Menjemput Ketenangan Jiwa: Panduan Lengkap Bacaan Dzikir Sunnah dan Keutamaannya

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
14 Apr 2026, 22:00 WIB
Menjemput Ketenangan Jiwa: Panduan Lengkap Bacaan Dzikir Sunnah dan Keutamaannya

UpdateKilat — Menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian bising seringkali terasa sulit. Namun, bagi umat Muslim, ada sebuah oase spiritual yang selalu tersedia setiap saat, yakni dzikir. Berdzikir bukan sekadar rutinitas lisan setelah menunaikan ibadah sholat, melainkan sebuah jembatan hati untuk terus terhubung dengan Sang Pencipta.

Perintah untuk senantiasa mengingat Allah SWT bukanlah tanpa alasan. Dalam Al-Quran, tepatnya pada Surah Al-Ahzab ayat 41 dan An-Nisa ayat 103, Allah SWT menegaskan pentingnya memperbanyak dzikir dalam kondisi apa pun. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat menyentuh: orang yang berdzikir diibaratkan seperti sosok yang hidup, sementara mereka yang lalai bagaikan orang yang telah mati secara spiritual.

Read Also

Komitmen Layanan Haji Indonesia 2026: UpdateKilat Pantau Kesiapan Madinah yang Bebas Pungutan Liar

Komitmen Layanan Haji Indonesia 2026: UpdateKilat Pantau Kesiapan Madinah yang Bebas Pungutan Liar

Hakikat Dzikir sebagai Perisai Jiwa

Menurut pandangan Isnan Ansory, Lc., M.Ag., dalam karyanya Qiyamul Lail dan Ramadhan, dzikir pada dasarnya adalah bentuk pengakuan tulus seorang hamba atas kesucian Allah SWT. Ini adalah momen di mana manusia bersimpuh, memohon perlindungan dari debu-debu dosa, dan menyucikan batinnya. Agar amalan ini lebih bermakna, mengikuti urutan yang disunnahkan oleh Baginda Nabi adalah langkah terbaik.

Urutan Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Berikut adalah rangkaian dzikir sunnah yang bisa Anda praktikkan untuk meraih keberkahan yang berlipat ganda:

1. Memohon Ampunan dengan Istighfar

Segera setelah salam, mulailah dengan mengetuk pintu ampunan Allah. Membaca istighfar sebanyak tiga kali merupakan pembuka yang sangat dianjurkan.

Read Also

7 Inspirasi Kultum Singkat Tentang Adab: Membangun Karakter di Era Modern

7 Inspirasi Kultum Singkat Tentang Adab: Membangun Karakter di Era Modern

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x)
Latin: Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

2. Mengharapkan Keselamatan Hakiki

Lanjutkan dengan mengakui bahwa segala bentuk keselamatan hanya datang dari-Nya melalui doa berikut:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikraam
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Memberi Keselamatan, dan dari-Mulah keselamatan itu. Mahasuci Engkau, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”

3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir: Inti Pengagungan

Salah satu keutamaan dzikir yang luar biasa adalah janji penghapusan dosa sebanyak buih di lautan. Hal ini bisa dicapai dengan membaca:

  • Tasbih (33x): سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah) – Mahasuci Allah.
  • Tahmid (33x): الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) – Segala puji bagi Allah.
  • Takbir (33x): اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) – Allah Mahabesar.

Genapkan menjadi seratus dengan kalimat Tauhid:

Read Also

5 Inspirasi Khutbah Jumat Akhir Syawal: Menjaga Nyala Ibadah Agar Tak Padam Pasca-Ramadhan

5 Inspirasi Khutbah Jumat Akhir Syawal: Menjaga Nyala Ibadah Agar Tak Padam Pasca-Ramadhan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

4. Perlindungan dengan Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu adalah kunci menuju surga. Ayat agung ini mengandung perlindungan yang kokoh dari segala gangguan dan pengakuan atas kebesaran kekuasaan Allah di alam semesta.

5. Membaca Al-Mu’awwidzat (Surat Perlindungan)

Rangkaian dzikir ini ditutup dengan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Untuk sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya, cukup dibaca satu kali. Namun, pada sholat Subuh dan Maghrib, bacalah masing-masing sebanyak tiga kali sesuai dengan tuntunan hadits nabi.

Adab dalam Berinteraksi dengan Sang Pencipta

Berdzikir bukan sekadar komat-kamit di bibir. UpdateKilat merangkum beberapa adab penting agar komunikasi spiritual kita lebih berkualitas:

  • Ikhlas dan Yakin: Hadirkan hati secara utuh dan percayalah bahwa setiap kata yang terucap didengar oleh Allah.
  • Rendah Hati (Tawadhu): Gunakan suara yang lembut, tidak perlu berteriak, karena Allah Maha Dekat.
  • Sabar dan Tenang: Hindari terburu-buru beranjak dari sajadah. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa Nabi SAW senantiasa berdiam sejenak untuk menjaga ketenangan suasana setelah sholat.

Dengan rutin mengamalkan dzikir yang sesuai sunnah, kita tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi sedang menanam benih kedamaian di dalam hati. Semoga setiap untaian doa dan pujian yang kita panjatkan menjadi pemberat timbangan amal di hari akhir nanti.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *