Saham BBRI Melejit Usai Guyur Dividen Rp 52,1 Triliun, Sentimen IHSG Ikut Pesta Pora
UpdateKilat — Panggung pasar modal tanah air hari ini diwarnai dengan aksi beli yang masif pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Pada perdagangan Jumat (10/4/2026), emiten yang akrab dengan julukan raja kredit mikro ini berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan, berbarengan dengan kabar manis mengenai pembagian dividen jumbo dan menghijaunya indeks domestik.
Apresiasi Pasar Terhadap Performa BBRI
Berdasarkan data pantauan pasar dari RTI, harga saham BBRI ditutup menguat tajam sebesar 3,35 persen, mendarat di level Rp 3.390 per lembar. Memulai hari dengan optimisme, saham ini dibuka menguat tipis ke posisi Rp 3.290, sebelum akhirnya melesat menyentuh level tertinggi hariannya di angka Rp 3.400 per saham.
IHSG Parkir di Level Psikologis 7.634, Inilah Daftar 10 Saham Paling Cuan Sepekan
Antusiasme investor terlihat jelas dari intensitas perdagangan yang tinggi. Tercatat sebanyak 45.424 kali frekuensi transaksi terjadi dengan volume mencapai lebih dari 3,64 juta saham. Nilai transaksi harian yang dibukukan pun tidak main-main, yakni mencapai Rp 1,2 triliun, sebuah angka yang menegaskan likuiditas BBRI tetap menjadi primadona di mata para pelaku pasar.
Guyuran Dividen Sebagai Katalis Utama
Melambungnya harga saham ini bukan tanpa alasan. Faktor fundamental menjadi motor penggerak utama setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 memberikan lampu hijau untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 52,1 triliun. Angka ini setara dengan Rp 346 per saham untuk tahun buku 2025.
Perlu dicatat bahwa jumlah tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp 137 per saham yang telah didistribusikan pada Januari lalu. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham, sejalan dengan kinerja laba bersih yang mencapai Rp 56,65 triliun.
Optimisme Pasar Global: Bursa Asia Tetap Perkasa di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
“Langkah ini didasari oleh performa positif perseroan, terutama pada penguatan segmen UMKM yang menjadi inti bisnis kami, serta percepatan transformasi digital yang meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan,” ujar Hery di Menara BRILiaN, Jakarta.
IHSG Ikut Terangkat Sentimen Global
Euforia saham BBRI turut memberikan napas segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan hari yang sama, IHSG melonjak 2,07 persen ke level 7.458,49. Tidak hanya indeks utama, indeks likuiditas tinggi LQ45 pun ikut mendaki 1,71 persen.
Analis pasar modal melihat penguatan ini didorong oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah melalui kabar gencatan senjata, yang memberikan angin segar bagi bursa global dan Asia. Meskipun nilai tukar rupiah terpantau masih berada dalam tekanan di kisaran Rp 17.084 per dolar AS, optimisme pasar domestik tetap tak terbendung. Sebanyak 485 saham bergerak menguat, mendominasi pergerakan pasar hari ini dengan total nilai transaksi nasional menembus Rp 18,1 triliun.
AADI Siapkan Amunisi Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham, Upaya Perkuat Nilai Fundamental di Pasar Modal
Langkah Strategis dan Rebranding Saham Seri Dwiwarna
Selain urusan bagi-bagi keuntungan, RUPST BRI kali ini juga menyepakati sejumlah agenda strategis lainnya. Salah satu yang paling menarik adalah perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait klasifikasi saham. Hal ini melibatkan perubahan Saham Seri B milik Negara melalui BP BUMN menjadi Saham Seri A Dwiwarna.
Langkah ini sejalan dengan posisi BRI yang kini berada di bawah payung Danantara, memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan nasional dan inklusi keuangan. Perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana dari obligasi berwawasan sosial yang digunakan untuk mendanai proyek-proyek dengan dampak sosial positif di masyarakat.
Dengan fundamental yang solid, dukungan kebijakan pemerintah melalui Danantara, serta loyalitas investor yang terjaga lewat dividen, masa depan BBRI di lantai bursa nampaknya masih akan terus menunjukkan tren yang menarik untuk diikuti dalam jangka panjang.