AADI Lepas Aset Tambang Kestrel di Australia: Transaksi Jumbo Senilai USD 1,85 Miliar!
UpdateKilat — Dunia investasi pertambangan kembali dikejutkan oleh langkah strategis yang diambil oleh raksasa batu bara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited (ACL), emiten berkode AADI ini resmi mengumumkan pelepasan seluruh kepemilikan sahamnya di Kestrel Coal Group Pty Ltd, sebuah entitas tambang batu bara metalurgi bergengsi yang berbasis di Australia.
Detail Transaksi: Melepas Kepemilikan Signifikan
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan April 2026, ACL telah menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) untuk menjual 720.385.220 saham biasa atau setara dengan 47,99% kepemilikan di Kestrel. Langkah ini bukan sekadar penjualan biasa, melainkan bagian dari rebalancing portofolio untuk mendukung keberlanjutan strategi bisnis jangka panjang grup.
Astra Graphia (ASGR) Guyur Dividen Final Rp 211 per Saham, Cek Jadwal Pentingnya!
Nilai transaksi yang disepakati sangat fantastis. AADI diproyeksikan meraup dana tunai di muka (upfront cash consideration) sebesar USD 1,85 miliar. Tak berhenti di situ, terdapat pula potensi tambahan dana tunai (contingent cash consideration) hingga maksimal USD 550 juta yang akan dibayarkan secara berkala selama lima tahun ke depan. Pembayaran tambahan ini bergantung pada performa harga indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia yang harus melampaui ambang batas tertentu.
Strategi di Balik Divestasi
Manajemen menegaskan bahwa rencana divestasi saham ini bertujuan murni untuk memperkuat fundamental keuangan dan memuluskan rencana investasi masa depan perseroan. Meskipun melepas aset strategis di luar negeri, pihak AADI memastikan bahwa langkah ini tidak akan memberikan dampak material yang merugikan bagi operasional maupun kelangsungan usaha perusahaan secara keseluruhan.
Sinyal Bahaya MSCI: Saham Indonesia dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Terancam Didepak
Menariknya, sebelum kabar ini mencuat, dinamika pemegang saham AADI juga sempat menjadi sorotan. PT Triputra Investindo Arya tercatat sempat melepas sekitar 3,8 juta lembar saham AADI dengan nilai mencapai Rp 33,76 miliar pada Februari 2026. Pergerakan ini seolah menandakan adanya penyesuaian posisi para investor besar dalam menghadapi dinamika pasar ekonomi global.
Kilas Balik Performa AADI
Sepanjang tahun berjalan, AADI sebenarnya telah menunjukkan ketahanan operasional yang cukup solid. Hingga kuartal III 2025, perusahaan berhasil mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 52,69 juta ton. Dari sisi finansial, pendapatan yang dibukukan mencapai USD 3.609 juta, meski secara angka laba bersih mengalami koreksi menjadi USD 655 juta akibat normalisasi harga komoditas di pasar internasional.
Medco Energi Perkuat Struktur Finansial, Terbitkan Obligasi USD 200 Juta untuk Amankan Likuiditas Jangka Panjang
Dengan kas yang semakin tebal pasca penjualan aset Kestrel ini, pasar kini menanti ke mana arah investasi AADI selanjutnya. Apakah perusahaan akan semakin gencar beralih ke sektor energi hijau atau memperkuat infrastruktur rantai pasok domestik? Satu yang pasti, likuiditas yang melimpah ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi AADI untuk tetap menjadi pemain dominan di industri energi nasional maupun mancanegara.