Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak: Ini Daftar Saham Energi yang Berpotensi Cuan!

Kevin Wijaya | UpdateKilat
15 Apr 2026, 10:55 WIB
Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak: Ini Daftar Saham Energi yang Berpotensi Cuan!

UpdateKilat — Eskalasi ketegangan di panggung geopolitik global kembali mencapai titik didih setelah perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu. Kegagalan diplomasi ini bukan sekadar urusan politik, melainkan telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar finansial, terutama dengan menguatnya isu pemblokiran Selat Hormuz oleh pihak AS.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dunia. Imbasnya, harga minyak dunia langsung meroket hingga melampaui level psikologis USD 100 per barel. Fenomena ini praktis membangkitkan hantu inflasi global yang dikhawatirkan akan kembali menanjak dalam waktu dekat.

Sektor Energi Menjadi Primadona Pasar

Menanggapi situasi yang memanas ini, pengamat pasar modal ternama, Hendra Wardana, menilai bahwa sektor energi akan mengambil peran sentral. Dalam keterangannya pada Rabu (15/4/2026), ia menyebutkan bahwa selama konflik geopolitik belum mendingin, saham-saham di sektor ini akan menjadi penopang utama indeks saham.

Read Also

Kukuhkan Stabilitas Pasar Modal, KPEI Sabet Peringkat Tertinggi AAA dari Fitch Ratings

Kukuhkan Stabilitas Pasar Modal, KPEI Sabet Peringkat Tertinggi AAA dari Fitch Ratings

“Selama harga komoditas minyak tetap berada di level tinggi, sektor energi berpotensi besar menjadi pemimpin pasar yang menjaga stabilitas pergerakan indeks,” ungkap Hendra. Menurutnya, saat ini pasar sedang berada dalam fase rotasi sektoral yang sangat dinamis, memaksa investor untuk lebih adaptif dan jeli melihat peluang.

Daftar Rekomendasi Saham dan Strategi Trading

Meski momentum sedang berpihak pada sektor energi, Hendra mengingatkan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko. Berikut adalah beberapa saham pilihan yang layak masuk ke dalam radar pantauan Anda:

  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Direkomendasikan untuk speculative buy pada area 1900–1930. Target penguatan dipatok pada level 1990, dengan batas support di 1850. Emiten ini diuntungkan oleh potensi kenaikan kinerja berkat penguatan harga energi global.
  • PT Elnusa Tbk (ELSA): Sebagai emiten jasa energi, ELSA dikenal memiliki pergerakan yang cukup agresif. Investor dapat melakukan entri di kisaran 760–780, dengan target profit di 805 dan perlindungan support di 740.
  • PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA): Bagi investor yang menginginkan pergerakan yang lebih stabil namun tetap prospektif, SUPA bisa menjadi pilihan dengan area beli 920–950, target 985, dan support di 900.
  • PT Gozco Plantations Tbk (GZCO): Saham ini masuk dalam kategori high risk high return yang cocok untuk trading cepat. Rekomendasi entri di 220–230 dengan target 246 dan support ketat di 210. Kedisiplinan tinggi sangat diperlukan di saham ini.

Kewaspadaan Tetap Menjadi Kunci

Secara keseluruhan, lanskap pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan fundamental global. Hendra menekankan bahwa meskipun peluang keuntungan terbuka lebar, ketidakpastian pasar tetap tinggi. Investor dituntut tidak hanya fokus pada potensi cuan, tetapi juga harus sigap dalam menentukan batas risiko agar modal tetap terjaga di tengah fluktuasi yang tajam.

Read Also

15 Perusahaan Raksasa Siap Melantai di Bursa, Dominasi Aset Jumbo Warnai Pipeline IPO 2026

15 Perusahaan Raksasa Siap Melantai di Bursa, Dominasi Aset Jumbo Warnai Pipeline IPO 2026
Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *