Gebrakan Bahlil Lahadalia di Musda Golkar Sulut: Serukan Persatuan dan Hapus Politik Kubu-kubuan

Budi Santoso | UpdateKilat
12 Apr 2026, 17:26 WIB
Gebrakan Bahlil Lahadalia di Musda Golkar Sulut: Serukan Persatuan dan Hapus Politik Kubu-kubuan

UpdateKilat — Langkah strategis tengah disusun oleh Partai Golkar untuk memperkuat akar rumput di wilayah timur Indonesia. Dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ketua Umum Bahlil Lahadalia memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader untuk menanggalkan ego kelompok demi kejayaan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Bahlil menekankan bahwa dinamika internal tidak boleh menjadi penghambat bagi target besar partai. Baginya, soliditas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin memenangkan berbagai agenda politik di masa depan. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat tidak ada kekuatan politik yang mampu mencapai tujuannya tanpa fondasi persatuan yang kokoh.

Instruksi Tegas: Hapus Sekat Internal

Dalam orasi politiknya yang berapi-api, Bahlil meminta dengan sangat agar praktik pengelompokan atau fragmentasi di dalam tubuh organisasi segera dihentikan. Fenomena “kubu sana dan kubu sini” dianggap sebagai parasit yang hanya akan melemahkan mesin partai dari dalam.

Read Also

Indonesia Jadi Tuan Rumah WCPP 2026: Mengawal Era Baru Reformasi Pemasyarakatan Dunia

Indonesia Jadi Tuan Rumah WCPP 2026: Mengawal Era Baru Reformasi Pemasyarakatan Dunia

“Sebagai Ketua Umum, saya memerintahkan siapa pun yang nanti diberikan mandat untuk memimpin, wajib merangkul semua pihak. Kita harus berjalan beriringan, tidak boleh ada lagi pembelahan di internal kita,” tegas Bahlil dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Musda XI ini bukanlah sekadar ajang seremonial untuk pergantian pengurus. Forum ini adalah dapur strategi untuk melahirkan keputusan-keputusan krusial. Salah satu target utama yang dibebankan kepada DPD Partai Golkar Sulawesi Utara adalah kewajiban untuk mendongkrak perolehan kursi DPRD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Era Baru di Bawah Kepemimpinan Michaela Elsiana Paruntu

Musda XI yang berlangsung dinamis tersebut akhirnya menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai nakhoda baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025-2030. Penetapan ini disambut optimisme sebagai simbol regenerasi kepemimpinan yang segar bagi publik Sulawesi Utara.

Read Also

Sisi Kelam Tanah Abang: Jeritan Sopir Bajaj yang Terjepit Lingkaran Setan Pungli

Sisi Kelam Tanah Abang: Jeritan Sopir Bajaj yang Terjepit Lingkaran Setan Pungli

Sekretaris pimpinan sidang, Raski Mokodompit, menyatakan bahwa proses pengesahan dilakukan secara konstitusional sesuai mekanisme partai. Selain menetapkan MEP sebagai ketua, forum tersebut juga memberikan mandat penuh kepadanya untuk menyusun komposisi personalia kepengurusan yang inklusif.

Tak hanya itu, kekuatan struktural partai di Sulut semakin lengkap dengan ditetapkannya Christiany Eugenia Paruntu (Tetty) sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sulut. Kolaborasi antara figur senior dan energi baru ini diharapkan mampu mengembalikan dominasi Partai Golkar di Bumi Nyiur Melambai dalam kontestasi politik mendatang.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *