Buntut Ibu Linglung Dilepas Begitu Saja, Personel Polsek Pasar Minggu Kini Berurusan dengan Propam
UpdateKilat — Sebuah insiden yang memicu keresahan publik kini tengah menjadi sorotan tajam di lingkungan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kasus ini berpusat pada penanganan seorang ibu paruh baya bernama Warism yang dilaporkan kembali menghilang setelah sempat diamankan di Polsek Pasar Minggu. Kejadian ini mencuat ke permukaan setelah sebuah unggahan dari pengguna media sosial Threads bernama Tiara menjadi viral, mengungkap dugaan kelalaian fatal oleh oknum aparat kepolisian.
Kisah pilu ini bermula saat Warism ditemukan oleh warga dalam kondisi linglung di jalanan. Dengan niat baik, warga menyerahkan wanita malang tersebut ke markas kepolisian setempat dengan harapan ia bisa segera dipertemukan kembali dengan sanak saudaranya. Namun, harapan keluarga untuk bersatu kembali seketika sirna. Saat pihak keluarga tiba di kantor polisi untuk menjemput, mereka justru mendapati fakta pahit bahwa Warism sudah tidak berada di lokasi. Petugas yang berjaga disinyalir telah melepaskannya begitu saja sebelum proses serah terima resmi dilakukan.
Mendagri Tito Karnavian Tekankan Transparansi Dana Otsus dan Keistimewaan demi Kesejahteraan Rakyat
Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan Lakukan Investigasi
Menanggapi gelombang kritik dari masyarakat yang kian memanas, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya langsung mengambil langkah tegas. Kabid Propam Polda Metro Jaya, Kombes Radjo Alriadi Harahap, menegaskan bahwa timnya sedang melakukan pendalaman intensif guna mengusut tuntas prosedur yang dijalankan oleh jajaran Polsek Pasar Minggu dalam menangani kasus orang hilang tersebut.
“Kasus ini terus kami monitor secara ketat,” ujar Radjo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Ia memastikan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang terbukti abai dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
Pemeriksaan Internal dan Kode Etik
Pihak Propam juga mengonfirmasi bahwa serangkaian pemeriksaan maraton tengah dilakukan terhadap oknum anggota yang menerima laporan awal dari masyarakat. Audit internal ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya potensi pelanggaran kode etik atau disiplin terkait SOP penanganan warga telantar.
Sentilan Satire di Senayan: Anggota DPR Sebut Pemuda Pancasila Lebih Populer Ketimbang BPIP
“Kami tengah memproses pemeriksaan terhadap personel di Polsek Pasar Minggu yang menerima informasi awal tersebut. Proses ini masih berjalan di internal kepolisian,” tambah Radjo dengan nada tegas.
Hingga saat artikel ini ditayangkan, keberadaan Ibu Warism masih menjadi teka-teki dan masih dalam proses pencarian. Insiden ini menjadi catatan kelam sekaligus alarm keras bagi institusi kepolisian untuk mengevaluasi standar operasional penanganan warga rentan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.