Sentilan Satire di Senayan: Anggota DPR Sebut Pemuda Pancasila Lebih Populer Ketimbang BPIP

Budi Santoso | UpdateKilat
13 Apr 2026, 14:56 WIB
Sentilan Satire di Senayan: Anggota DPR Sebut Pemuda Pancasila Lebih Populer Ketimbang BPIP

UpdateKilat — Sebuah momen menarik sekaligus menggelitik terjadi di tengah hiruk-pikuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan. Anggota Komisi XIII DPR RI, Edison Sitorus, melontarkan kritik tajam yang dibalut pertanyaan retoris mengenai sejauh mana efektivitas dan eksistensi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di mata masyarakat akar rumput.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) tersebut, Edison secara terang-terangan membandingkan popularitas lembaga negara tersebut dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila. Menurutnya, ada kesenjangan pengenalan yang cukup kontras antara keduanya di tengah publik.

Antara Lembaga Negara dan Ormas Legendaris

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan kegelisahannya terkait pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dikawal oleh BPIP. Ia menilai, masyarakat justru jauh lebih akrab dengan nama besar Pemuda Pancasila dibandingkan dengan lembaga yang dipimpin oleh Kepala BPIP tersebut.

Read Also

Transformasi Sampah Menuju Energi: Proyek Strategis PSEL Pekanbaru Raya Resmi Dimulai

Transformasi Sampah Menuju Energi: Proyek Strategis PSEL Pekanbaru Raya Resmi Dimulai

“Terus terang, di lapisan masyarakat, Pemuda Pancasila itu jauh lebih dikenal daripada BPIP. Saya ingin menanyakan, apakah sebenarnya ada hubungan khusus atau koordinasi antara BPIP dengan ormas tersebut?” ujar Edison di hadapan para pimpinan lembaga. Ia juga mempertanyakan apa kontribusi nyata yang telah dirasakan masyarakat dari keberadaan BPIP selama ini, mengingat adanya kesan kontradiksi dalam pengamalannya di lapangan.

Sebuah Kritik Satire untuk Menilai Eksistensi

Menanggapi pernyataan tersebut, Ahmad Basarah, Anggota Komisi XIII dari Fraksi PDI Perjuangan, memberikan sudut pandang lain. Baginya, apa yang dilontarkan oleh Edison bukanlah sekadar pertanyaan biasa, melainkan sebuah bentuk satire atau sindiran cerdas terhadap posisi lembaga tersebut.

Read Also

Polemik Kasus Bea Cukai: Jubir KPK Budi Prasetyo Tanggapi Santai Laporan Faizal Assegaf ke Polda Metro

Polemik Kasus Bea Cukai: Jubir KPK Budi Prasetyo Tanggapi Santai Laporan Faizal Assegaf ke Polda Metro

Basarah mengakui bahwa jika menilik dari sisi sejarah, perbandingan usia kedua organisasi ini memang sangat jauh. Pemuda Pancasila telah berdiri kokoh sejak tahun 1959, sementara BPIP baru dibentuk secara resmi pada tahun 2017. Namun, ia menekankan bahwa inti dari kritik tersebut adalah mengenai bagaimana posisi strategis BPIP dalam landscape kelembagaan negara.

Tantangan BPIP ke Depan

Diskusi hangat di DPR RI ini menjadi sinyal kuat bahwa BPIP memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam memperkuat citra dan pengaruhnya. Bukan sekadar masalah administratif, namun bagaimana nilai-nilai ideologi negara bisa benar-benar membumi dan tidak kalah pamor dengan gerakan-gerakan ormas yang sudah lebih dulu mengakar di masyarakat.

Read Also

Liliek Prisbawono Adi Resmi Dilantik Jadi Hakim MK, Siap Teruskan Estafet Anwar Usman

Liliek Prisbawono Adi Resmi Dilantik Jadi Hakim MK, Siap Teruskan Estafet Anwar Usman

Kritik yang muncul dalam rapat tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi BPIP untuk lebih proaktif dalam menjalankan fungsinya, sehingga ke depannya masyarakat tidak lagi bingung membedakan antara tugas lembaga negara dengan aktivitas organisasi kemasyarakatan yang memiliki nama serupa.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *