Momen Haru Purnatugas Anwar Usman: Detik-Detik Mantan Hakim MK Tumbang Usai Mengabdi 15 Tahun

Budi Santoso | UpdateKilat
13 Apr 2026, 19:25 WIB
Momen Haru Purnatugas Anwar Usman: Detik-Detik Mantan Hakim MK Tumbang Usai Mengabdi 15 Tahun

UpdateKilat — Atmosfer haru yang menyelimuti Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) seketika berubah menjadi ketegangan saat sosok Anwar Usman, hakim konstitusi yang baru saja menuntaskan masa baktinya, tiba-tiba limbung dan nyaris jatuh tak sadarkan diri.

Setelah mengabdikan diri selama 15 tahun di benteng terakhir konstitusi, prosesi wisuda purnatugas yang seharusnya menjadi penutup manis karirnya justru diwarnai insiden kesehatan. Kejadian tersebut berlangsung sesaat setelah rangkaian acara kirab purnabakti berakhir pada Senin sore (13/4/2026).

Detik-Detik Melemahnya Sang Mantan Ketua MK

Berdasarkan pantauan di lokasi, Anwar Usman awalnya terlihat melangkah keluar dari aula menuju lobi utama Gedung MK. Namun, langkah kakinya yang biasanya mantap perlahan mulai melambat dan terlihat berat. Dalam prosesi kirab tersebut, ia tampak dipapah erat oleh sang istri serta sejumlah pegawai MK karena kondisi fisiknya yang tampak menurun drastis.

Read Also

Pesan Menohok Bahlil Lahadalia di Musda Maluku Utara: Jaga Soliditas Golkar, Hentikan Budaya Pecat Memecat

Pesan Menohok Bahlil Lahadalia di Musda Maluku Utara: Jaga Soliditas Golkar, Hentikan Budaya Pecat Memecat

Situasi semakin kritis ketika Anwar mencapai area lobi. Melihat kondisi kolega mereka yang kian melemah, sejumlah hakim konstitusi lainnya bergegas memberikan bantuan, menopang tubuh Anwar agar tetap berdiri. Tak lama kemudian, Anwar akhirnya benar-benar tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya dan langsung dibopong menuju ruang tunggu utama untuk mendapatkan penanganan medis darurat dari tim dokter internal MK.

Penjelasan Resmi: Akibat Kelelahan dan Gula Darah Rendah

Menanggapi kekhawatiran yang muncul, Sekretaris Jenderal MK, Heru Setiawan, memberikan klarifikasi terkait kondisi terkini Anwar Usman. Ia menegaskan bahwa Anwar tidak jatuh pingsan sepenuhnya, melainkan mengalami penurunan kondisi fisik yang signifikan akibat faktor kelelahan luar biasa.

Read Also

Skandal Suap Ijon Rp14,2 Miliar: KPK Terus Buru Bukti Baru di Lingkungan Pemkab Bekasi

Skandal Suap Ijon Rp14,2 Miliar: KPK Terus Buru Bukti Baru di Lingkungan Pemkab Bekasi

“Pak Anwar masih dalam keadaan sadar. Beliau hanya merasa sangat lemas karena kadar gula darahnya menurun. Faktor kelelahan karena harus berdiri dalam waktu yang cukup lama selama prosesi wisuda tadi menjadi penyebab utamanya,” ujar Heru Setiawan menjelaskan situasi tersebut kepada awak media.

Pesan Terakhir untuk Para Penegak Keadilan

Sebelum insiden tersebut terjadi, Anwar Usman sempat memberikan pidato perpisahan yang menyentuh sekaligus sarat akan pesan moral bagi dunia peradilan. Ia menekankan bahwa menjadi seorang hakim adalah jalan pedang yang penuh tantangan, di mana integritas sering kali harus dibayar dengan ketidaksukaan dari berbagai pihak.

“Menjadi hakim itu harus siap untuk tidak disukai,” tegasnya dengan nada berwibawa dalam sambutan terakhirnya. Ia juga menitipkan pesan mendalam bagi para penerusnya dan hakim yang masih bertugas agar tetap teguh, berani, dan tidak pernah gentar dalam menegakkan keadilan di Indonesia.

Read Also

Babak Baru Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Polda Metro Jaya Resmi Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka

Babak Baru Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Polda Metro Jaya Resmi Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka

Sebagai informasi tambahan, posisi yang ditinggalkan Anwar Usman kini resmi diisi oleh Liliek Prisbawono. Penggantian ini ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, menandai babak baru dalam komposisi hakim di Mahkamah Konstitusi.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *