Pesan Menohok Bahlil Lahadalia di Musda Maluku Utara: Jaga Soliditas Golkar, Hentikan Budaya Pecat Memecat
UpdateKilat — Di tengah dinamika politik yang terus menghangat, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh kader partai berlambang pohon beringin di seluruh penjuru Tanah Air. Bahlil menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mengharamkan adanya aksi saling pecat hanya karena perbedaan preferensi dukungan politik di internal partai.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka secara resmi gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dihelat di Bella Hotel, Ternate, pada Minggu, 12 April 2026. Dalam balutan suasana kekeluargaan, pria yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengingatkan bahwa Golkar adalah wadah besar yang harus dirawat bersama.
Kecanduan Judi Online, Karyawan Minimarket di Kebon Jeruk Bobol Brankas Rp52 Juta
Satu Keluarga Besar, Hindari Perpecahan
Menurut Bahlil, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi politik adalah hal yang lumrah dan merupakan bagian dari kedewasaan berdemokrasi. Namun, ia mewanti-wanti agar perbedaan tersebut tidak berujung pada tindakan intimidasi atau sanksi pemecatan kader secara sepihak.
“Jangan sampai hanya karena adanya perbedaan dukungan, lalu ada kader yang sengaja disingkirkan. Kita semua harus ingat bahwa kita ini adalah satu keluarga besar Golkar,” tegas Bahlil Lahadalia dalam keterangan persnya yang diterima redaksi pada Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial rutin lima tahunan. Sebaliknya, forum ini merupakan momentum krusial untuk melakukan evaluasi mendalam serta konsolidasi kekuatan demi menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Dari forum inilah diharapkan lahir gagasan-gagasan segar dan strategi kepemimpinan yang relevan bagi masa depan politik Indonesia.
Menjaga Marwah Ikon Betawi: Pramono Anung Tegaskan Larangan Ondel-ondel Ngamen di Jalanan
Golkar Adalah Milik Rakyat, Bukan Kelompok Tertentu
Dalam orasi politiknya, Bahlil juga menyentuh sisi historis dan ideologis partai. Ia menegaskan bahwa Partai Golkar memiliki jati diri yang inklusif. Menurutnya, partai ini tidak pernah dirancang untuk dimiliki oleh satu kelompok kecil atau keluarga tertentu saja.
“Sejarah mencatat bahwa Partai Golkar adalah milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai negeri ini. Oleh sebab itu, politik yang kita jalankan adalah politik kesejahteraan dengan landasan doktrin Karya Kekaryaan,” lanjutnya dengan nada penuh semangat.
Alien Mus Kembali Pimpin Golkar Maluku Utara
Hasil dari forum Musda VI ini menetapkan Alien Mus kembali terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Utara secara aklamasi. Kemenangan ini menunjukkan kepercayaan yang masih sangat kuat dari para kader di daerah kepada kepemimpinannya.
Transformasi Sampah Menuju Energi: Proyek Strategis PSEL Pekanbaru Raya Resmi Dimulai
Alien Mus mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Bahlil Lahadalia beserta jajaran petinggi DPP Golkar lainnya, termasuk Sekjen Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, serta jajaran Wakil Ketua Umum dan Bendahara seperti Wihaji dan Dyah Roro Esti. Kehadiran tokoh-tokoh nasional di Ternate tersebut dinilai menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi kader di akar rumput.
“Musda ini adalah sarana kita untuk memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis ke depan. Saya mengajak seluruh kader beringin di Maluku Utara untuk menyudahi perbedaan pilihan yang terjadi selama musyawarah. Mari kita kembali bersatu demi membesarkan partai yang kita cintai ini,” pungkas Alien Mus.
Melalui momentum Musda Golkar ini, diharapkan seluruh kader dapat kembali fokus pada agenda-agenda kerakyatan dan memperkokoh posisi partai sebagai pilar demokrasi yang stabil di Indonesia.