IHSG Meroket 2,34% di Tengah Gejolak Global, Sektor Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Utama

Kevin Wijaya | UpdateKilat
14 Apr 2026, 17:25 WIB
IHSG Meroket 2,34% di Tengah Gejolak Global, Sektor Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Utama

UpdateKilat — Panggung pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tajinya pada perdagangan Selasa (14/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan, seolah mengabaikan ketegangan geopolitik yang tengah membayangi pasar global. Dengan volume transaksi yang melimpah, IHSG berhasil mendarat di zona hijau dengan performa yang sangat meyakinkan.

Berdasarkan data pantauan RTI, IHSG menutup hari dengan penguatan tajam sebesar 2,34%, yang membawanya bertengger di posisi 7.675,95. Pergerakan positif ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang merayap naik 2,41% ke level 764,31. Sepanjang jam perdagangan, indeks sempat menyentuh puncaknya di 7.686,35, menunjukkan antusiasme pelaku investasi saham yang luar biasa.

Dominasi Sektor Infrastruktur dan Gairah Transaksi

Optimisme pasar tercermin dari dominasi emiten yang menghijau, di mana 548 saham berhasil menguat, sementara 151 saham terkoreksi, dan 119 lainnya bergeming. Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis dengan total frekuensi mencapai 3,1 juta kali dan nilai transaksi harian yang fantastis sebesar Rp24,9 triliun. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp17.114.

Read Also

Gebrakan Strategis AADI: Siapkan Rp 5 Triliun Demi Dongkrak Nilai Fundamental Lewat Buyback Saham

Gebrakan Strategis AADI: Siapkan Rp 5 Triliun Demi Dongkrak Nilai Fundamental Lewat Buyback Saham

Dari kacamata sektoral, bidang infrastruktur menjadi bintang utama dengan kenaikan eksponensial mencapai 5,62%. Tak mau ketinggalan, sektor industri dan energi masing-masing mendaki 4,47% dan 3,68%. Meski mayoritas sektor berpesta, sektor teknologi dan consumer siklikal justru harus rela berada di zona merah dengan koreksi masing-masing 0,37% dan 0,95%.

Performa Saham Perbankan dan Emiten Pilihan

Saham perbankan kelas berat tetap menjadi daya tarik utama. Saham BMRI (Bank Mandiri) sukses menguat 2,39% ke level Rp4.710 per lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp650,4 miliar. Pergerakan menarik juga terlihat pada saham BELL yang melesat 6,49% ke posisi Rp164, serta RMKO yang naik 5,36% ke angka Rp590.

Beberapa emiten yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) hari ini antara lain:

Read Also

Diplomasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Geopolitik Bayangi Psikologi Investor dan Pasar Saham Global

Diplomasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Geopolitik Bayangi Psikologi Investor dan Pasar Saham Global
  • RICY: Melonjak 34,88%
  • PURI: Melompat 34,75%
  • PPRE: Melambung 34,65%
  • DEFI: Naik 34%
  • MDIA: Menguat 33,33%

Sementara itu, saham yang paling aktif diburu berdasarkan nilai transaksi adalah BUMI dengan perputaran dana Rp1,8 triliun, disusul oleh PTRO senilai Rp1,4 triliun dan BNBR sebesar Rp1,2 triliun.

Sentimen Global: Bayang-Bayang Selat Hormuz

Kenaikan IHSG ini terjadi di tengah dinamika bursa saham Asia Pasifik yang cenderung variatif namun mayoritas menguat. Pasar dunia saat ini sedang menyoroti ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kebijakan AS yang memblokade akses pelabuhan Iran di Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan stabilitas harga energi dunia.

Meskipun harga minyak WTI sempat turun ke level USD 96,31 per barel, ancaman dari pihak Iran mengenai potensi lonjakan harga bensin global tetap menjadi perhatian para pelaku pasar internasional. Namun, bagi pasar domestik, harapan akan tetap tercapainya kesepakatan damai nampaknya memberikan hembusan angin segar yang mendorong indeks tetap berada di jalur bullish.

Read Also

IHSG Hari Ini: Terjegal Keputusan MSCI, Indeks Terkoreksi Meski Sektor Industri Melaju Kencang

IHSG Hari Ini: Terjegal Keputusan MSCI, Indeks Terkoreksi Meski Sektor Industri Melaju Kencang

Di kawasan regional, indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 2,74%, diikuti Nikkei 225 Jepang yang bertambah 2,43%. Tren positif ini seolah memberikan sinyal bahwa pasar Asia tetap resilien di tengah ketidakpastian yang ada.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *