Siasat Pemprov DKI Atasi Invasi Ikan Sapu-Sapu: Dari Risiko Bakteri hingga Ancaman Kerusakan Infrastruktur
UpdateKilat — Fenomena membludaknya populasi ikan sapu-sapu di aliran sungai ibu kota kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Dinas KPKP), langkah tegas pemusnahan massal mulai diambil guna menjaga ekosistem dan infrastruktur kota yang kian terancam oleh keberadaan spesies invasif tersebut.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, mengungkapkan bahwa proses pemusnahan tidak dilakukan secara serampangan. Terdapat prosedur ketat yang harus diikuti, yakni memastikan ikan benar-benar telah mati sebelum dikuburkan. Hal ini dilakukan karena karakteristik biologis ikan sapu-sapu yang dikenal memiliki daya tahan hidup luar biasa, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun.
Gempar! KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Belasan Orang Terjaring
Protokol Ketat Pemusnahan: Harus Benar-Benar Mati
“Sifat ikan ini sangat tangguh. Jadi, kami harus memastikan mereka sudah mati total sebelum dikubur agar tidak ada kemungkinan hidup kembali atau mencemari area lain,” ujar Hasudungan dalam keterangannya. Upaya pengendalian ekosistem ini juga mencakup pemilihan lokasi penguburan yang representatif.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan bangkai ikan tersebut untuk tujuan komersial atau konsumsi, yang mana sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Ancaman Bakteri dan Logam Berat
Bukan tanpa alasan Pemprov DKI bersikap tegas. Berdasarkan hasil uji sampel yang pernah dilakukan di aliran Kali Ciliwung, ikan sapu-sapu yang hidup di sungai Jakarta mengandung kontaminan berbahaya di atas ambang batas. Riset menunjukkan adanya residu logam berat serta bakteri patogen seperti Salmonella dan E. Coli.
Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Terminal 2F Soetta Siap Layani Arus Jemaah Haji 2026 yang Masif
“Kandungan polutan yang tinggi ini membuat ikan tersebut sama sekali tidak layak konsumsi. Pemusnahan dengan cara dikubur adalah jalan terbaik agar rantai polusi ini terputus,” tambahnya. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap isu pencemaran sungai yang berdampak pada biota di dalamnya.
Kerusakan Infrastruktur dan Operasi Cideng
Selain masalah kesehatan, ikan sapu-sapu juga menjadi musuh bagi ketahanan infrastruktur kota. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyoroti bagaimana ikan berukuran besar seringkali merusak turap atau dinding sungai. Spesies ini diketahui kerap membuat lubang di sela-sela turap untuk menyimpan telur-telurnya, yang lama-kelamaan dapat memicu keretakan dan kerusakan struktur pembatas kali.
Dalam operasi terbaru di Kali Cideng, tepat di depan Plaza Indonesia, sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan. Hasilnya, puluhan ekor ikan sapu-sapu berukuran jumbo berhasil diamankan. Untuk penanganan yang efisien, Pemprov DKI telah menyiapkan skema pemusnahan terpusat di fasilitas resmi milik DPKP di kawasan Ciganjur.
Presiden Prabowo Panggil Seluruh Menteri dan Bos BUMN ke Istana, Ada Arahan Besar?
“Jika hasil tangkapan dalam jumlah kecil, pemusnahan dilakukan di lokasi terdekat seperti Banjir Kanal Barat (BKB) agar lebih efektif secara logistik. Namun untuk operasi skala besar, semuanya akan diarahkan ke Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk penanganan yang lebih terstandar,” pungkas Hasudungan.
Saat ini, pihak Dinas KPKP DKI masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai wilayah untuk menyusun jadwal rutin operasi pembersihan, demi memastikan sungai-sungai di Jakarta kembali sehat dan bebas dari dominasi spesies yang merusak.