Dharma Santi 2026: Presiden Prabowo Serukan Semangat Persaudaraan dan Pesan Mendalam Tat Twam Asi

Budi Santoso | UpdateKilat
17 Apr 2026, 22:54 WIB
Dharma Santi 2026: Presiden Prabowo Serukan Semangat Persaudaraan dan Pesan Mendalam Tat Twam Asi

UpdateKilat — Momentum perayaan Dharma Santi 2026 menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk kembali menyuarakan pentingnya merajut tenun kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Melalui pesan yang sarat akan makna spiritual dan kebangsaan, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Hindu, untuk terus memupuk benih toleransi pasca-pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (17/4/2026), Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat yang hangat. Beliau menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah refleksi atas nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Beliau hadir membawa semangat baru untuk membangun persatuan nasional yang lebih kokoh di masa depan.

Read Also

Indonesia Jadi Tuan Rumah WCPP 2026: Mengawal Era Baru Reformasi Pemasyarakatan Dunia

Indonesia Jadi Tuan Rumah WCPP 2026: Mengawal Era Baru Reformasi Pemasyarakatan Dunia

Meneguhkan Nilai Dharma dalam Kehidupan Berbangsa

Presiden Prabowo Subianto mengawali pidatonya dengan ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kedamaian yang menyelimuti Tanah Air. Menurutnya, Dharma Santi merupakan momentum emas untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari segala prasangka. Beliau percaya bahwa fondasi utama sebuah negara yang besar adalah kerukunan antarwarganya.

“Dharma Santi adalah saat yang tepat untuk kita saling memaafkan, memperkuat tali persaudaraan, dan yang paling penting adalah meneguhkan kembali nilai-nilai dharma dalam kehidupan kita sehari-hari,” tutur Presiden dengan nada penuh wibawa. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dalam suasana yang harmoni sosial dan penuh rasa aman.

Read Also

Misi Penyelamatan Pangan: Satgas PRR Pacu Rehabilitasi 42 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatra

Misi Penyelamatan Pangan: Satgas PRR Pacu Rehabilitasi 42 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatra

Esensi Tat Twam Asi dan Kekuatan Keberagaman

Salah satu poin menarik dalam pesan Presiden adalah penekanan pada filosofi Tat Twam Asi, yang secara harfiah berarti ‘aku adalah kamu’. Prabowo memandang prinsip ini sebagai kunci dari etika sosial masyarakat Indonesia. Dengan menghormati orang lain layaknya menghormati diri sendiri, perselisihan dapat diminimalisir dan kerja sama dapat ditingkatkan.

“Bangsa kita adalah bangsa yang besar karena kemampuannya hidup rukun dalam perbedaan. Kita mengedepankan gotong royong, saling mendukung, dan saling mengasihi. Berbeda itu pasti, namun tetap satu adalah tujuan utama kita,” tambahnya. Presiden juga memuji peran aktif umat Hindu Indonesia yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di berbagai pelosok negeri.

Read Also

Aksi Nyata Supian Suri Tata Wajah Margonda: Mewujudkan Depok yang Bersih dan Estetik

Aksi Nyata Supian Suri Tata Wajah Margonda: Mewujudkan Depok yang Bersih dan Estetik

Tri Hita Karana Sebagai Kompas Menuju Indonesia Maju

Menutup narasinya, Presiden Prabowo mengajak umat Hindu untuk tetap teguh memegang prinsip Tri Hita Karana. Konsep keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam semesta dinilai sangat relevan dengan visi pembangunan berkelanjutan pemerintah.

Beliau optimis bahwa dengan menjaga keseimbangan tersebut, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat. “Mari kita jaga kebersamaan ini, kita perkuat semangat toleransi, dan mari bersama-sama membangun Indonesia yang adil, makmur, serta berdiri tegak di atas kaki sendiri,” pungkasnya. Pesan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus melangkah dalam harmoni dan persatuan yang abadi.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *