IHSG Terperosok ke Zona Merah 13 April 2026: Bursa Asia Lesu, Sektor Keuangan Terkoreksi Tajam

Kevin Wijaya | UpdateKilat
13 Apr 2026, 10:26 WIB
IHSG Terperosok ke Zona Merah 13 April 2026: Bursa Asia Lesu, Sektor Keuangan Terkoreksi Tajam

UpdateKilat — Mengawali pekan kedua di bulan April 2026, optimisme pasar modal domestik tampaknya harus sedikit tertahan. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya menunjukkan tren positif kini berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Senin (13/4/2026). Melemahnya indeks acuan ini seolah mengekor jejak bursa saham Asia yang mayoritas tertekan akibat sentimen global yang mendingin.

Awal Pekan yang Menantang bagi Investor

Berdasarkan data RTI Business, IHSG langsung tersungkur saat bel pembukaan berbunyi, merosot 48,41 poin ke level 7.410,08. Hingga pukul 09.18 WIB, koreksi masih berlanjut sebesar 0,23% ke posisi 7.441. Tekanan ini juga dirasakan oleh indeks saham berkapitalisasi besar, LQ45, yang tergelincir 0,65% ke posisi 741,18.

Dinamika pasar hari ini memperlihatkan dominasi aksi jual dengan 325 saham yang memerah, sementara 225 saham mencoba melawan arus di zona hijau, dan 180 lainnya stagnan. Di tengah fluktuasi ini, nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 2,8 triliun dari 6,9 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak di kisaran Rp 17.125.

Read Also

IHSG Meroket 2,34% di Tengah Gejolak Global, Sektor Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Utama

IHSG Meroket 2,34% di Tengah Gejolak Global, Sektor Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Utama

Sektor Keuangan Terbebani, Energi Masih Bertaji

Meskipun indeks secara keseluruhan melemah, performa sektoral menunjukkan wajah yang beragam. Sektor keuangan menjadi beban utama IHSG setelah susut signifikan sebesar 0,97%. Tak ketinggalan, sektor teknologi dan infrastruktur juga ikut terseret ke bawah dengan koreksi masing-masing 0,55% dan 0,30%.

Namun, di balik mendungnya langit pasar modal, beberapa sektor masih mampu memberikan angin segar. Sektor energi justru mendaki 0,59%, disusul oleh sektor industri dasar (0,56%) dan konsumer siklikal (0,58%) yang menunjukkan performa cukup tangguh di awal sesi perdagangan ini.

Gerak Saham Blue Chip: BBCA dan BBNI Terkoreksi

Beberapa saham perbankan raksasa terpantau masuk ke jalur pelemahan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,75% ke posisi Rp 6.650, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,07% ke level Rp 3.690. Pelemahan juga dialami oleh saham tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkikis 0,93%.

Read Also

IHSG Parkir di Level 7.634: Optimisme Pasar di Tengah Tarik Ulur Diplomasi Global

IHSG Parkir di Level 7.634: Optimisme Pasar di Tengah Tarik Ulur Diplomasi Global

Di sisi lain, saham VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) justru mencuri perhatian dengan lonjakan 5,15% ke level Rp 1.020, menjadikannya salah satu saham yang paling aktif diburu investor di awal pekan ini.

Analisis dan Strategi Trading Hari Ini

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menilai IHSG saat ini sedang berupaya menguji level support psikologisnya. “IHSG berpotensi mengetes support di area 7.400. Jika mampu bertahan di level ini, peluang untuk kembali rebound menuju 7.600 masih terbuka lebar,” jelasnya dalam analisis pasar pagi ini.

Sementara itu, tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia mengingatkan investor untuk tetap waspada dan mencermati area resistance terdekat di 7.540. Penembusan level tersebut dianggap krusial untuk mematahkan tren penurunan jangka pendek yang terjadi sejak awal tahun.

Read Also

Gebrakan Strategis AADI: Siapkan Rp 5 Triliun Demi Dongkrak Nilai Fundamental Lewat Buyback Saham

Gebrakan Strategis AADI: Siapkan Rp 5 Triliun Demi Dongkrak Nilai Fundamental Lewat Buyback Saham

Rekomendasi Saham Pilihan UpdateKilat

Bagi para trader yang ingin mencari peluang di tengah volatilitas, berikut adalah beberapa rekomendasi saham teknikal yang patut dicermati:

  • PTRO (Petrosea): Spec Buy di area 5350-5375, Target: 5475-5700, Cutloss: < 5250.
  • VKTR (VKTR Teknologi): Spec Buy di area 950-960, Target: 990-1020, Cutloss: < 930.
  • DEWA (Darma Henwa): Spec Buy di area 500-510, Target: 530-560, Cutloss: < 500.
  • BKSL (Sentul City): Spec Buy di area 112-114, Target: 117-121, Cutloss: < 109.
  • AADI (Adaro Andalan): Spec Buy di area 10125, Target: 10300-10550, Cutloss: < 10075.

Ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz dan kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi variabel eksternal yang harus dipantau ketat oleh para pelaku pasar sepanjang hari ini.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *