IHSG Melaju Kencang ke Level 7.598, Analis Prediksi Momentum Bullish Belum Berakhir
UpdateKilat — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Seolah tak ingin kehilangan momentum positif dari hari sebelumnya, indeks domestik langsung melesat signifikan, membawa angin segar bagi para investor di tanah air yang menantikan tren penguatan berkelanjutan.
Tercatat, IHSG dibuka menguat sebesar 98,61 poin atau setara dengan kenaikan 1,31 persen, yang membawanya bertengger di posisi 7.598,80. Optimisme ini juga menjalar ke barisan saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, di mana indeks tersebut naik 1,35 persen ke angka 756,45. Pergerakan hari ini seolah mengonfirmasi tren hijau yang sudah terbangun sejak awal pekan kemarin, tepatnya pada Senin (13/4), di mana IHSG ditutup menguat di level psikologis 7.500 dengan volume pembelian yang cukup dominan.
Rekor Baru! Transaksi SPPA BEI Melonjak Drastis 461% Hingga Tembus Rp 1.382 Triliun di 2025
Analisis Teknis: Potensi Menguji Level 7.800
Melihat fenomena ini, sejumlah pengamat pasar modal menilai bahwa ruang penguatan lanjutan masih sangat terbuka lebar dalam jangka pendek. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa posisi IHSG saat ini tengah berada dalam fase penguatan yang cukup solid. Secara analisis teknikal, pergerakan indeks diprediksi sedang membentuk pola gelombang yang berpotensi menguji rentang target resistansi di kisaran 7.592 hingga 7.856.
Meski aura optimisme begitu kental, Herditya tetap mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya koreksi wajar dalam jangka pendek. Area koreksi minor diprediksi berada pada rentang 7.390 hingga 7.443. “Penting bagi investor untuk memperhatikan level support kuat di 7.274 dan 7.184, sementara resistance terdekat kini berada di angka 7.585 hingga 7.700,” ungkapnya dalam sebuah catatan riset.
Strategi Berani Alamtri Resources (ADRO): Tebar Dividen Jumbo 99,9% Laba dan Rencana Buyback Rp5 Triliun
Pandangan Pakar dan Strategi Investasi
Senada dengan pandangan tersebut, tim riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas juga memproyeksikan pergerakan yang cenderung menguat namun tetap terbatas. Mereka menetapkan rentang support dan resistance yang cukup moderat di level 7.400 hingga 7.600, mengisyaratkan bahwa pasar tetap harus disikapi dengan selektif meski dalam kondisi bullish.
Di tengah gairah pasar ini, beberapa saham pilihan muncul ke permukaan. Berdasarkan analisis mendalam, beberapa emiten seperti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) layak untuk dipantau sebagai pilihan koleksi. Di sisi lain, saham sektor energi dan infrastruktur seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) juga direkomendasikan sebagai pilihan menarik untuk diversifikasi portofolio.
Gebrakan Strategis AADI: Siapkan Rp 5 Triliun Demi Dongkrak Nilai Fundamental Lewat Buyback Saham
Sorotan Teknis Saham ARCI
Khusus untuk saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), para analis memberikan rekomendasi Trading Buy. Walaupun sempat mengalami koreksi tipis sebesar 0,32 persen ke harga 1.555, volume pembelian tercatat masih cukup kuat dan harga masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Target harga untuk ARCI dipatok pada level 1.605 hingga 1.670, dengan saran stop loss apabila harga jatuh di bawah level 1.505 demi meminimalisir risiko perdagangan.
Dengan kondisi pasar yang dinamis, para investor diharapkan tetap memantau rilis data ekonomi terbaru dan memanfaatkan momentum kenaikan ini secara bijak untuk meraih profit optimal di lantai bursa.