Strategi Ekspansi ASLC: Siapkan Dana Rp 20 Miliar untuk Aksi Buyback Saham di Tahun 2026

Kevin Wijaya | UpdateKilat
12 Apr 2026, 18:27 WIB
Strategi Ekspansi ASLC: Siapkan Dana Rp 20 Miliar untuk Aksi Buyback Saham di Tahun 2026

UpdateKilat — Emiten yang bergerak di ekosistem otomotif bekas tanah air, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap fundamental perusahaan. Dalam langkah strategis terbarunya, perseroan mengumumkan rencana besar untuk melakukan aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana mencapai Rp 20 miliar.

Langkah korporasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dihimpun tim redaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ASLC menegaskan bahwa seluruh pendanaan untuk aksi buyback saham ini akan bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan. Hal ini mencerminkan kondisi likuiditas perseroan yang sangat sehat untuk mendukung manuver di pasar modal.

Rencana Eksekusi dan Kepatuhan Regulasi

Rencana buyback ini akan dijalankan dengan tetap mengacu pada koridor regulasi yang berlaku, yakni POJK 29/2023 dan UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. ASLC menargetkan untuk membeli kembali saham dengan proporsi sekitar 2,14%, atau dipastikan tidak akan melebihi ambang batas 10% dari total modal yang ditempatkan.

Read Also

Strategi Investasi Bos KEJU: Indrasena Patmawidjaja Pertebal Kepemilikan Saham Mulia Boga Raya

Strategi Investasi Bos KEJU: Indrasena Patmawidjaja Pertebal Kepemilikan Saham Mulia Boga Raya

Agar rencana ini dapat berjalan mulus, perseroan dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Mei 2026 mendatang. Jika para pemegang saham memberikan lampu hijau, maka aksi borong saham di pasar modal ini akan segera dimulai pada 20 Mei 2026 dengan durasi pelaksanaan paling lama 12 bulan.

Manajemen optimis bahwa penggunaan dana internal sebesar Rp 20 miliar ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan maupun operasional. Justru, aksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham tanpa mengubah struktur kepemilikan secara material. Setelah proses ini selesai, porsi saham treasuri diproyeksikan naik menjadi 2,48%, sementara kepemilikan masyarakat akan menyesuaikan menjadi 17,30%.

Kinerja Gemilang di Tahun 2025 Sebagai Fondasi

Keberanian ASLC melakukan buyback tak lepas dari rapor hijau yang mereka torehkan sepanjang tahun 2025. Kinerja emiten ini tercatat sangat impresif dengan raihan pendapatan menembus angka Rp 1 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan topline ini juga sukses dikonversi menjadi laba bersih tahun berjalan yang mencapai Rp 45 miliar.

Read Also

IHSG Kian Perkasa: Gebrakan Reformasi Pasar Modal Picu Optimisme Investor Global

IHSG Kian Perkasa: Gebrakan Reformasi Pasar Modal Picu Optimisme Investor Global

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi agresif dalam memperkuat ekosistem mobil bekas di Indonesia. Beberapa pilar bisnis utama perusahaan memberikan kontribusi yang solid:

  • Caroline.id: Platform ritel mobil bekas ini mencatatkan penjualan fantastis senilai Rp 730,5 miliar dengan volume hampir 4.500 unit kendaraan.
  • JBA Indonesia: Sebagai pemimpin pasar lelang kendaraan, JBA berhasil melepas lebih dari 124 ribu unit dengan kontribusi pendapatan Rp 272,5 miliar.
  • MotoGadai & MotoHub: Unit bisnis baru ini mulai menunjukkan taji dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 72%, didukung oleh pembukaan cabang strategis MotoHub di Serpong sebagai titik temu antara diler dan konsumen.

Optimisme di Tengah Tantangan Global

Menatap sisa tahun 2026, ASLC tetap memandang prospek bisnis industri otomotif bekas dengan nada optimis. Meskipun situasi geopolitik global di Timur Tengah sempat menimbulkan ketidakpastian ekonomi, Jany Candra menilai bahwa mobil bekas tetap menjadi alternatif paling rasional bagi masyarakat di tengah daya beli yang kian selektif.

Read Also

Geliat Bursa Asia: Pasar Merespons Positif Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh

Geliat Bursa Asia: Pasar Merespons Positif Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh

Dengan fundamental yang kokoh dan ekosistem yang semakin terintegrasi melalui MotoHub, ASLC tidak hanya sekadar bertahan, namun terus melaju kencang memperkuat dominasinya di pasar otomotif nasional.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *