hati, memberikan kejernihan berpikir, dan ketenangan batin dalam menghadapi hari.

Urutan Praktis Dzikir Sesuai Sunnah

Untuk memudahkan implementasi harian Anda, UpdateKilat menyusun urutan praktis yang bisa diikuti:

  1. Membaca Istighfar 3 kali.
  2. Membaca Kalimat Tauhid (Laa ilaha illallahu…).
  3. Membaca Doa Keselamatan (Allahumma antas salaam…).
  4. Melakukan Wirid 33x (Tasbih, Tahmid, Takbir) dan penutupnya.
  5. Membaca Ayat Kursi satu kali untuk perlindungan.
  6. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  7. Ditutup dengan doa sapu jagat: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah…

Mengapa Dzikir Begitu Penting?

Mengamalkan manfaat dzikir bukan sekadar rutinitas lisan. Secara spiritual, dzikir adalah sarana untuk mendapatkan ridha Allah dan pahala yang setara dengan sedekah besar, haji, bahkan jihad bagi mereka yang terbatas secara finansial. Lebih dari itu, dzikir yang dilakukan secara konsisten akan mendatangkan pengawalan dari para malaikat, terutama pada waktu Subuh dan Maghrib.

Mari jadikan setiap helaan nafas setelah sholat sebagai jembatan menuju ketenangan abadi. Dengan dzikir yang teratur, hati yang gundah akan menemukan pelabuhannya, dan jiwa yang lelah akan kembali bertenaga.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *