Menuju Muktamar NU: Prof Niam Sholeh Tegaskan Pentingnya Kembali ke Khittah Qanun Asasi

Budi Santoso | UpdateKilat
14 Apr 2026, 06:27 WIB
Menuju Muktamar NU: Prof Niam Sholeh Tegaskan Pentingnya Kembali ke Khittah Qanun Asasi

UpdateKilat — Menjelang perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan datang, diskursus mengenai arah masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini mulai menghangat. Dalam sebuah momentum reflektif di Jakarta, Katib Syuriah PBNU, Prof. KH Asrorun Niam Sholeh, melontarkan pesan kuat mengenai urgensi mengembalikan komitmen organisasi pada fondasi paling dasarnya, yakni Qanun Asasi.

Berbicara di hadapan para tokoh nasional dalam acara Halal Bihalal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) di Hotel Acacia, Jakarta, Minggu malam (12/4/2026), Prof. Niam menegaskan bahwa marwah Nahdlatul Ulama terletak pada semangat persatuan yang termaktub dalam Muqaddimah Qanun Asasi. Menurutnya, dokumen historis tersebut bukan sekadar teks formalitas, melainkan kompas moral yang harus menuntun setiap langkah jam’iyyah.

Read Also

Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Terminal 2F Soetta Siap Layani Arus Jemaah Haji 2026 yang Masif

Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Terminal 2F Soetta Siap Layani Arus Jemaah Haji 2026 yang Masif

Mengembalikan ‘Mabda’ Organisasi ke Arus Utama

Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, Prof. Niam mencermati adanya tantangan besar dalam menjaga kohesi internal. Ia berargumen bahwa perbedaan pilihan politik maupun orientasi keagamaan tidak boleh meretakkan bangunan persaudaraan yang telah dibangun para pendiri. Kesadaran untuk kembali pada Mabda atau prinsip dasar organisasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan perkhidmatan NU kepada umat.

“Idealnya, tidak ada ruang bagi pertikaian yang berlarut-larut di dalam tubuh NU. Jika seluruh pengurus dan jamaah meresapi esensi Qanun Asasi, maka segala bentuk perpecahan atau syiqaq bisa dihindari sejak dini,” tutur Guru Besar Bidang Fikih tersebut dengan nada tenang namun tegas.

Read Also

Bau Menyengat Berakhir, Pemkot Depok Resmi Segel TPS Liar di Kavling DPR Serua

Bau Menyengat Berakhir, Pemkot Depok Resmi Segel TPS Liar di Kavling DPR Serua

Ia juga menambahkan, ketika terjadi silang pendapat, setiap elemen organisasi seharusnya hadir sebagai juru damai (ishlah). Alih-alih menjadi pemantik konflik, setiap anggota harus menggunakan mekanisme organisasi yang ada untuk mencari titik temu, bukan justru memperkeruh suasana.

Visi Strategis Muktamar NU ke-35

Menatap agenda besar Muktamar NU ke depan, Prof. Niam berharap forum tertinggi tersebut tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi menjadi jalan pulang menuju persatuan yang hakiki. Ia menekankan bahwa norma-norma dalam Muqaddimah Qanun Asasi harus dijadikan pijakan utama dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

Prinsip-prinsip seperti memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga sanad keilmuan, keikhlasan dalam berkhidmat, hingga tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI adalah nilai-nilai harga mati yang tak boleh tergerus oleh modernitas. “Kita harus jeli membedakan mana prinsip dasar yang bersifat permanen, dan mana aspek manajerial yang bisa diadaptasi sesuai perkembangan zaman,” imbuhnya.

Read Also

Gus Ipul Pastikan Program Sekolah Rakyat Kian Stabil: Tak Ada Lagi Siswa dan Guru yang Mundur

Gus Ipul Pastikan Program Sekolah Rakyat Kian Stabil: Tak Ada Lagi Siswa dan Guru yang Mundur

Kehadiran Tokoh Bangsa dan Pesan Transformasi

Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah” ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI periode 2019-2024, KH. Ma’ruf Amin. Dalam orasinya, Kiai Ma’ruf memberikan perspektif filosofis mengenai tugas manusia sebagai Khalifatullah fil ardh yang bertanggung jawab memakmurkan bumi.

Kiai Ma’ruf mengingatkan bahwa menjaga tradisi yang baik saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah transformatif dan inovasi untuk menambah nilai kebaikan tersebut. “Halal bihalal adalah momentum untuk merajut kembali ukhuwah yang mungkin sempat ternoda oleh kekhilafan. Dari sini, kita harus melangkah pada tahap inovasi untuk kemaslahatan yang lebih besar,” pesannya.

Suasana hangat silaturahmi ini turut diperkuat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, hingga pimpinan badan otonom seperti GP Ansor dan IPNU. Di akhir sesi, Gus Ipul sempat memberikan gambaran mengenai dinamika organisasi terkini, termasuk persiapan teknis menuju Munas dan Konbes NU sebagai jembatan menuju Muktamar ke-35 yang sangat dinantikan oleh jutaan warga Nahdliyin.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *